Cedera, Klok Tetap Turun di Laga Pamungkas PSM Makassar

Syaiful Rachman
Cedera, Klok Tetap Turun di Laga Pamungkas PSM Makassar
Pesepakbola bola PSM Makassar Marc Anthony Klok (kedua kanan) berebut bola dengan pesepakbola Bali United Mahamadou Ndiaye (kiri) dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (25/11/2018). Tuan rumah PSM Makassar menang melawan Bali United dengan skor 4-0 (2-0). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

PSM Makassar akan menjamu PSMS Medan di laga pamungkas Liga 1 2018.

Suara.com - Pelatih PSM Robert Rene Alberts tetap menyiapkan Marc Anthony Klok untuk mengisi lini tengah tim Juku Eja saat menjamu PSMS Medan pada laga terakhir Liga 1 2018 yang akan digelar di Stadion Mattoanging, Makassar, meski saat ini sang pemain tengah dibekap cedera sobek ligamen pada bagian bahunya.

Robert Rene Alberts di Makassar, Kamis (6/12/2018), mengatakan setiap pemain tentu memiliki keinginan besar untuk turun di laga pamungkas meski akan dilihat kondisi terakhir sebelum dimainkan.

"Klok sudah melakukan pemeriksaan hari ini dan kayaknya sobekan di bahu namun kondisinya tidak begitu serius. Ia (Klok) ternyata harus mengakhiri kompetisi dengan cedera," kata Alberts seperti dimuat Antara.

Ia menjelaskan, jika melihat hasil pemeriksaan hari ini, dirinya mengaku optimistis jika pemain asal Belanda itu tetap bisa dimainkan meski tidak sampai 90 menit atau sepanjang pertandingan.

"Mudah-mudahan kita bisa memainkan sekitar 30 menit di pertandingan terakhir (lawan PSMS Medan)," ujarnya.

Sementara terkait Hasyim Kipuw dipastikan absen karena terkena hukuman kartu merah di laga sebelumnya menghadapi Bhayangkara FC.

"Hasyim Kipuw selain menjalani hukuman kartu, juga dalam kondisi cedera. Namun kita sudah punya pemain untuk mengisi posisinya," sebut pelatih asal Belanda itu.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga blak-blakan soal pengaturan skor yang tengah ramai diperbincangkan saat ini.

Dirinya mengaku sudah memiliki pengalaman soal tindakan pengaturan skor saat menangani tim di Malaysia, Singapura hingga Thailand.

"Saya bilang sudah alami sendiri di Malaysia pengaturan skor, belajar banyak di situ, bagaimana menanganinya kemudian," ujarnya.

"Orang mengubungi pemain dalam tim dan hal sama saat melatih di Singapura. Saat melatih di Thailand tidak sama, pemain lebih menjunjung tinggi sportivitas tapi perangkat lain yang justru terlibat dan di Indonesia berbeda," pungkasnya.

Baca Juga

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS