Terdakwa Richard Eliezer naik pitam saat mendapat pertanyaan dari pengacara Ferdy Sambo dalam lanjutan sidang pembunuhan Brigadir J.
Richard yang duduk sebagai saksi dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, dituding tidak konsisten di berita acara pemeriksaan (BAP).
"BAP saudara lagi di tanggal 7 September, saudara menyatakan lagi, akhirnya saya pun masuk ke dalam, naik lift ke lantai tiga. Sesampainya di lantai 3, saya sudah ditunggu FS, saya disuruh duduk,"
"Dari keterangan saudara ini tidak konsisten, jadi yang mau saya tanyakan yang mana yang benar," tanya pengacara Ferdy Sambo.
Awalnya Bharada E menjawab dengan nada tenang. "Izin, saya akan menjelaskan, biar bapak tidak menanyakan lagi BAP-BAP itu," ucap Bharada E.
Mendapat pernyataan itu dari Bharada E, pengacara Sambo langsung menimpali.
"Yah saya harus tanyakan. Saya harus jelaskan kalau ini mau saya tanyakan karena tidak konsisten," ucap pengacara Sambo.
"Jadi begini bapak, bapak bayangkan dari tanggal 8 Juli sampai Agustus, saya didoktrin terus menerus oleh klien bapak tentang skenario," ucap Bharada E dengan nada tinggi.
"Siapa yang doktrin? Di mana yang doktrin? Di mana saudara di doktrin?" timpal pengacara Sambo juga dengan nada tinggi.
"Itu di lantai 3," jawab Bharada E tampak emosi.
Ucapan dari pengacara Ferdy Sambo yang membentak terdakwa Bharada E pun sampai diperingati oleh majelis hakim.
"Saya coba mengingat-ingat kembali kejadian demi kejadian. Saudara pikir segampang itu," ucap Bharada E kepada pengacara Ferdy Sambo.
Sebelumnya, Richard Eliezer, menyampaikan kesaksian bahwa Putri Candrawathi sempat menepis Yosua ketika ingin mengangkat Putri yang terbaring di sofa saat berada di Magelang, Jawa Tengah.
“Baru saya lihat almarhum memang mau angkat ibu (Putri Candrawathi), tetapi ditepis sama ibu,” kata Eliezer mengutip dari Antara.
Eliezer mengatakan bahwa sebelumnya ia dipanggil oleh Yosua untuk membantu Yosua mengangkat Putri Candrawathi ke lantai 2 di kediaman Ferdy Sambo di Magelang. Saat itu, Putri Candrawathi sedang berbaring di sofa karena merasa pusing.
“Kami berdua masuk, Yang Mulia. Sampai di ruang tamu ada Susi (asisten rumah tangga/ART) dan Kuat (ART),” kata Eliezer.