-
PSM Makassar kalah 0-1 dari Persebaya akibat lemahnya penyelesaian akhir meski mendominasi statistik serangan.
-
Pelatih Tomas Trucha menyoroti 40 sentuhan di kotak penalti yang gagal menjadi gol kemenangan.
-
Pemain berjanji tampil lebih energik sejak babak pertama pada laga Liga 1 berikutnya nanti.
Suara.com - Kekalahan menyakitkan harus diterima skuat Juku Eja PSM Makassar saat bertandang ke markas Bajul Ijo Persebaya Surabaya dalam lanjutan kompetisi.
Hasil minor ini disebabkan oleh ketidakmampuan para penggawa tim tamu dalam mengonversi setiap kesempatan menjadi angka.
Stadion Gelora Bung Tomo menjadi saksi bagaimana dominasi serangan tidak menjamin kemenangan bagi tim asal Sulawesi ini.
Skor tipis satu gol tanpa balas menjadi hasil akhir yang mengecewakan bagi seluruh pendukung setia mereka.
“Kami selalu kalah tipis 1-0 atau 2-1. Ini sangat menyakitkan, tetapi kami harus terus melangkah karena selalu ada pertandingan berikutnya,” kata Tomas dalam konferensi pers di Stadion GBT Surabaya, Rabu malam.
Sang arsitek tim merasa anak asuhnya sebenarnya sudah membentengi pertahanan dengan sangat disiplin sepanjang laga.
Secara teknis, skuat mereka telah memetakan dengan baik bagaimana gaya bermain yang diusung oleh tim tuan rumah.
Persiapan matang yang dilakukan sebelum pertandingan seharusnya mampu meredam setiap pergerakan motor serangan lawan di lapangan.
Kekalahan ini memaksa tim kepelatihan untuk segera melakukan pembenahan besar-besaran di sesi latihan mendatang.
Baca Juga: Hajar Persebaya, Mario Lemos Puji Performa Luar Biasa Persijap Jepara
“Satu gol yang menentukan. Selamat untuk coach Tavares dan Persebaya. Kami pulang tanpa poin dan harus kembali bekerja di latihan,” ucapnya.
Tomas menyoroti bagaimana timnya justru buntu saat berada di zona berbahaya lawan meski memiliki banyak ruang.
Tercatat ada sepuluh laga terakhir yang hanya membuahkan satu kemenangan manis bagi klub kebanggaan masyarakat Makassar ini.
Efektivitas di barisan depan menjadi sorotan utama karena rasio gol yang sangat rendah dibanding peluang yang ada.
Data menunjukkan PSM sebenarnya sangat aktif meneror pertahanan lawan dengan intensitas serangan yang sangat tinggi.
Terdapat catatan krusial mengenai 40 sentuhan bola yang dilakukan para pemain di dalam area terlarang lawan.
Selain itu, total 12 tembakan telah dilepaskan namun tidak satupun yang berhasil menggetarkan jala gawang musuh.
Pelatih menilai ada kesalahan dalam pengambilan keputusan akhir yang dilakukan oleh para pemain saat mendapatkan momentum.
Banyak peluang bersih yang terbuang percuma hanya karena kurangnya ketenangan di depan gawang Persebaya Surabaya semalam.
Fokus perbaikan kini dialihkan sepenuhnya pada bagaimana mempertajam insting gol para penyerang mereka di laga selanjutnya.
“Masalah kami bukan di pertahanan karena kami tidak kebobolan banyak gol. Tantangan terbesar adalah menciptakan peluang bersih dan menyelesaikannya menjadi gol,” ujarnya.
Secara organisasi permainan, lini belakang tim ini sebenarnya sudah menjalankan instruksi dengan cukup sangat baik.
Rendahnya jumlah gol yang bersarang di gawang mereka membuktikan bahwa koordinasi bek berjalan sesuai dengan rencana.
Masalah utama tetap berakar pada transisi positif yang gagal diselesaikan dengan penyelesaian akhir yang mematikan.
Keseimbangan antara bertahan dan menyerang kini menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi jajaran manajemen.
Manajemen klub dilaporkan telah bergerak cepat dengan mendatangkan tenaga baru untuk memperkuat kedalaman skuat yang ada.
Kehadiran pemain tambahan ini diharapkan mampu memberikan warna baru dan variasi serangan yang lebih kreatif lagi.
Kini pelatih memiliki fleksibilitas lebih dalam menentukan pilihan pemain jika ada pilar utama yang terpaksa harus absen.
Harapan besar diletakkan pada pundak para pemain baru agar bisa segera beradaptasi dengan atmosfer kompetisi yang ketat.
Sinergi antara manajemen dan tim teknis diharapkan segera membuahkan hasil positif dalam bentuk poin di klasemen.
“Manajemen sudah melakukan segalanya untuk membantu kami, dan sekarang tugas kami adalah mulai meraih poin,” tuturnya.
Di sisi lain, Luka Cumic selaku pemain merasa performa tim pada paruh pertama pertandingan sangat jauh dari harapan.
Kurangnya energi dan tekanan di menit-menit awal membuat lawan lebih leluasa dalam mengendalikan ritme permainan di tengah.
Mereka baru mencoba meningkatkan intensitas serangan secara signifikan ketika memasuki babak kedua namun semuanya sudah terlambat.
Semangat juang yang lebih tinggi menjadi janji para pemain untuk ditebus pada pertandingan-pertandingan yang akan datang nantinya.
“Kami tidak bermain bagus di babak pertama. Kami butuh lebih banyak energi dan tekanan. Di babak kedua kami mencoba mencetak gol dan harus memberikan 100 persen di pertandingan berikutnya,” ujar Cumic.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen tim untuk tidak meremehkan sedikitpun kelengahan di lapangan.
Mentalitas pemenang harus segera dipulihkan agar kepercayaan diri para pemain kembali berada pada level yang tertinggi.
Seluruh tim kini fokus penuh untuk menatap jadwal berikutnya demi mengamankan posisi mereka di papan tengah klasemen.
Kemenangan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi demi mengobati luka para pendukung akibat kekalahan ini.