Kisah GoalControl, Pembuat Teknologi Garis Gawang

Doddy Rosadi

Selasa, 17 Juni 2014 | 10:52 WIB
Kisah GoalControl, Pembuat Teknologi Garis Gawang
Gol Karim Benzema ke gawang Honduras yang diputuskan melalui teknologi garis gawang. (Reuters/Damir Sagolj)

Suara.com - Untuk kali pertama, teknologi garis gawang digunakan sebagai salah satu masukan bagi wasit dalam memimpin pertandingan di ajang Piala Dunia 2014. Kejadian itu terjadi ketika Prancis melawan Honduras. Tendangan Karim Benzema mengenai mistar gawang dan berbalik arah menuju kiper Noel Valladares.

Bola mengenai tangan kiper dan masuk ke gawang, sebelum akhirnya dibuang keluar. Hanya dalam hitungan detik, wasit memutuskan bahwa bola telah melewari garis gawang. Penonton juga langsung diperlihatkan tayangan ulang melalui layar lebar yang ada di stadion.

GoalControl adalah perusahaan asal Jerman yang membuat teknologi garis gawang tersebut. Mereka menempatkan tujuh kamera di setiap gawang dan mampu memproduksi 500 gambar tiga dimensi dalam hitungan detik. Penerapan teknologi garis gawang di Piala Dunia 2014 diprediksi akan membuat GoalControl kebanjiran pesanan.

“Piala Dunia adalah contoh internasional di mana akan meningkatkan permintaan untuk teknologi garis gawang,” kata Dirk Broichhausen, Direktur GoalControl.

Komputer yang tersambung dengan kamera yang ada di sekitar gawang langsung memberikan gambar ke layar di stadion. Dengan demikian, penonton yang ada di dalam stadion bisa melihat langsung apakah bola melewati gawang atau tidak.

Sistem tersebut juga akan memberikan getaran kepada jam tangan yang dipakai wasit apabila bola telah melewati garis gawang hanya dalam hitungan detik. Teknologi ini sudah digunakan pada ajang Piala Konfederasi 2013 namun tidak pernah ada kejadian yang perlu bantuan teknologi ini.
“Kami yakin teknologi garis gawang ini akan digunakan di liga penting di Eropa dan juga di seluruh dunia dalam beberapa tahun ke depan,” kata Broichhausen.

Namun demikian, perusahaan asal Jerman itu belum bisa menggunakan produknya itu di liga domestik. 36 klub sepak bola di Jerman menolak penggunaan teknologi garis gawang di liga. Broichhausen mengatakan, dana yang diperlukan untuk menerapkan teknologi garis gawang di sebuah stadion sebesar 270 ribu dolar Amerika.

Teknologi ini sebenarnya sangat membantu wasit untuk mengurangi kesalahan dalam mengambil keputusan. Terutama dalam menentukan apakah bola sudah melewati garis gawang atau belum. Teknologi ini seperti ini justru akan membuat permainan sepak bola menjadi lebih menarik.(AFP/CNA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Benzema Bangga, Deschamps Puas Strateginya Berjalan

Benzema Bangga, Deschamps Puas Strateginya Berjalan

Bola | Senin, 16 Juni 2014 | 09:08 WIB

Piala Dunia Gunakan Teknologi Garis Gawang

Piala Dunia Gunakan Teknologi Garis Gawang

Bola | Kamis, 12 Juni 2014 | 19:10 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×