alexametrics

Antonio Conte Ungkap Rasakan Kesulitan Serupa Tangani Inter dan Juventus

Reky Kalumata
Antonio Conte Ungkap Rasakan Kesulitan Serupa Tangani Inter dan Juventus
Ekspresi pelatih Inter Milan, Antonio Conte pada laga Liga Italia 2020/2021 kontra Bologna di Stadio Renato Dall'Ara, Minggu (4/4/2021). [Vincenzo PINTO / AFP]

Conte mengakui dia dan skuadnya tinggal selangkah lagi masuk dalam catatan bersejarah Inter Milan

Suara.com - Antonio Conte merasakan tantangan yang dihadapinya sebagai pelatih Inter Milan hampir serupa dengan kesulitan yang dialaminya saat masih pertama kali menangani Juventus satu dasawarsa silam.

Masa-masa di Juventus merupakan momen pemantik kegemilangan karier kepelatihan Conte, yang sempat terseok-seok dalam sekitar empat tahun pertamanya sebagai juru taktik.

Sebelum itu rekam jejak Conte hanyalah membawa Bari juara Serie B pada 2009 dan membawa Siena promosi ke Serie A dua musim kemudian.

Dua raihan menjanjikan itu membuat Conte dipercaya menduduki kursi pelatih Juventus, selepas pemecatan Luigi Delneri pada pengujung musim 2010/11.

Baca Juga: Klasemen Liga Italia: Milan Kembali ke Posisi Kedua, Inter Tatap Scudetto

Pelatih Inter Milan Antonio Conte meberikan arahan kepada pemain Inter Milan selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Udinese melawan Inter Milan di Dacia Arena, Minggu (24/1/2021) dini hari WIB.  [Vincenzo PINTO / AFP]
Pelatih Inter Milan Antonio Conte meberikan arahan kepada pemain Inter Milan selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Udinese melawan Inter Milan di Dacia Arena, Minggu (24/1/2021) dini hari WIB. [Vincenzo PINTO / AFP]

Conte tiba di Juventus yang dua musim beruntun cuma finis di posisi ketujuh, lima tahun setelah skandal calciopoli yang membuat mereka terdegradasi ke Serie B berlalu.

Menurut Conte, situasi yang dihadapinya di Juve sama beratnya dengan apa yang ia rasakan selama dua musim terakhir menangani Inter, yang sudah satu dasawarsa tidak juara ketika ia tiba di Giuseppe Meazza.

"Keduanya situasi yang sangat sulit, sebab saya bergabung dengan Juventus setelah meraih promosi bersama Siena dan Juve baru saja finis ketujuh di liga," kata Conte dilansir laman resmi Inter seperti dimuat Antara, Minggu ( WIB.

"Tidak ada visi yang jelas dan kami tidak diunggulkan, tetapi mampu mengalahkan tim-tim kuat. Sejak itu, siklus penting dimulai," ujarnya menambahkan.

Conte pada akhirnya jadi peletak batu pondasi dinasti Juventus dengan memenangi tiga dari sembilan gelar scudetto beruntun Si Nyonya Tua sebelum ia dipercaya menangani tim nasional Italia.

Baca Juga: Conte: Untuk Jadi Sejarah, Inter Harus Jadi Juara, Tak Cukup Main Bagus

Setelah tenor yang medioker di skuad Gli Azzurri, Conte hijrah ke Chelsea dan di musim pertamanya langsung membawa The Blues juara Liga Premier Inggris hanya untuk jadi korban rutinitas pemecatan Roman Abramovich semusim berselang.

Komentar