Persija Ajukan Tiga Syarat Jika Liga 1 Kembali Digelar

Reky Kalumata | Adie Prasetyo Nugraha
Persija Ajukan Tiga Syarat Jika Liga 1 Kembali Digelar
Logo Persija Jakarta. [Laman resmi Persija]

Tim Liga 1 memberikan masukan agar kompetisi digelar pada bulan Oktober

Suara.com - Persija Jakarta mempunyai tiga syarat jika Liga 1 kembali digelar. Direktur Olahraga Persija Ferry Paulus berharap PSSI segera menindaklanjuti syarat dari timnya ini.

Sebelumnya, PSSI telah melakukan pertemuan virtual membahas keberlangsungan kompetisi dengan perwakilan tim Liga 1 dan 2, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), serta Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI).

Pada pertemuan tersebut PSSI memberikan gambaran bahwa Liga 1 akan digulirkan pada September mendatang dengan beberapa ketentuan. Diantaranya, ada protokol kesehatan yang ketat, pertandingan terpusat di Pulau Jawa, hingga menaikan uang subsidi.

CEO Persija Ferry Paulus saat memberikan keterangan terkait Bruno Matos di kawasan Bekasi, Sabtu (31/8/2019). (Suara.com/ Adie Prasetyo)
Ferry Paulus saat memberikan keterangan terkait Bruno Matos di kawasan Bekasi, Sabtu (31/8/2019). (Suara.com/ Adie Prasetyo)

Akan tetapi kabar terbaru disebutkan oleh Plt. Sekjen PSSI Yunus Nusi bahwa tim Liga 1 memberikan masukan agar kompetisi digelar pada bulan Oktober.

Adapun syarat pertama yang diminta oleh Persija adalah harus dipastikan bahwa pandemi COVID-19 sudah melandai sebelum kompetisi digelar. Ferry juga ingin seluruh pertandingan terpusat di Pulau Jawa seperti apa yang disampaikan PSSI.

"Syarat pertama harus dipastikan Pandemi COVID-19 sudah melandai. Oleh karena itu sebaiknya kick off digelar bulan Oktober dan berpusat di Jawa," kata Ferry Paulus dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2020).

"Pulau Jawa menjadi opsi karena dapat menggunakan transportasi darat agar mengurangi risiko penyebaran COVID-19 jika menggunakan pesawat. Tentunya hal ini diimbangi dengan protokol kesehatan yang baik," tambahnya.

Syarat kedua yang diajukan Persija adalah menaikkan subsidi untuk klub dan adanya peran aktif dari pemerintah. Sebab, kondisi pandemi saat ini membuat klub tidak punya pemasukan yang banyak.

"Kami juga meminta subsidi dinaikkan karena praktis sudah tidak ada pendapatan dari sponsor dan tiket. Pemerintah juga harus berperan untuk dapat memberi keringanan biaya stadion, pajak, dan biaya pertandingan lainnya," tambah Ferry Paulus.

Untuk yang terakhir, Ferry meminta kepada PSSI segera memutuskan harus ada negosiasi ulang kontrak dengan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Ia tidak ingin muncul masalah baru saat liga kembali berputar di kemudian hari.

"PSSI harus dapat memastikan bahwa harus ada renegoisasi dengan pihak APPI. Jika tidak maka akan menyisakan masalah baru kaitannya dengan gaji pemain dan ofisial," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS