Tempe, Makanan di Era Perbudakaan Kini Mencekik Jelang Ramadan 2023

Blitz | Suara.com

Sabtu, 04 Februari 2023 | 19:16 WIB
Tempe, Makanan di Era Perbudakaan Kini Mencekik Jelang Ramadan 2023
Ilustrasi tempe atau tempeh (pixabay.com)

Salah satu komoditi yang menjadi buruan masyarakat jelang bulan suci Ramadan ialah tempe. Jelang bulan Ramadan, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berjanji harga tahu dan tempe akan turun jelang Ramadan 2023

Di pasaran, ukuran tempe mulai menyusut alias mengecil. Langkah ini dilakukan pengrajin tempe untuk menyiasati harga kedelai yang melonjak. 

Siapa orang Indonesia yang tidak pernah makan tempe? Hampir semua mereka yang tinggal dari Sabang sampai Merauke tentu pernah mengkonsumsi makanan yang terbuat dari keledai tersebut. 

Tempe sendiri merupakan makanan yang sudah ada di Indonesia sejak zaman kerajaan. Menurut buku Bunga Rampai Tempe Indonesia, kata kedelai yang ditulis kadele dalam bahasa Jawa ditemukan dalam Serat Sri Tanjung. Selain itu, dalam karya sastra terkenal lainnya, Serat Centhini, keledai juga ditemukan. 

Pada jilid kedua Serat Centhini, saat  Cebolang dari Purbalingga ke Mataram dan istirahat di rumah Ki Amongtrustha. Si tuan rumah menghidangkan lauk bubuk dhele. Menurut ahli botani asal Jerman, Rumphius, kedelai (de cadelie plant) dalam bahasa latin disebut phaseolus niger, kadele dalam bahasa Jawa, zwartee boontjes (Belanda), dan authau untuk bahasa Tiongkok.

Kedelai sendiri menurut sejarahnya mulai dikenal di wilayah Manchuria, Tiongkok, sekitar tahun 2838 sebelum Masehi. 

Dalam buku berjudul Chinese Materia Medica yang ditulis oleh Kaisar Sheng Nung, kedelai dianggap sebagai satu dari lima tanaman utama, empat lainnya adalah padi, gandum, barley, dan jawawut. Orang Tiongkok menyantap kedelai secara langsung atau diolah menjadi produk panganan kering.

Kedelai kemudian menyebar ke sejumlah negara tetangga Tiongkok seperti Jepang. Di periode 1894 hingga 1895, masyarakat Jepang banyak mengimpor kedelai dalam bentuk minyak. Sedangkan pada masyarakat Eropa, kedelai mulai dikenal pada 1712. Menurut catatan ahli botani asal Jerman, negara Prancis menjadi negara di Eropa yang masyarakatnya menanam kedelai.

Kedelai juga baru dikenal di Amerika Serikat tepatnya pada 1765 di kawasan Pennsylvania. Sejumlah catatan menyebutkan bahwa titik kedelai di Pennsylvania dibawa oleh pedagang Tiongkok dan India. 

Versi lain menyebut, kedatangan ini terjadi di tahun 1851, melalui bibit yang disimpan oleh orang Amerika yang terselamatkan di Laut Pasifik di tahun 1850.

Abad ke-16 di Jawa telah ditemukan kata tempe, misalnya dengan penyebutan nama hidangan jae santen tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan. 

Dalam catatan sejarah yang tersedia lainnya menunjukkan bahwa mungkin pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam, berasal dari masyarakat pedesaan tradisional Jaw, mungkin dikembangkan di daerah Mataram, Jawa Tengah, dan berkembang sebelum abad ke-16.

Bagi masyarakat di Indonesia, khususnya yang tinggal di Pulau Jawa, tempe kemudian naik derajat. Tidak sekedar menjadi makanan juga memiliki nilai filosofi tersendiri. Di Pacitan, Jawa Timur misalnya, proses pembuatan tempe menjadi cermin kerjasama antara anggota keluarga. 

Tempe juga dianggap sebagai penyelamat orang Indonesia saat sistem tanam paksa menyiksa di peridoe 1830 hingga 1870. Penerapan sistem tanam paksa atau cultuurstelsel di Jawa jadi masa paling sulit bagi masyarakat. 

Dari buku Sejarah Nasional Indonesia Jilid IV, masyarakat di sejumlah daerah di Jawa meninggal dunia akibat kelaparan. Saat itu, jumlah penduduk Demak telah turun dari 336.000 sampai 120.000, sedangkan jumlah penduduk Grobogan turun dengan lebih banyak lagi, yaitu 89.500 sampai 9.000. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nikmati 8 Varian Olahan Tempe Malang, Bisa Buat Alternatif Oleh-oleh!

Nikmati 8 Varian Olahan Tempe Malang, Bisa Buat Alternatif Oleh-oleh!

Your Say | Jum'at, 03 Februari 2023 | 08:20 WIB

Jokowi Bangga, Kini Investasi Bukan Lagi Jawasentris

Jokowi Bangga, Kini Investasi Bukan Lagi Jawasentris

Bisnis | Kamis, 02 Februari 2023 | 07:06 WIB

Awal Tahun, RI Lakukan Impor Pangan 4 Komoditas

Awal Tahun, RI Lakukan Impor Pangan 4 Komoditas

Bisnis | Rabu, 11 Januari 2023 | 08:54 WIB

Harga Kedelai, Bawang Hingga Daging Naik Tak Karuan

Harga Kedelai, Bawang Hingga Daging Naik Tak Karuan

Bisnis | Jum'at, 30 Desember 2022 | 10:26 WIB

Nggak Usah Olahraga di Gym, Begini Caranya Punya Lengan Berotot Sambil Masak di Dapur

Nggak Usah Olahraga di Gym, Begini Caranya Punya Lengan Berotot Sambil Masak di Dapur

Lifestyle | Rabu, 21 Desember 2022 | 17:24 WIB

Terkini

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

News | Senin, 06 April 2026 | 23:45 WIB

Diskon Home Care Alfamart April 2026: Rinso hingga Downy Turun Harga, Hemat Sampai 40 Persen

Diskon Home Care Alfamart April 2026: Rinso hingga Downy Turun Harga, Hemat Sampai 40 Persen

Sumsel | Senin, 06 April 2026 | 23:42 WIB

Rp850 Juta Dihapus, Anggaran Rumah Dinas DPRD Sumsel Rp8,6 Miliar Masih Dipertanyakan

Rp850 Juta Dihapus, Anggaran Rumah Dinas DPRD Sumsel Rp8,6 Miliar Masih Dipertanyakan

Sumsel | Senin, 06 April 2026 | 23:29 WIB

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

News | Senin, 06 April 2026 | 22:56 WIB

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

News | Senin, 06 April 2026 | 22:47 WIB

7 Tips Menata Meja Kerja Minimalis di Apartemen Sempit agar WFH Lebih Produktif

7 Tips Menata Meja Kerja Minimalis di Apartemen Sempit agar WFH Lebih Produktif

Jakarta | Senin, 06 April 2026 | 22:35 WIB

Imbas Konflik Timur Tengah, Pasokan Bahan Baku Pupuk Kimia Berpotensi Terancam

Imbas Konflik Timur Tengah, Pasokan Bahan Baku Pupuk Kimia Berpotensi Terancam

Video | Senin, 06 April 2026 | 22:30 WIB

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

News | Senin, 06 April 2026 | 22:17 WIB

BMKG: Kalbar Masuk Waspada 6-12 April, Hujan Turun Tapi Risiko Karhutla Meningkat

BMKG: Kalbar Masuk Waspada 6-12 April, Hujan Turun Tapi Risiko Karhutla Meningkat

Kalbar | Senin, 06 April 2026 | 22:09 WIB

Profil Brian Ardianto, Jebolan MasterChef Indonesia 5 yang Meninggal Dunia Hari ini

Profil Brian Ardianto, Jebolan MasterChef Indonesia 5 yang Meninggal Dunia Hari ini

Entertainment | Senin, 06 April 2026 | 22:00 WIB