Rohingya United, Klub Para Pengungsi Rohingya yang Berkompetisi di Australia

Irwan Febri Rialdi

Senin, 26 Juli 2021 | 19:52 WIB
Rohingya United, Klub Para Pengungsi Rohingya yang Berkompetisi di Australia
Rohingya United. (Dok Image: Dan Peled/The Guardian)

Suara.com - Sepak bola bisa membawa perdamaian dan kesatuan, begitu yang sering dikatakan banyak orang soal olahraga satu ini. Salah satu bentuk dari impak sepak bola itu adalah lahirnya Rohingya United.

Sesuai dengan namanya, klub sepak bola ini dihuni oleh para pengungsi Rohingya, Myanmar, yang mendapatkan suaka di Australia. Adalah Rafique Mohammed yang mendirikan Rohingya United.

Selama 13 tahun Rafique mengungsi dari Myanmar ke Bangladesh. Di kamp pengungsian, kehidupan Rafique dana para pengungsi Rohngya lainnya begitu sulit.

"Satu kilogram beras, sedikit minyak, dan beberapa sayuran. Ada banyak orang yang hanya dapat sedikit makanan setiap harinya. Itu tidak pernah, dan tidak akan pernah cukup," ucap Rafique kepada The Guardian.

Namun, bagi anak-anak di kamp pengungsian, sepak bola adalah hal yang bisa membuat mereka melupakan sejenak segala kesulitan hidup. Rafique menjelasakan bahwa anak-anak di kamp pengungsian akan mengumpulkan kantong plastik dan menjadikannya sebagai bola sepak.

“Kami akan memasukkan semuanya ke dalam satu tas besar dan memerasnya, mengikatnya dengan tali dan membuat bola sepak. Kami akan bermain dengan itu, tanpa sepatu, di tanah," kata Rafique.

Rafique tidak pernah melihat pertandingan sepak bola profesional. Namun, satu momen istimewa hadir ketika Rafique bersama 99 pengungsi lainnya diizinkan menonton laga Piala Dunia 2010 di kantor PBB yang berada di dekat kamp pengungsian.

"Kami akan masuk untuk menonton beberapa menit pertandingan. Itu adalah pertama kalinya saya melihat sepak bola yang sebenarnya," kenangnya.

Ketika beranjak remaja, Rafique pindah ke Brisbane bersama ibu dan kedua saudaranya. Dia akhirnya bisa memegang bola sepak sungguhan untuk pertama kali, meski hanya sebuah bola murah dari salah satu toko retail di sana.

baca juga

Rafique akhirnya bergabung dengan salah satu komunitas, Virginia United selama dua musim. Namun, perjalannya tak mudah karena kendala bahasa dan adaptasi dari kehidupan di pengungsian ke kehidupan normal di masyarakat.

Akhirnya Rafique mendirikan Rohingya United bersama dengan para pengungsi Rohingya lainnya yang mendapat suaka di Australia.

"Kami memiliki banyak pemain muda. Jadi, saya dan sepupu saya menciptakan klub dan berpikir mungkin di masa depan kami bisa masuk ke liga. Kami baru saja membuat semua orang turun untuk menendang bola di sore hari. Begitulah awalnya," jelas Rafique.

"Lambat laun, kami mendapatkan banyak anggota komunitas yang datang untuk menonton kami. Jadi ini sangat penting bagi kami, karena kami mewakili komunitas kami dan kami membawa nama Rohingya ke mana pun kami pergi," tambahnya.

Antusias anak muda Rohingya di Australia dengan hadirnya Rohignya United sangat tinggi sehingga Rafique membentuk tim kedua yang dinamakan Queensland Rohingya (QR) The Brave.

Kedua klub ini pada akhirnya terdaftar di sebuah kompetisi sepak bola bernama Q-League yang baru memulai musim perdananya di Queensland. Ini adalah  liga multikultural yang menawarkan komunitas migran dan pengungsi kesempatan untuk bermain sepakbola tanpa membayar biaya pendaftaran yang tidak terlalu mahal.

Dari hanya sekadar membuat bola sepak dari plastik di kamp pengungsian, sepak bola dan Rohingya United telah memberi harapan baru kepada Rafique dan para pengungsi Rohingya yang ada di Australia.

Kontributor: Aditia Rijki

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Cara Mirip di Indonesia, Malaysia Diguncang Ujaran Kebencian kepada Etnis Rohingya

Pakai Cara Mirip di Indonesia, Malaysia Diguncang Ujaran Kebencian kepada Etnis Rohingya

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:14 WIB

Aceh Kembali Tampung Rohingya: Shelter Baru untuk 92 Imigran di Lhokseumawe

Aceh Kembali Tampung Rohingya: Shelter Baru untuk 92 Imigran di Lhokseumawe

Video | Rabu, 15 Oktober 2025 | 07:05 WIB

Diplomasi Bilateral Penting untuk  Atasi Isu Rohingya

Diplomasi Bilateral Penting untuk Atasi Isu Rohingya

DPR | Selasa, 13 Mei 2025 | 18:30 WIB

Penanganan Pengungsi Rohingya, BKSAP Dorong Solusi Regional

Penanganan Pengungsi Rohingya, BKSAP Dorong Solusi Regional

DPR | Selasa, 06 Mei 2025 | 17:43 WIB

Malaysia Usir Dua Kapal Pengangkut 300 Migran Myanmar

Malaysia Usir Dua Kapal Pengangkut 300 Migran Myanmar

News | Sabtu, 04 Januari 2025 | 22:36 WIB

Bangladesh Kewalahan! 60.000 Rohingya Masuk Diam-Diam di Tengah Konflik Myanmar

Bangladesh Kewalahan! 60.000 Rohingya Masuk Diam-Diam di Tengah Konflik Myanmar

News | Senin, 23 Desember 2024 | 09:40 WIB

Krisis Rohingya Memburuk, 60.000 Pengungsi Baru Banjiri Bangladesh

Krisis Rohingya Memburuk, 60.000 Pengungsi Baru Banjiri Bangladesh

News | Minggu, 22 Desember 2024 | 22:34 WIB

Nasib Muslim Rohingya Kian Suram, Dibantai Dua Kubu Bersenjata

Nasib Muslim Rohingya Kian Suram, Dibantai Dua Kubu Bersenjata

News | Kamis, 05 Desember 2024 | 08:21 WIB

ICC Keluarkan Surat Penangkapan Kepala Junta Myanmar, Ini Penyebabnya

ICC Keluarkan Surat Penangkapan Kepala Junta Myanmar, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 27 November 2024 | 19:25 WIB

Drama Laut Andaman: Mengungkap Sindikat Perdagangan Manusia Rohingya di Aceh

Drama Laut Andaman: Mengungkap Sindikat Perdagangan Manusia Rohingya di Aceh

Liks | Rabu, 13 November 2024 | 14:11 WIB

Terkini

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:00 WIB

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:51 WIB

×