PSIS Ditaklukkan Persebaya, Bambang Nurdiansyah: Kami Kalah Segalanya

Reky Kalumata
PSIS Ditaklukkan Persebaya, Bambang Nurdiansyah: Kami Kalah Segalanya
Pelatih PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah (tengah) dan Ganjar Mukti (kanan) dalam jumpa pers usai pertandingan melawan Persija Jakarta, di Stadion Patriot, Minggu (15/9/2019). (Suara.com/ Adie Prasetyo)

PSIS Semarang dibungkam Persebaya 0-4 di Stadion Moch Soebroto

Suara.com - Pelatih Kepala PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah mengakui Persebaya Surabaya bermain dominan setelah skuatnya ditaklukkan 0-4 pada laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Moch Soebroto, Jumat (20/9/2019).

"Selamat buat Persebaya, kita kalah segalanya. Mereka lebih determinasi, mereka lebih cepat. Hal ini menjadi PR saya untuk kerja keras ke depan harus membenahi tim ini," kata Bambang usai pertandingan.

Bambang mengaku heran pada hilangnya tiba-tiba determinasi tim asuhannya, padahal waktu bermain di kandang lawan bermain bagus dan bergairah tidak seperti bermain di kandang sendiri yang justru tidak bergairah.

Pesepak bola PSIS Semarang Frendi Saputra (kanan) berupaya melewati hadangan pesepak bola Persebaya Abu Rizal (kiri) pada laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2019). ANTARA FOTO/Aji Styawan
Pesepak bola PSIS Semarang Frendi Saputra (kanan) berupaya melewati hadangan pesepak bola Persebaya Abu Rizal (kiri) pada laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2019). ANTARA FOTO/Aji Styawan

"Itu semua PR buat saya, saya akan evaluasi, saya tidak pernah menyalahkan pemain, tetapi itu PR buat saya," ujarnya seperti dimuat Antara.

Dia menilai para pemain sudah berusaha maksimal dan dia juga yakin timnya tidak akan mau dipermalukan di kandang sendiri.

"Saya akan perbaiki apa pun hasilnya, saya respek sama pemain," kata Bambang.

Menyinggung kemungkinan pemain-pemainnya terpengaruh oleh pertandingan tanpa penonton, Bambang menyatakan seharusnya ada atau tidak ada penonton pemain tidak boleh bermain seperti itu.

"Waktu main di Makassar kita tidak ada suporter juga kita lawan, intinya ada apa ini, PR buat saya dan tim, sebelum saya melatih main di kandang juga tidak pernah bagus katanya," kata Bambang lagi.

Menunjuk fakta Persebaya pernah dihajar Arema 0-4 dan PSIS ditahan seri 1-1 oleh Arema meskipun bermain dengan 10 pemain, Bambang menyatakan bermain sepak bola bukan matematika.

"Segala sesuatunya bisa terjadi dalam sepak bola, lawan bisa main bagus jika tidak ada tekanan dari kita, lawan bisa bagus kalau kita lebih jelek. Tadi Persebaya main luar biasa, karena memang PSIS bermain jelek," pungkas Bambang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS