Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:47 WIB
Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai
Banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet melenyapkan rombongan pendaki berisi 47 orang. (ABC)
baca 10 detik
  • Banjir bandang perbatasan Nepal-Tibet menelan 675 korban jiwa dan 2.500 orang hilang.
  • Tim SAR memfokuskan pencarian korban selamat di terowongan PLTA Trishuli-3 'A'.
  • Sebanyak 7.500 warga dan 250 wisatawan asing berhasil dievakuasi dari lokasi bencana.

Suara.com - Evakuasi massal banjir bandang di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet kini bertumpu pada penyisiran jaringan terowongan bawah tanah di tengah lonjakan korban tewas yang menembus 675 jiwa. Upaya pencarian hari kelima ini menandai pergeseran fokus tim penyelamat dari wilayah permukaan menuju struktur bawah tanah yang tertimbun lumpur pekat.

Lembaga penanggulangan bencana Nepal mencatat lebih dari 7.500 warga berhasil dievakuasi, sementara hampir 2.500 korban lainnya masih dinyatakan hilang. Di samping itu, sekitar 219 warga mengalami luka-luka akibat hantaman air bah yang datang mendadak sejak Rabu lalu.

Sektor pariwisata turut terdampak hebat dengan 320 warga negara asing yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Kendati demikian, otoritas pariwisata setempat mengonfirmasi bahwa 250 wisatawan asing telah selamat dari bencana tersebut.

Banjir bandang Nepal (Antara)
Banjir bandang Nepal (Antara)

Kerumunan warga yang dilanda kecemasan hebat kini memadati Distrik Nuwakot untuk menanti kejelasan nasib anggota keluarga mereka. Titik berat pencarian difokuskan pada fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Trishuli-3 'A' yang tertimbun material banjir.

Para petugas pemadam dan penyelamat terus menerobos terowongan PLTA dengan harapan menemukan pekerja atau warga yang selamat di dalam celah kedap air. Kondisi lumpur tebal menjadi hambatan utama dalam menembus kedalaman fasilitas energi tersebut.

Bagaimana Kondisi Kerusakan di Lapangan Menurut Penuturan Saksi?

Dampak kehancuran fisik terbukti sangat masif hingga menghapus pemukiman warga dari peta wilayah. Seorang pria asal Sussex terbang langsung ke lokasi bencana bersama ayahnya demi menyaksikan kondisi desa mereka yang telah lenyap.

"Istri, ibu, paman, dan saudara laki-laki saya hilang, dan lokasi tempat desa saya berada kini sepenuhnya berada di bawah air."

Kesaksian tersebut menggambarkan betapa cepatnya air bah menenggelamkan seluruh bangunan pemukiman tanpa menyisakan jejak. Banyak keluarga kehilangan kontak total akibat infrastruktur komunikasi yang runtuh.

baca juga

Di tengah kepungan duka dan kehancuran, keajaiban kecil masih mewarnai proses evakuasi di lapangan. Seorang ibu berhasil memeluk kembali putranya yang berusia delapan tahun setelah terpisah selama berhari-hari.

Anak laki-laki tersebut selamat setelah berhasil memanjat pohon tinggi dan bertahan di sana hingga luapan air bah menyurut. Momen pertemuan emosional ini memberi titik terang bagi para petugas yang bekerja tanpa henti.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan ribuan personel gabungan dari unsur militer, kepolisian, dan sukarelawan lokal. Tantangan geografis pegunungan memperberat distribusi alat berat ke titik-titik krisis.

Bencana ini berawal dari banjir bandang mendadak yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu lalu. Curah hujan tinggi di kawasan hulu memicu luapan sungai deras yang membawa material lumpur dan bebatuan ke pemukiman padat.

Hingga hari kelima pascabencana, proses pencarian korban hilang masih terus diprioritaskan di sepanjang alur Sungai Trishuli dan area infrastruktur vital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:46 WIB

Pemulihan Bencana Butuh Rp78 Triliun, Nepal Siap Terima Bantuan Luar Negeri

Pemulihan Bencana Butuh Rp78 Triliun, Nepal Siap Terima Bantuan Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:30 WIB

9 Warga Singapura Korban Banjir Bandang Nepal Hilang, Keluarga Menangis Sulit Update Informasi

9 Warga Singapura Korban Banjir Bandang Nepal Hilang, Keluarga Menangis Sulit Update Informasi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×