Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

M Nurhadi

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:01 WIB
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
ilustrasi trading
baca 10 detik
  • PT Didimax Berjangka menyelenggarakan seminar edukasi dan live trading di Bandung untuk meningkatkan literasi keuangan para investor.
  • Para ahli memberikan edukasi analisis pasar serta praktik perdagangan langsung agar peserta memahami manajemen risiko secara nyata.
  • Manajemen Didimax menegaskan operasionalnya legal dan melarang nasabah menggunakan skema titip dana demi keamanan portofolio pribadi.

Suara.com - Terjun ke dunia pasar keuangan tanpa dibekali fondasi pengetahuan yang mumpuni merupakan langkah awal menuju kerugian finansial.

Di tengah kemudahan akses platform digital saat ini, urgensi mengenai pentingnya proses belajar dan penguatan literasi sebelum menempatkan modal dalam instrumen investasi tingkat tinggi, seperti perdagangan berjangka, menjadi hal yang tidak dapat ditawar.

Menempatkan pemahaman mendalam mengenai manajemen risiko dan analisis pasar merupakan bekal krusial agar pelaku pasar mampu bertahan dalam siklus jangka panjang.

Kondisi sebaliknya justru sering memicu bahaya nyata berupa fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau ketakutan tertinggal tren, yang kerap menjadi pemicu utama kehancuran portofolio investor pemula.

Dorongan psikologis akibat melihat keuntungan instan orang lain di media sosial sering kali membuat seseorang terburu-buru menyetor dana tanpa melakukan analisis mandiri.

Alhasil, urutan proses pun terbalik: bertransaksi terlebih dahulu, baru bersusah payah mencari pengetahuan setelah menderita kerugian besar.

Merujuk pada urgensi literasi tersebut, PT Didi Max Berjangka (Didimax) kembali menggelar kegiatan edukasi melalui Seminar dan Live Trading yang berlangsung hari ini di CGV 23 Paskal, Bandung.

Mengusung semangat peningkatan pemahaman keuangan yang sehat, agenda ini dihadiri oleh 250 peserta yang antusias menyerap wawasan perdagangan berjangka secara transparan dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan tersebut, Didimax menghadirkan barisan trader serta analis berpengalaman, di antaranya Mr. Syam, Mr. Vincent, dan Mr. Widiansyah. Para mentor membagikan strategi analisis teknikal maupun fundamental tingkat lanjut, mulai dari metode Smart Money Concept (SMC) hingga formula Money Hunter.

baca juga

Selain menerima materi teori, para peserta mendapatkan kesempatan eksklusif untuk menyaksikan langsung praktik eksekusi live trading yang ditampilkan di layar besar bioskop. Langkah visual ini diambil agar masyarakat dapat memahami secara riil bagaimana psikologi pasar bekerja saat menghadapi fluktuasi harga.

Sebagai perusahaan pialang berjangka resmi, Didimax memposisikan program pelatihan berkelanjutan—baik melalui seminar tatap muka, webinar, hingga bimbingan privat—sebagai pilar bisnis utama untuk menekan tingkat kerugian akibat minimnya informasi di kalangan masyarakat.

Direktur Didimax, Cenli Yani, menegaskan bahwa seluruh gerak operasional perusahaan selalu berjalan di bawah koridor hukum dan kepatuhan regulasi industri perdagangan berjangka di Indonesia.

Oleh karena itu, Cenli menyatakan bahwa berbagai rumor atau informasi yang mengaitkan nama Didimax dengan praktik penipuan murni tidak memiliki dasar faktual sama sekali.

"Didimax beroperasi berdasarkan perizinan resmi dan berada di bawah pengawasan regulator terkait. Seluruh aktivitas bisnis kami dijalankan secara legal dan transparan," terang Cenli.

Dalam kesempatan yang sama, manajemen Didimax kembali memberikan peringatan keras kepada publik mengenai proteksi akun.

Nasabah sangat diimbau untuk melakukan setiap transaksi secara mandiri melalui login pribadi dan bertanggung jawab penuh atas setiap keputusan yang diambil.

Perusahaan menegaskan bahwa kendali penuh trading harus dipegang langsung oleh pemilik modal. Masyarakat sangat tidak disarankan untuk menggunakan skema titip dana atau menyerahkan akun kepada pihak lain yang mengiming-imingi profit pasti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Investasi China Berikan Pinjaman Rp71,5 Triliun untuk Indonesia, Mau Buat Apa?

Bank Investasi China Berikan Pinjaman Rp71,5 Triliun untuk Indonesia, Mau Buat Apa?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:59 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Sukuk ST016 Jadi Pilihan Investasi Syariah Minim Risiko dengan Imbal Hasil Menarik

Sukuk ST016 Jadi Pilihan Investasi Syariah Minim Risiko dengan Imbal Hasil Menarik

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:25 WIB

Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi

Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:19 WIB

Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!

Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 06:15 WIB

Terkini

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

×