- Persija Jakarta meraih hasil imbang 1-1 melawan Dewa United di JIS pada Minggu (15/3/2026), membuat pelatih kecewa.
- Gol Persija dicetak Emaxwell Souza, namun dibalas Alexis Messidoro, mengakibatkan hilangnya dua poin penting di kandang.
- Mauricio Souza fokus pada analisis performa tim dan menepis opini media sosial, bertekad bangkit di laga berikutnya.
Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengaku merasakan kekecewaan yang sama dengan para suporter setelah timnya gagal mengamankan kemenangan saat menghadapi Dewa United.
Pertandingan lanjutan Super League Indonesia yang digelar di Jakarta International Stadium pada Minggu (15/3/2026) itu berakhir dengan skor 1-1. Hasil tersebut membuat Macan Kemayoran harus rela kehilangan dua poin penting di kandang sendiri.
Persija sebenarnya sempat berada di atas angin setelah gol Emaxwell Souza pada masa injury time babak pertama membawa tim tuan rumah unggul.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Alexis Messidoro mencetak gol balasan pada babak kedua untuk Dewa United.
Gol tersebut memaksa laga berakhir imbang dan membuat kemenangan yang sudah di depan mata Persija akhirnya sirna.

Souza pun tidak menampik bahwa hasil tersebut memunculkan kekecewaan besar, baik dari para pemain, staf tim, maupun suporter setia Persija, Jakmania.
“Tentu saja para suporter berhak untuk kecewa. Apa yang mereka rasakan, kami juga merasakannya. Namun saya tidak melihat kurangnya usaha di lapangan," kata Souza kepada awak media.
"Tidak ada tim yang datang bermain melawan kami yang benar-benar lebih baik dari kami. Hari ini kami lebih baik dari Dewa United,” ucap Mauricio.
Meski demikian, Souza juga mengakui pertandingan yang tersaji tidak berlangsung menarik. Ia bahkan menilai kondisi lapangan turut memengaruhi kualitas permainan kedua tim.
“Pertandingan ini memang tidak indah. Semua orang tahu itu, dan saya juga setuju. Tetapi di lapangan yang buruk, permainan juga menjadi buruk,” katanya menambahkan.
Hasil imbang tersebut juga memicu beragam komentar dari suporter di media sosial yang mulai mempertanyakan performa tim ibu kota.
Menanggapi hal itu, pelatih asal Brasil tersebut menegaskan dirinya tidak terlalu memikirkan opini di luar tim. Ia memilih fokus pada hal-hal yang berada dalam kendalinya sebagai pelatih.
“Jangan hanya mempertimbangkan apa yang dikatakan di media sosial, karena saya fokus pada hal-hal yang bisa saya kendalikan. Saya menganalisis performa, bukan hanya hasil,” ujarnya.
Souza memastikan Persija tidak akan larut dalam kekecewaan. Ia menegaskan timnya akan berusaha bangkit saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-26 Super League 2025/2026.
“Kami merasakan kekecewaan para suporter, dan itu juga menjadi kekecewaan kami. Kami bekerja setiap hari, di bawah terik matahari maupun hujan."