Sisi Gelap Piala Dunia dari Masa ke Masa: Saingan Olimpiade Hingga Tumbal Nyawa

Blitz Suara.Com
Rabu, 09 November 2022 | 12:50 WIB
Sisi Gelap Piala Dunia dari Masa ke Masa: Saingan Olimpiade Hingga Tumbal Nyawa
Piala Dunia| Gimpsefromtheglobe.com

Penyelenggaraan cabang sepakbola di ajang Olimpiade 1908 London, Inggris jadi latar belakang seorang Jules Rimet yang kala itu berstatus sebagai presiden FIFA untuk membuat event saingan ajang tersebut. 28 Juni 1928 saat Kongres FIFA di Amsterdam, Belanda, Rimet berhasil membujuk anggota FIFA saat itu untuk membuat kejuaraan sepakbola yang kelak kita kenal dengan nama Piala Dunia

Rimet menilai event FIFA ini lebih bergengsi dibanding pertandingan sepakbola di Olimpiade. Rimet melihat celah bahwa pertandingan sepakbola di ajang Olimpiade diikuti oleh pemain bola berstatus amatir. Fakta sejarah memang menyebutkan bahwa Inggris saat memenangkan emas Olimpiade 1912 di Stockholm, Swedia diisi oleh pemain amatir. 

Bahkan seperti dikutip dari bbc.com, Inggris malah mengirim tim amatir saat FIFA menyelenggarakan The First World Cup yang diikuti oleh Italia, Jerman, dan Swiss pada 1909. FIFA pun akhirnya pada 1914 memutuskan bahwa turnamen sepakbola yang ada di Olimpiade merupakan kejuaraan dunia sepakbola para pemain amatir. 

Tahun awal Piala Dunia

Celah ini yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Rimet untuk menghelat event yang bobotnya lebih bagus. Uruguay pun terpilih sebagai penyelenggara Piala Dunia pertama pada 1930. Sayangnya di event pertama ini banyak negara kuat sepakbola yang berasal dari Eropa ogah hadir. Alasannya tentu saja soal jarak. 

Sejumlah negara berkeberatan untuk melalui perjalanan laut yang membutuhkan waktu sangat lama dan memakan biaya yang sangat mahal. Rimet lalu bergerak cepat, namun ia hanya bisa membujuk Belgia, Prancis, Rumania, dan Yugoslavia untuk hadir di Uruguay. Uruguay pun tak terbendung dan menjadi juara dunia pertama sekaligus jadi kado untuk hari kemerdekaan mereka. 

Sejak pertama diselenggarakan, Piala Dunia sebenarnya sudah memiliki catatan hitam tersendiri. Tak seperti Olimpiade yang dikemas dengan cukup profesional, ajang Piala Dunia di tahun-tahun awal kelahirannya justru dibayangi dengan sejumlah masalah. 

Pada Piala Dunia 1938 misalnya, Brasil dan Kubu mengeluarkan ancaman pemboikotan Piala Dunia. Suasana politik dunia yang memanas saat itu menjadi salah satu faktornya. Pada 1942 dan 1946 event Piala Dunia harus diberhentikan sejenak, Perang Dunia II jadi penyebabnya. 

Usai Piala Dunia, Brasil ditunjukan sebagai tuan rumah Piala Dunia edisi ke-4. Sayangnya di event ini masalah politik kembali mencampuri. Inggris menolak untuk jadi peserta dengan alasan mereka tak mau melawan negara yang mereka jajah. Namun yang menarik dari event ke-4 ini, FIFA mulai mengeluarkan aturan ketat soal peserta. 

Baca Juga: Jepang Panggil Sutho Machino Gantikan Yuta Nakayama untuk Piala Dunia 2022

Sejak edisi 1930-an hingga 1970-an, peserta Piala Dunia jumlahnya beragam. Alasan politik yang membuat banyak peserta yang kemudian gagal tampil. Piala Dunia sempat diikuti hanya 15 tim lalu 13 tim dan baru pada 1982, FIFA menetapkan aturan 24 tim yang ikut Piala Dunia dan baru diperluas menjadi 32 tim pada edisi Piala Dunia 1998. 

Tumbal Nyawa dan Mafia Kerah Putih 

Setelah lalui masa-masa non profesional di tahun awal kelahirannya, Piala Dunia kemudian mulai menyadarkan banyak orang bahwa event tersebut memang lebih menarik dibanding Olimpiade. Dunia seakan berhenti berputar saat penyelenggaraan Piala Dunia berlangsung. 

Efeknya tentu saja banyak, mulai dari positif hingga negatif. Piala Dunia yang menjadi event bergengsi tentu saja berujung pada kapitalisasi dan uang, ujungnya bibit kejahatan pun mulai dilahirkan dari event ini. Mulai dari hilangnya trofi Piala Dunia versi Jules Rimet pada Piala Dunia 1966 hingga terlibatnya jaringan mafia. 

Piala Dunia 1994 mungkin jadi catatan hitam besar di penyelenggaraan Piala Dunia, pasalnya di edisi ini Piala Dunia harus memakan tumbal nyawa. Dikutip dari fifa.com, bek Timnas Kolombia, Andres Escobar merenggang nyawa pasca melakukan gol bunuh diri saat timnya melawan Amerika Serikat. 

Usut punya usut, Escobar dibunuh karena bos judi Kolombia harus kalah taruhan karena gol Escoba tersebut. Seperti disebutkan di awal keberhasilan event ini jadi event bergengsi mau tak mau memang menumbuhkan bibit kejahatan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI