Adakah Negara Tanpa Polisi di Dunia? Simak Penjelasannya

Blitz

Senin, 22 Agustus 2022 | 13:54 WIB
Adakah Negara Tanpa Polisi di Dunia? Simak Penjelasannya
ilustrasi polisi korup - pixabay

Ketua Kompolnas yang juga Menko Polhukam, Mahfud MD dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR, LPSK dan Komnas HAM menyebut bahwa citra polisi di mata masyarakat sebenarnya masih bagus dan sangat perlu. 

"Bapak kalau bicara potret polisi. Potret polisi itu sebenarnya di mata masyarkat memandang sangat bagus dan sangat perlu. Di mana itu? Hasil survei pak. Polisi itu terbaik nomor satu dari empat aparat penegak hukum. Tapi instusi pemerintahan, yang terbaik nomor satu itu TNI," kata Mahfud MD. 

Mahfud MD kemudian menguatkan argumennya dengan mengutip dari ilmuwan asal Turki, Ibnu Taimiyah. Mahfud MD menyebut bahwa lebih baik memiliki polisi jelek dibanding sama sekali tidak memiliki polisi dalam satu malam. 

"Sehingga saya ingin menutup ini dengan mengutip dan memodifikasi ilmuwan Islam, Ibnu Taimiyah. Dia bilang begini, 60 tahun kamu punya polisi jelek lebih baik dibanding satu malam tak ada polisi," ujarnya. 

Kutipan Mahfud MD yang bersumber dari ilmuwan Islam ini tentu menjadi perdebatan di masyakat. Pasalnya, semenjak kasus pembunuhan Brigadir J, citra polisi tercoreng. 

Sebelum heboh kasus pembunuhan Brigadir J, citra polisi pun banyak mendapat kritik dari masyarakat. Banyak video viral yang menunjukkan kelalukan sejumlah polisi menciderai tugas dan fungsinya sebagai pengayom masyarakat. 

Pertanyaan berikutnya kemudian, apakah negara atau wilayah tanpa polisi menjadi lebih baik dibanding memiliki polisi jelek? 

Citra buruk polisi di mata masyarakat tidak hanya terjadi di Indonesia sebenarnya. Di Amerika Serikat, publik sempat heboh dengan kasus pembunuhan George Floyd. 

Publik Amerika Serikat bahkan sampai menyerukan Defund the Police. Gerakan yang mengkritik ketidakselarasan anggaran yang dikeluarkan negara untuk kepolisian, dengan jaminan keamanan untuk warga. 

baca juga

Di Indonesia juga sempat viral tagar #PercumaLaporPolisi. Tagar yang sampai saat ini kerap disuarakan publik di laman media sosial. 

Tapi apakah berjalan masyarakat jika tidak ada polisi? Salah seorang ilmuwan politik Universitas Syracuse bernama Jenn Jackson punya teori soal 'menghapuskan polisi'

Menurut Jackson, institusi polisi bisa dihapus jika masyarakat membangun lembaga kepedulian antara sesama, lalu menggalang dana untuk disalurkan kepada komunitas-komunitas kecil yang terkena ketidaksetaraan struktural sebagai gantinya, ketimbang membayar pajak untuk menggaji polisi.

Pakar hukum dari Universitas Gerogetown, Christy Lopez kemudian menyebut bahwa tidak ada polisi sebagai upaya ulang menjamin keselamatan warga, serta menghapus ketergantungan kepada penegak hukum. 

Menarik untuk melihat pernyataan dari Jenn Jackson soal bagaimana dana besar yang selama ini dialokasikan untuk polisi dialirkan untuk membangun sistem baru. 

Di negara Swedia misalnya, sejak 2015, layanan panggilan darurat tidak lagi dipegang polisi. Namun diarahkan langsung kepada ahli-ahli, seperti tenaga kesehatan atau medis. 

Pernyataan lebih keras disuarakan oleh Profesor sosiologi dari Brooklyn College Alex Vitale soal institusi kepolisian. Menurutnya, bentuk perubahan di masyarakat tidak akan berjalan jika masih ada institusi kepolisian. 

Menurut Vitale, peran polisi selama ini hanya mendisiplinkan yang terpinggirkan. Lantas apakah ada negara yang berupaya membubarkan kepolisian? 

Ya ada, negara itu ada Geogria. Pada 2004, Georgia yang dipimpin oleh Georgia Mikheil Saakashvil berupaya membubarkan institusi kepolisian di negara itu. Hal ini lantaran institusi kepolisian Georgia saat itu menjadi sarang korup dan bandit. 

Georgia Mikheil Saakashvil tak main-main, ia membubarkan polisi lalu lintas di sana. Ribuan polisi dipecat dari pekerjaannya. Setelah itu, kepolisian dibangun ulang dari nol dengan personel terbatas dan seleksi super ketat. 

Apa yang kemudian terjadi? Hasilnya pada survei 2010, kekerasan di Georgia berkurang sebanyak 66 persen sementara tingkat kriminalitas berkurang sebanyak 54 persen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komisi III DPR RI Pertanyakan Tugas Kompolnas, Mahfud MD: Kalau Mau Dibubarkan Saja

Komisi III DPR RI Pertanyakan Tugas Kompolnas, Mahfud MD: Kalau Mau Dibubarkan Saja

Sulsel | Senin, 22 Agustus 2022 | 13:47 WIB

Kinerja Kompolnas Disorot Komisi III, Mahfud MD Bilang: yang Buat DPR Kalau Mau Bubarkan Saja

Kinerja Kompolnas Disorot Komisi III, Mahfud MD Bilang: yang Buat DPR Kalau Mau Bubarkan Saja

Cianjur | Senin, 22 Agustus 2022 | 13:38 WIB

Tolak Jawab Siapa Jenderal Bintang Tiga yang Ancam Mundur di Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD: Gak Bisa Ada Orang Maksa Saya

Tolak Jawab Siapa Jenderal Bintang Tiga yang Ancam Mundur di Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD: Gak Bisa Ada Orang Maksa Saya

Sumedang | Senin, 22 Agustus 2022 | 13:33 WIB

Mahfud Bantah Sebut Fadil Imran Akan Susul Ferdy Sambo: Saya Kira Dia Juga Terkena Prank Peluk Sambil Nangis

Mahfud Bantah Sebut Fadil Imran Akan Susul Ferdy Sambo: Saya Kira Dia Juga Terkena Prank Peluk Sambil Nangis

Depok | Senin, 22 Agustus 2022 | 13:20 WIB

Sosok Jenderal Bintang 3 yang Ancam Mundur Terkait Kasus Ferdy Sambo, Ini kata Mahfud MD

Sosok Jenderal Bintang 3 yang Ancam Mundur Terkait Kasus Ferdy Sambo, Ini kata Mahfud MD

Denpasar | Senin, 22 Agustus 2022 | 13:18 WIB

Terkini

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Bekaci | Rabu, 16 September 2026 | 09:47 WIB

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:43 WIB

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:41 WIB

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:38 WIB

Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung

Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 09:35 WIB

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:33 WIB

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:32 WIB

Hari ke-9 Cari 5 Jurnalis, Tim SAR Ubah Strategi Sisir 8 Sektor Selat Sunda hingga Dekat Pesisir

Hari ke-9 Cari 5 Jurnalis, Tim SAR Ubah Strategi Sisir 8 Sektor Selat Sunda hingga Dekat Pesisir

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:30 WIB

×