Mengenang Johan Cruyff, Pesepakbola Legendaris asal Belanda

Rizki Nurmansyah

Kamis, 24 Maret 2016 | 21:56 WIB
Mengenang Johan Cruyff, Pesepakbola Legendaris asal Belanda
Legenda Belanda, Ajax Amsterdam, dan Barcelona, Johan Cruff [Reuters/Gustau Nacarino]

Suara.com - Kabar wafatlnya Johan Cruyff pada, Kamis (24/3/2016), di rumahnya di Barcelona, Spanyol, tidak hanya jadi kesedihan bagi masyarakat Belanda, negara tempat dia dilahirkan. Awan kelabu ini juga dirasakan pencinta sepakbola di seluruh penjuru dunia.

Nama besar pria yang memiliki nama lengkap Hendrik Johannes Cruijff itu tak lekang dimakan zaman. Cruyff yang wafat di usia 68 tahun senantiasa dielu-elukan sebagai salah satu pemain terbaik yang ada di muka bumi ini.

Cruyff meninggalkan tiga orang anak, Chantal, Susila, dan Jordi dari hasil pernikahannya dengan Danny Coster pada 2 Desember 1968. Cruyff meninggal akibat kanker paru-paru yang telah diagnosa sejak Oktober 2015 lalu.

Cruyff pernah melakukan operasi jantung di tahun 1991 akibat jadi perokok berat. Sebelumnya pada Februari lalu Cruyff yang sempat dilarikan ke rumah sakit menyatakan kesehatannya makin membaik dan yakin akan pulih sepenuhnya.

"Setelah beberapa kali lakukan pemeriksaan media saya bisa katakan hasilnya sangat positif. Saya berterima kasih kepada seluruh dokter yang telah bekerja luar biasa dan juga orang-orang terdekat saya yang telah membangun mental saya secara positif," ujar Cruyff kala itu.

Berikut sejarah singkat dari Johan Cruyff.
Awal Karier:
Cruyff masuk ke akademi sepakbola Ajax Amsterdam tepat di hari ulang tahunnya yang ke-10. Tujuh tahun kemudian dia memulai debut profesionalnya di kancah sepakbola bersama Ajax, tepatnya pada 15 November 1964.

Ketika itu, dia bahkan mencetak satu-satunya gol Ajax dalam laga yang dimenangkan GVAV, 1-3. Total, Cruyff memperkuat Ajax selama sembilan musim, sebelum memutuskan hijrah ke Barcelona di tahun 1973.

Barcelona
Di musim panas 1973, Cruyff dijual ke Barcelona dengan banderol 6 juta gulden (sekitar 2 juta dolar AS di tahun 1973). Penjualan itu pun jadi rekor dunia saat itu.

Pada musim pertamanya di Los Azulgrana, Cruyff langsung persembahkan trofi La Liga 1973/74. Trofi ini jadi yang pertama lagi bagi klub asal Katalan itu sejak terakhir meraihnya di tahun 1960.

Salah satu momen yang diingat pada musim 1973/74 tersebut adalah saat Cruyff membantu Barcelona menang telak atas Real Madrid di Santiago Bernabeu, 5-0. Ribuan pencinta Barcelona yang menyaksikan laga itu melalui layar televisi pun langsung turun ke jalan untuk merayakan kemenangan bersejarah tersebut.

Amerika Serikat
Setelah mempersembahkan trofi Copa del Rey di musim 1977/78, Cruyff memutuskan pindah ke Amerika Serikat. Di usia yang kala itu masih 32 tahun, Cruyff setuju pindah ke Los Angeles Aztecs yang bermain di kompetisi Liga Sepakbola Amerika Utara (NASL).

Namun, di Aztecs dia hanya bermain setahun, karena di tahun berikutnya dia bergabung bersama kontestasn NASL lainnya, Washington Diplomats.

Levante
Pada 1981, Cruyff memutuskan kembali ke Spanyol. Kali ini dia bermain untuk Levante. Dia hanya tampil dalam 10 laga bersama Levante dan mencetak dua gol lantaran cedera dan masalah administrasi.

Kembali ke Ajax
Setelah kehidupan yang singkat di Livante, pada Desember 1981, Cruyff akhirnya balik ke Ajax Amsterdam. Di Ajax di hanya dua musim setelah bermain di 36 pertandingan dan mencetak 14 gol di kompetisi Liga Belanda.

Feyenoord Rotterdam
Di akhir musim 1982/83, Ajax memutuskan tak menawarkan kontrak baru kepada Cruyff. Hal ini membuat Cruyff berang dan kemudian memutuskan pindah ke rival mereka, Feyenoord Rotterdam.

Dia hanya semusim bersama Feyenoord karena di akhir musim Cruyff memutuskan pensiun.

Tim Nasional Belanda
Selama kariernya di timnas Belanda, Cruyff tercatat tampil dalam 48 pertandingan dan mencetak 33 gol. Debutnya bersama Tim Oranye terjadi pada 7 September 1966. Ketika itu Belanda menghadapi Hungaria di kualifikasi Piala Eropa 1968 dan laga berakhir seri 2-2.

Selama kiprahnya di Tim Oranye, Cruyff membawa Belanda jadi runner-up Piala Dunia 1974 dan memperoleh tempat ketiga di Piala Eropa 1976.

Karier Melatih
Tercatat, hanya ada tiga klub yang dilatih Cruyff; Ajax Amsterdam, Barcelona, dan Catalonia. Prestasi terbesarnya sebagai pelatih adalah saat melatih Barcelona.

Profil Singkat Johan Cruyff
Nama Lengkap: Hendrik Johannes Cruijff
Lahir: Amsterdam, Belanda, 25 April 1947
Wafat: Barcelona, Spanyol, 24 Maret 2016 (68 tahun)
Tinggi: 180 cm
Posisi: Gelandang Serang/Penyerang

Karier Junior
- 1957 s/d 1963 Ajax Amsterdam

Karier Senior*
- 1964 s/d 1973 Ajax 240 laga (190 gol)
- 1973 s/d 1978 Barcelona 143 (48)
- 1979 s/d 1980 Los Angeles Aztecs 23 (13)
- 1980 s/d 1981 Washington Diplomats 30 (12)
- 1981 Levante 10 (2)
- 1981 s/d 1983 Ajax 36 (14)
- 1983 s/d 1984 Feyenoord 33 (11)

* jumlah pertandingan dan gol hanya di kancah liga domestik

Karier Timnas
- 1966 s/d 1977 Belanda 48 (33)

Karier Melatih
- 1985 s/d 1988 Ajax
- 1988 s/d 1996 Barcelona
- 2009 s/d 2013 Catalonia

PRESTASI
Pemain
Ajax Amsterdam
- Eredivisie: 1965/66, 1966/67, 1967/68, 1969/70, 1971/72, 1972/73, 1981/82, 1982/83
- Piala Belanda: 1966/67, 1969/70, 1970/71, 1971/72, 1982/83
- Piala Intertoto: 1968
- Liga Champions: 1970/71, 1971/72, 1972/73
- Piala Super Eropa: 1972
- Piala Interkontinental: 1972

Barcelona
- La Liga: 1973/74
- Copa del Rey: 1977/78

Feyenoord
- Eredivisie: 1983/84
- Piala Belanda: 1983/84

Belanda
- Runner-up Piala Dunia: 1974
- Peringkat Ketiga Piala Eropa: 1976

Pelatih
Ajax
- Piala Belanda: 1985/86, 1986/87
- Piala Winners: 1987

Barcelona
- La Liga: 1990/91, 1991/92, 1992/93, 1993/94
- Copa del Rey: 1989/90
- Piala Super Spanyol: 1991, 1992, 1994
- Liga Champions: 1991/92
- Piala Super Eropa: 1992
- Piala Winners: 1989

Individu
- Dutch Footballer of the Year: 1968, 1972, 1984
- Ballon d'Or: 1971, 1973, 1974
- Dutch Sportsman of the Year: 1973, 1974
- FIFA World Cup Golden Ball: 1974
- FIFA World Cup All-Star Team: 1974
- Don Balón Award: 1977, 1978
- North American Soccer League MVP: 1979
- FIFA World Cup All-Time Team: 1994
- FIFA World Cup Dream Team: 2002
- World Team of the 20th Century
- FIFA 100 World Soccer Greatest XI of All Time: 2013

Pelatih
- World Soccer Awards Manager of the Year: 1987
- Don Balón Award for Coach of the Year: 1991, 1992
- Onze d'Or for Coach of the Year: 1991, 1992

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Johan Cruyff Meninggal, Ini Respon Ruud Gullit

Johan Cruyff Meninggal, Ini Respon Ruud Gullit

Bola | Kamis, 24 Maret 2016 | 21:32 WIB

Legenda Sepakbola Dunia Johan Cruyff Wafat

Legenda Sepakbola Dunia Johan Cruyff Wafat

Bola | Kamis, 24 Maret 2016 | 20:45 WIB

Pique 'Raja Telat', Messi Termasuk yang Paling Disiplin

Pique 'Raja Telat', Messi Termasuk yang Paling Disiplin

Bola | Kamis, 24 Maret 2016 | 19:00 WIB

Belum Bertanding, Nama Suarez Bikin Pemain Brasil Ini Ngeri

Belum Bertanding, Nama Suarez Bikin Pemain Brasil Ini Ngeri

Bola | Kamis, 24 Maret 2016 | 15:00 WIB

Terkini

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka

37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka

Kaltim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB

×