Ini Alasan Djohar Kenapa PSSI Menolak Penundaan Dimulainya LSI

Arsito Hidayatullah

Minggu, 15 Februari 2015 | 14:59 WIB
Ini Alasan Djohar Kenapa PSSI Menolak Penundaan Dimulainya LSI
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin (kiri) dan Ketua Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano. [Suara.com/Lidya Salmah]

Suara.com - Sikap Tim Sembilan yang melalui Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) merekomendasikan penundaan Liga Super Indonesia (ISL) 2015 kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, menuai tanggapan serius dari Ketua Umum PSSI Djohar Arifin.

Menurut Djohar, usulan penundaan kompetisi itu sangat tidak etis, serta akan merugikan sepak bola Indonesia. Pasalnya menurtnya, perhelatan kompetisi di Indonesia sudah terlambat karena seharusnya dimulai Januari lalu, tapi karena ada masalah pada klub harus ditunda hingga Februari ini.

"Malaysia sudah jalan, Vietnam juga jalan. Thailand dan semua negara lain sudah. Itu kenapa? Karena mereka mengejar bulan Oktober nanti sudah selesai, mengingat event-event regional ASEAN dan Asia itu start-nya di November," ucap Djohar di Jayapura, Papua, baru-baru ini.

"Nah, kalau kita tidak selesai, artinya kita tidak punya juara saat itu. Sehingga kalau kita raih juara III, kita tidak bisa kirimkan ke level selanjutnya," timpalnya.

Dikatakan Djohar lagi, penundaan yang dilakukan juga akan merugikan klub dan dunia persepakbolaan secara umum.

"Satu hari saja ditunda kompetisi, maka berapa juta rupiah yang sudah terbuang oleh klub untuk makan, minum, pemondokan pemain dan para pekerja di klub tersebut. Apalagi kalau penundaan dua hari, seminggu atau sebulan, wah, bisa melumpuhkan klub itu sendiri," paparnya.

Tidak hanya itu, menurut Djohar, penundaan kompetisi juga akan berpengaruh pada sponsor-sponsor yang telah meneken kontrak dengan klub yang akan berlaga. Begitu juga, akan berpengaruh terhadap LSI yang memiliki sponsor. Penundaan menurutnya akan merusak kontrak sponsor dan nilai kontraknya, sementara kehadiran sponsor merupakan pemasukan bagi klub.

"Tentu juga pemain dirugikan, karena jika kontraknya sekitar 10 bulan dan harus menyelesaikan satu musim, tapi dengan penundaan yang bisa mencapai 12 hingga 13 bulan dengan nilai yang sama, mereka akan bekerja lebih lama. Jadi sekali lagi, pemain dirugikan," ungkapnya.

Kerugian lain yang diakibatkan penundaan ini, tambah Djohar, adalah timnas Indonesia yang seharusnya bisa mengikuti banyak kegiatan, berkumpul dan menyiapkan tim untuk ajang lain setelah rampungnya kompetisi, ikut terhambat aktivitasnya. Pasalnya, dengan pengunduran belum bisa diketahui apakah LSI bulan November atau Desember sudah akan selesai.

Lebih jauh, Djohar pun mengibaratkan klub dan kompetisi itu layaknya pabrik yang dituntut bekerja, berproduksi agar menghasilkan uang. Sementara pemain itu ibarat tenaga kerja yang bekerja di pabrik, sehingga untuk mendapatkan uang mereka harus bekerja (bermain).

"Tapi kalau kompetisi dihentikan, maka pabrik (klub dan kompetisi) akan mati karena tidak ada produksi, sehingga tenaga kerja (pemain) tidak dapat gaji," katanya.

Untuk itu, Djohar pun berharap pertimbangan-pertimbangan ini menjadi perhatian penting bagi Menpora. Dia berharap Menpora tidak menyetujui usulan Tim Sembilan, karena banyaknya kerugian yang akan dialami persepakbolaan Indonesia.

"Kalau disetujui, sama saja menghancurkan sepakbola Indonesia. Tapi mudah-mudahan Pak Menpora tidak sampai melakukannya," harapnya.

Di sisi lain, Djohar mengaku tidak mengenal para tokoh yang berada di Tim Sembilan itu. Sebelumnya menurutnya, dia sudah sempat mengajak komunikasi tim tersebut, tapi dari pihak Tim Sembilan enggan membuka diri dengan PSSI.

"Saya sudah hubungi mereka, tapi mereka tidak respons. Tapi saya tetap meminta Pak Menpora untuk melaksanakan kompetisi, biar tidak ada kerugian dari semua pihak," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Persipura Jayapura, Benhur Tommy Mano, dengan tegas turut menyatakan menolak jika kompetisi ditunda. Alasannya adalah karena pihaknya akan mengalami kerugian besar.

"Jelas rugi, karena kita sudah persiapkan semuanya dengan baik. Pemain bahkan kita sudah kontrak pemain dari luar. Jadi saya minta tetap dilaksanakan, karena kalau ditunda akan menghalangi Persipura untuk berlaga di AFC," tandas Benhur. [Lidya Salmah]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rekomendasi Tim Sembilan Terkait ISL 2015

Rekomendasi Tim Sembilan Terkait ISL 2015

Bola | Sabtu, 14 Februari 2015 | 19:00 WIB

Ketum PSSI Nilai Usulan Penundaan ISL Tidak Etis

Ketum PSSI Nilai Usulan Penundaan ISL Tidak Etis

Bola | Sabtu, 14 Februari 2015 | 18:34 WIB

Tim Sembilan Soroti Tunggakan Gaji Pemain

Tim Sembilan Soroti Tunggakan Gaji Pemain

Bola | Kamis, 05 Februari 2015 | 11:33 WIB

Kemenpora Tidak Akan Intervensi PSSI

Kemenpora Tidak Akan Intervensi PSSI

Bola | Kamis, 29 Januari 2015 | 02:17 WIB

Terkini

Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI

Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:38 WIB

Dari Bibimbap hingga Jollof Rice, Ini 5 Makanan Tradisional yang Jadi Rahasia Nutrisi Atlet Elite

Dari Bibimbap hingga Jollof Rice, Ini 5 Makanan Tradisional yang Jadi Rahasia Nutrisi Atlet Elite

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:33 WIB

RI Kejar Dagang Thailand Tembus US$20 Miliar, Mendag: "Hambatan Harus Dihapus!"

RI Kejar Dagang Thailand Tembus US$20 Miliar, Mendag: "Hambatan Harus Dihapus!"

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadirkan Hikayat Srikandi Nusantara, Libatkan 1.700 Seniman

Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadirkan Hikayat Srikandi Nusantara, Libatkan 1.700 Seniman

Entertainment | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Kecelakaan Maut Tol Cipali: Anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo Meninggal Usai Tabrak Truk

Kecelakaan Maut Tol Cipali: Anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo Meninggal Usai Tabrak Truk

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Bahlil Ubah Kuota RKAB Minerba 2026, Perusahaan Setor Royalti Terbesar Diprioritaskan

Bahlil Ubah Kuota RKAB Minerba 2026, Perusahaan Setor Royalti Terbesar Diprioritaskan

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Remember Fest x Cube Concert Siap Gebrak Jakarta dengan Nostalgia dan Inovasi

Remember Fest x Cube Concert Siap Gebrak Jakarta dengan Nostalgia dan Inovasi

Entertainment | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo

Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo

Jawa Tengah | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Apakah Pakai Tinted Sunscreen Aman untuk Kulit Berjerawat? Simak Jawabannya di Sini!

Apakah Pakai Tinted Sunscreen Aman untuk Kulit Berjerawat? Simak Jawabannya di Sini!

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Kaki Hilang dan Tangan Terikat, Jasad Mutilasi di Depok Ditemukan Saat Warga Bakar Karung

Kaki Hilang dan Tangan Terikat, Jasad Mutilasi di Depok Ditemukan Saat Warga Bakar Karung

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:01 WIB

×