Ratu Elizabeth II tutup usia pada Jumat 9 September 2022 waktu setempat. Wanita yang memiliki nama lahir Elizabeth Alexandra Mary meninggal dunia pada usia 96 tahun.
Publik dunia pun berduka. Cuitan Ratu Elizabeth II menjadi trending topic di laman media sosial Twitter. Banyak ucapan duka dituliskan oleh masyarakat umum hingga para figur publik dunia.
Namun ternyata tidak semua publik dunia berduka dengan kabar wafatnya Ratu Elizabeth II.
Mengutip dari pemberitaan slate.com pada Jumat dinihari WIB saat kabar Ratu Elizabeth tutup usia, berseliweran tweet sejumlah akun yang justru bergembira dengan kabar tersebut.
Sejumlah pihak justru mencuitkan kegembiraan karena Ratu Elizebeth II meninggal dunia. Hal itu lantaran Ratu yang dihormati orang Inggris tersebut sebagai pemimpin kerajaan yang tidak pernah meminta maaf atas kekejiaan Inggris saat era kolonialisme.
"Anda mungkin menyadari jumlah kekayaan yang mengejutkan dari Inggris. Kekayaan yang mereka rampas dari sejumlah negara lain selama berabad-abad," tulis pemberitaan Slate.com
Kartunis asal Kenya, Patrick Gathara pada Juni lalu menyebut bahwa Ratu tidak akan pernah meminta maaaf secarat terbuka terkait kekejaman Inggris di negaranya.
"Sampai hari ini, dia tidak akan pernah secara terbuka untuk mengakui apalagi meminta maaf atas penindasan, penyiksaan dan perampasan yang dilakukan terhadap orang-orang di Kenya," ucap Gathara.
Dalam pemberitaan itu juga disebutkan bahwa banyak orang-orang Amerika Serikta yang justru mengejek kesedihan orang Inggris. Mengingat berabad-abad lalu Amerika Serikat merupakan bagian dari koloni Inggris.
Baca Juga: Bank Sentral Inggris Pastikan Uang Kertas Bergambar Ratu Elizabeth II Tetap Berlaku
Seorang peneliti dan akademisi dari Universitas California, Uju Anya bahkan memberikan pernyataan pedas soal kematian Ratu.
"Pemimpin dari kerajaan genosida yang melakukan pemerkosaan dan pencurian di tanah kolonial," cuit Anya di akun Twitter pribadinya.
Saat pihak keluarga kerajaan Inggris resmi mengumumkan wafatnya Ratu pada pukul 13:30 waktu setempat, Anya kembali mencuitkan bahwa ia tidak berduka mengingat sejarah berdarah kerajaan Inggris di tanah kolonial.
Sebelum kabar wafatnya Ratu pada hari ini, Jumat 9 September 2022, Ratu Elizabeth II seperti dikutip dari Aljazeera juga dianggap sebagai musuh dari organisasi teroris, Al-Qaida.
Ayman al-Zawahiri, orang nomor dua di Al-Qaida saat itu menyebut bahwa Ratu adalah salah satu musuh terbesar umat Islam.
Pernyataan dari al-Zawahiri ini pun membuat dinas keamanan internal Inggris M-15 meminta perlindungan khusus untuk Ratu Elizabeth II.