Suara.com - Rabu (9/8/2017) dini hari WIB, Manchester United akan melakoni laga wajib di kancah Eropa. Berstatus sebagai juara Liga Europa musim lalu, MU akan menghadapi jawara Liga Champions, Real Madrid, di ajang perebutan Piala Super Eropa.
Laga kontra Real Madrid, dinilai banyak pihak membangkitkan kenangan buruk bagi manajer MU Jose Mourinho. Seperti diketahui, Mou pernah membesut Madrid sejak tahun 2010 hingga 2013.
Mou meninggalkan Madrid menyusul gesekan yang terjadi antara dirinya dengan sejumlah pemain kunci Los Galacticos. Diantaranya Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos dan Iker Casillas yang kini berseragam FC Porto.
Namun perkiraan tersebut tampaknya meleset. Secara mental, laga nanti tidak akan mempengaruhi Mourinho. Pasalnya manajer asal Portugal mengaku dirinya meninggalkan Santiago Bernabeu dengan kepala tegak menyusul prestasi yang ditorehkan Madrid di bawah asuhannya.
Seperti diketahui, di bawah asuhan Mou Real Madrid berhasil merebut gelar La Liga dari Barcelona di musim 2011/12. Di ajang Liga Champions, Madrid yang sebelumnya mengalami kesulitan di fase gugur, berhasil tampil di tiga partai semifinal di tiga musim secara beruntun.
"Saya pergi meninggalkan Madrid tanpa beban, karena tidak ada lagi yang bisa saya berikan kepada klub. Bisa saya bilang saya memberikan lebih kepada Real Madrid ketimbang tim lain yang pernah saya latih sebelumnya," ujar Mou.
"Madrid saat itu, terlepas dari sejarah mereka, tidak bisa menembus babak perempat final Liga Champions. Pemain-pemain andalan mereka bahkan tidak pernah tampil di semifinal Liga Champions," jelas manajer asal Portugal.
"Ketika saya pergi, Madrid adalah tim yang tampil di tiga semifinal Liga Champions secara beruntun, juara Liga Spanyol, dan memecahkan rekor kemenangan kandang tandang dalam satu musim. Perbedaannya jelas," sambungnya seperti dikutip Soccerway.
"Saya pergi, dan sulit bagi banyak pihak untuk mengakui perubahan yang saya lakukan," tegasnya.