Jelang Piala Dunia, Duel Adidas vs Nike Kian Sengit

Arsito Hidayatullah

Senin, 10 Maret 2014 | 19:32 WIB
Jelang Piala Dunia, Duel Adidas vs Nike Kian Sengit
Oscar, Neymar dan Fred, saat merayakan gol ke gawang Afsel. (Reuters/Siphiwe Sibeko)

Suara.com - Dengan penyelenggaraan putaran final Piala Dunia (PD) 2014 tinggal tiga bulan lagi menjelang kick-off, dua produsen raksasa dunia olahraga, Adidas dan Nike, pun kian serius dalam menjalani "duel" layaknya persaingan Brasil dan Argentina.

Untuk diketahui, dua perusahaan raksasa itu memang mendominasi industri perlengkapan sepakbola yang bernilai lebih dari 5 miliar dolar AS (hampir Rp57 triliun) per tahun. Mereka saling bersaing menjadi raja dalam dunia olahraga ini lewat sepatu dan kostum, dengan menggunakan idola-idola seperti Lionel Messi (Argentina) sebagai "wakil" Adidas, atau Neymar (Brasil) yang identik dengan Nike.

Menjadi produsen sepatu sejak tahun 1950-an dan merupakan sponsor resmi Piala Dunia, Adidas yang asal Jerman menganggap sepakbola sudah menjadi wilayahnya. Mereka jelas tak ingin pasarnya diambil alih oleh kompetitor lebih muda asal Amerika Serikat (AS), Nike, yang sukses melakukannya di sejumlah cabang olahraga lain.

"Lupakan semua yang mungkin pernah Anda dengar atau baca soal lemahnya performa Adidas dalam sepakbola di tahun 2013. Kami masih memimpin di kategori yang sudah begitu identik dengan DNA Adidas ini," ungkap Chief Executive Adidas, Herbert Hainer, pekan lalu, seperti dikutip Reuters, Senin (10/3/2014).

"2014 adalah tahun sepakbola, dan ini juga akan menjadi tahun sepakbola Adidas," tambahnya, sambil menyebut target penjualan item terkait sepakbola yang mencapai rekor 2 miliar euro (Rp31,5 triliun).

Hanya saja, Hainer mengaku bahwa persaingan cukup keras, dengan Adidas dan Nike secara bersama menguasai 80 persen pangsa pasar produk-produk yang berhubungan dengan sepakbola.

Nike sendiri diketahui telah membangun bisnisnya secara perlahan namun pasti, sejak mulai terlibat serius dalam sepakbola 20 tahun lalu, saat Piala Dunia digelar di AS. Mereka meraup pendapatan 2 miliar dolar AS (Rp22,7 triliun) dari olahraga ini dan telah berani menyebut dirinya merek sepakbola terdepan.

Nike akan menyediakan kostum bagi tuan rumah Brasil, ditambah sebanyak 10 dari 32 kontestan lainnya di putaran final PD 2014 ini. Dari sisi ini, mereka sudah unggul dibanding Adidas, apalagi Puma (pesaing lainnya sebagai "kuda hitam").

Brand President Nike, Trevor Edwards, mengatakan bahwa angka penjualan pasti akan mendapat peningkatan signifikan dengan Brasil yang menjadi tuan rumah PD 2014 ini. "Kami sangat-sangat bersemangat atas kenyataan bahwa Piala Dunia digelar di Brasil. Ini akan berdampak ke seluruh dunia," tuturnya.

Digelar tiap empat tahun, Piala Dunia juga telah menjadi ajang pertunjukan inovasi desain sepatu sepakbola. Tiap produsen selalu mengklaim produk terbarunya memberikan keuntungan lebih bagi para pemain di pertandingan penting, sekaligus berharap angka penjualan besar di sepanjang tahun.

"Dalam hal kostum, Anda bisa saja tiba-tiba melihat lonjakan penjualan saat turnamen, tapi untuk sepatu dampaknya akan lebih panjang," ungkap Edwards lagi.

Pekan lalu, Nike secara resmi baru saja meluncurkan sepatu barunya, Magista, yang didukung teknologi Flyknit milik mereka di mana bagian atas sepatu dibuat dari bahan sintetis yang dijahit khusus.

Teknologi ini sudah digunakan pada sepatu-sepatu basket dan jogging milik Nike, dengan tujuan untuk menciptakan produk yang ringan namun juga tahan lama. Di sepakbola, pemain Spanyol Andres Iniesta dan penyerang Jerman Mario Goetze, termasuk yang dilibatkan dalam pengembangan sepatu ini.

Edwards mengatakan, para pemain mengaku menginginkan sepatu yang bisa terasa seolah telanjang kaki tapi kuat di ujungnya. Bagi pencinta sepakbola yang ingin mengikuti idolanya mengenakan sepatu ini, sayangnya, mungkin perlu merogoh kocek cukup dalam, karena harganya saat ini dibanderol 275 dolar AS (Rp3,1 juta) per pasang.

Adidas, sementara itu, sudah lebih dulu meluncurkan versi sepatu Samba warna-warninya sebagai bagian dari empat produk terbaru. Tapi mereka juga berencana memperkenalkan sepatu "jahitan" pada pertengahan Maret ini. Menurut Hainer pula, teknologi ini punya potensi dikembangkan sesuai ke arah mana dan bagaimana produk sepatu-sepatu Adidas dibuat.

Sedangkan Puma, yang sebenarnya berasal dari daerah asal yang sama dengan Adidas di Jerman, berharap PD 2014 akan menampilkan kembali olahraga performa ketimbang olahraga gaya (sebagaimana belakangan ini). Sehubungan dengan itu, mereka juga telah merilis produk sepatu ketat evoPOWER berwarna oranye cerah lengkap dengan tali sepatu kuningnya.

"(Produk) Ini terinspirasi dari sepakbola pantai yang telanjang kaki di Brasil," ungkap Direktur Kreatif Global Puma, Torsten Hochstetter.

Di sisi lain, teknologi ikut berbicara dalam hal desain kaus. Menurut pihak Adidas, kaus-kaus mereka di PD ini lebih ringan 50 persen ketimbang produk sebelumnya. Diketahui, sebanyak delapan tim akan menggunakan Adidas di PD mendatang, termasuk di antaranya juara bertahan Spanyol, juga Jerman dan Argentina.

Puma juga baru saja meluncurkan produk kostumnya pekan lalu, yang akan digunakan oleh delapan tim peserta PD 2014, termasuk di antaranya Italia, Swiss, serta empat tim asal Afrika. Kostum bergaya ketat ini diklaim menghadirkan teknologi pita yang didesain dapat menstimulasi otot-otot pemain.

"Ini didasarkan pada penggunaan pita plester oleh fisioterapis dalam memberi tekanan dan stimulasi (kepada pemain)," tutur Hochstetter pula.

Layaknya para pelatih tim kontestan, perusahaan-perusahaan yang bersaing ini juga menerapkan berbagai taktik guna meraih keuntungan. Nike misalnya, menggunakan pertandingan uji coba Brasil di Afrika Selatan pekan lalu untuk memperkenalkan dua varian, yaitu kostum tradisional Brasil desain terbaru berwarna kuning di babak pertama, lalu versi biru di penampilan babak kedua.

Sementara itu Adidas, menegaskan pentingnya media sosial dalam langka pemasaran mereka. Sebagai catatan, bola resmi PD 2024 mereka yang diberi nama Brazuca, itu memiliki akun Twitter sendiri yang dikelola dalam bahasa Inggris dan Portugal. Tidak main-main, "bola" itu sudah punya lebih dari 100.000 follower. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bebas Mengekspresikan Diri, Adidas Kids Hadirkan Pakaian dengan Sentuhan Personal

Bebas Mengekspresikan Diri, Adidas Kids Hadirkan Pakaian dengan Sentuhan Personal

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:37 WIB

Jangan Tergiur Harga Murah, Ini Cara Membedakan Sepatu Nike Air Jordan Original dan Fake

Jangan Tergiur Harga Murah, Ini Cara Membedakan Sepatu Nike Air Jordan Original dan Fake

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Brasil Terlalu Tangguh, Timnas Futsal Indonesia Kalah 0-3 di Copa das Nacoes 2026

Brasil Terlalu Tangguh, Timnas Futsal Indonesia Kalah 0-3 di Copa das Nacoes 2026

Bola | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Punya Paspor Indonesia dan Berdarah Karawang, Diego Ananda Pitt Dipanggil Timnas Inggris

Punya Paspor Indonesia dan Berdarah Karawang, Diego Ananda Pitt Dipanggil Timnas Inggris

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Bukan Cuma 11 Pemain, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya 3 Skuad Sekaligus

Bukan Cuma 11 Pemain, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya 3 Skuad Sekaligus

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:55 WIB

7 Cara Membedakan Sepatu Nike Original dan KW dari Kode ART pada Lidah Sepatu

7 Cara Membedakan Sepatu Nike Original dan KW dari Kode ART pada Lidah Sepatu

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Media Vietnam Kasih Bocoran Timnas Indonesia Bidik 10 Pemain Naturalisasi Demi Piala Dunia 2030

Media Vietnam Kasih Bocoran Timnas Indonesia Bidik 10 Pemain Naturalisasi Demi Piala Dunia 2030

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Emil Audero Pasang Target Gila untuk Timnas Indonesia, Negara Eropa Patut Waspada

Emil Audero Pasang Target Gila untuk Timnas Indonesia, Negara Eropa Patut Waspada

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:00 WIB

7 Ciri-ciri Sepatu Adidas Samba Original vs KW Super, Ini Cara Membedakannya

7 Ciri-ciri Sepatu Adidas Samba Original vs KW Super, Ini Cara Membedakannya

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Ambisi Pemain Rp6,95 M Ingin Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia Sebelum Pensiun

Ambisi Pemain Rp6,95 M Ingin Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia Sebelum Pensiun

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×