Kisah Marko Simic, Rela Tak Kuliah Demi Sepak Bola

Reky Kalumata | Adie Prasetyo Nugraha
Kisah Marko Simic, Rela Tak Kuliah Demi Sepak Bola
Bek Persija Jakarta Maman Abdurrahman saat merayakan gol bersama dengan Marko Simic (dok. Persija)

Striker Persija ini mengakui bahwa dia cukup berprestasi di sekolah

Suara.com - Striker Persija Jakarta Marko Simic menjadi salah satu pesepakbola sukses di Indonesia. Tentu butuh perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan demi mencapai hal tersebut, salah satunya adalah pendidikan.

Simic mengakui hal tersebut. Pemain berusia 32 tahun tersebut menjelaskan bahwa ia cukup berprestasi di sekolah, bahkan sering ikut lomba sebelum mengenal sepak bola.

Simic menjelaskan saat fokus ke sepak bola, nilai-nilai di sekolahnya sampai anjlok. Bahkan, eks pemain Melaka United itu sempat merasakan ada di ranking paling bawah sekolahnya.

Pesepak bola Persija Jakarta Marco Simic melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Madura United dalam pertandingan semifinal Piala Gubernur Jatim di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (17/2/2020). Persija melaju ke final setelah mengalahkan Madura United dengan skor akhir 2-1. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.
Pesepak bola Persija Jakarta Marco Simic melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Madura United dalam pertandingan semifinal Piala Gubernur Jatim di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (17/2/2020). Persija melaju ke final setelah mengalahkan Madura United dengan skor akhir 2-1. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.

"Banyak hal yang saya lakukan demi sepak bola. Jujur, saya cukup bagus di sekolah," kata Simic dikutip dari Youtube Persija.

"Beberapa kali ikut kompetisi antar sekolah seperti matematika, geografi, dan lainnya. Tapi, ketika saya beranjak dewasa fokus bermain sepak bola saya malah jadi peringkat paling bawah," katanya menambahkan.

"Saat usia 14 tahun saya pindah Zagreb bersama orang tua dan mulai bermain di tim di kota itu. Seperti yang saya katakan sebelumnya seya lebih banyak pergi ke gymnasium di sekolah, padahal sekolah itu salah satu yang terbaik," jelasnya.

Meski begitu, Simic tetap bisa menyelesaikan sekolahnya. Bahkan, pemain bernomor punggung sembilan itu diterima masuk universitas di negaranya, Kroasia.

Namun, disaat yang bersamaan ia ditawari membela sebuah klub di Rusia. Setelah menimbang-nimbang sang pemain akhirnya lebih memilih ke Rusia.

"Saya tetap bisa lulus dan menyelesaikan semuanya dan setelah itu saya bisa masuk universitas olahraga. Dan saya juga ditawari bermain di Rusia, jadi saya akhirnya memilih main sepak bola dibanding kuliah," ungkapnya.

Lebih lanjut, Simic mengingatkan pesepakbola muda untuk tetap memikirkan pendidikan. Sebab, pendidikan juga dibutuhkan untuk karier seoramg pemain bola.

"Itu yang lucu dari sepak bola. Meski begitu kamu harus tetap memikirkan sekolah. Karena pendidikan di sekolah juga sangat penting untuk pesepakbola," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS