Terungkap, Ini Alasan Bepe Tak Habiskan Seluruh Kariernya dengan Persija

Reky Kalumata | Adie Prasetyo Nugraha
Terungkap, Ini Alasan Bepe Tak Habiskan Seluruh Kariernya dengan Persija
Pesepak bola Persija Jakarta Bambang Pamungkas membawa bunga usai melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (17/12/2019). Dalam laga tersebut Bambang Pamungkas mengakhiri karirnya di sepak bola sebagai pemain. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.

Bambang Pamungkas pernah memperkuat Selangor FA di Malaysia dan Pelita Bandung Raya (PBR)

Suara.com - Dalam karier sepak bolanya, Bambang Pamungkas tidak terus berada di tim Persija Jakarta. Ada dua tim yang membuat Bambang Pamungkas harus meninggalkan Pasukan Ibu Kota.

Dua tim itu adalah Selangor FA di Malaysia (2004) dan Pelita Bandung Raya (PBR) pada tahun 2012. Namun, selepas memperkuat dua tim itu, pemain yang akrab disapa Bepe ini pun kembali bersama Persija.

Tidak banyak yang tahu alasan Bepe meninggalkan tim berjuluk Macan Kemayoran itu. Padahal, Bepe diketahui sangat mencintai tim kesayangan Jakmania itu.

Manajer Persija Jakarta Bambang Pamungkas alias Bepe saat sesi perkenalan di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (17/1/2020). (dok. Persija).
Manajer Persija Jakarta Bambang Pamungkas alias Bepe saat sesi perkenalan di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (17/1/2020). (dok. Persija).

"Saya pindah ke Malaysia dari Persija 2004 karena ada permasalahan yang membuat saya harus pindah. Saya menantang diri saya di sana karena saat itu saya tidak siap untuk menghadapi Persija di Indonesia," kata Bepe di Channel Youtube Hanif Sjahbandi dan Rendy Juliansyah.

"Ketika Malaysia tidak lagi menggunakan pemain asing, saya harus pulang. Ada tawaran dari beberapa klub, seperti dari Arema dan Persik. Namun, saya pilih Persija karena ada ikatan batin yang membuat saya merasa nyaman berada di sana, ia menjelaskan.

Lagi-lagi ada masalah yang membuat Bepe meninggalkan Persija pada tahun 2012 dan gabung PBR. Namun, Bepe tidak menyebut masalah apa yang ia alami itu.

"Kemudian 2012 saya pindah lagi karena memang ada permasalahan lagi. Makanya selalu saya katakan kalau saya pindah pasti karena ada permasalahan."

"Dan saya katakan tidak ada siapapun pemain yang lebih besar dari klub. Jadi ketika pemain ada masalah dengan klub, ya pemain itu yang harus pindah," lanjutnya.

Bepe sadar kepindahannya ke PBR menuai kontroversi. Apalagi, PBR bertemu dengan Persija Jakarta yang ia cintai.

"Secara profesional saya bangga. Saya membuktikan saat itu masih menjadi striker yang berbahaya. Namun, dalam hati saya tentu ada rasa sedih karena akhirnya Persija gagal lolos dan yang membuat mereka gagal adalah PBR," kenang Bepe.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS