alexametrics

Tottenham Diminta "Ngaca", Nuno Espirito Tak Peduli

Arief Apriadi
Tottenham Diminta "Ngaca", Nuno Espirito Tak Peduli
Ekspresi pelatih Tottenham Hotspur, Nuno Espirito Santo pada laga Liga Inggris kontra Arsenal di Emirates Stadium, London, Senin (27/9/2021) dini hari WIB. [Ian KINGTON / IKIMAGES / AFP]

Tottenham Hotspur mendapat kritik pedas dari mantan pemainnya pasca kalah 0-1 dari Vitesse di Liga Konferensi.

Suara.com - Mantan pemain Tottenham Hotspur, Glenn Hoddle tak senang dengan performa mantan klubnya saat kalah 0-1 dari Vitesse dalam laga lanjutan Grup G UEFA Conference League (Liga Konferensi) 2021/2022, Jumat (22/10/2021).

Mantan pemain timnas Inggris itu meminta Tottenham Hotspur untuk mengevaluasi diri sambil berkaca untuk melihat apa yang salah di dalam tim.

Mendapat kritik pedas dari legenda klub, pelatih Tottenham Hotspur, Nuno Espirito Santo terkesan tidak senang. Dia tak peduli tanggapan itu, dan memilih untuk mendiskusikan kekalahan ini dengan pihak internal saja.

"Saya tidak akan mengomentari komentar apa pun dari Glenn, dengan segala hormat saya. Analisis saya dibuat antara kami dan apa yang harus saya katakan akan saya katakan kepada para pemain," kata Nuno dikutip dari Football London, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga: Hadapi Vitesse di Conference League, Nuno Espirito Santo Jamin Tottenham Siap Tempur

Dalam pertandingan di Stadion Gelredome itu, Tottenham Hotspur coba melakukan rotasi dengan menurunkan beberapa pemain pelapis.

Harry Kane dan Son Heung-min diistirahatkan, di mana Nuno Espirito coba menurunkan pemain akademi, Dane Scarlett (17) sebagai ujung tombak, dan Steven Bergwijn di sisi kiri.

Nuno paham bahwa menjadi ujung tombak Tottenham di kompetisi Eropa saat masih berusia 17 tahun tidak mudah. Meski gagal menjaringkan bola, Dane tetap mendapat pujiannya.

"Dane berusia 17 tahun. Ini sulit baginya, tetapi banyak pemain kami ketika mereka berusia 17 tahun tidak terlibat dalam sepak bola tim utama," beber Nuno.

"Dia penuh dengan talenta, tentu saja detail yang datang dengan pengalaman dan pengalamannya adalah saat dia bertanding melawan lawan tangguh seperti yang dia lakukan hari ini."

Baca Juga: 5 Pelatih Menjanjikan Asal Portugal, Nomor 1 Pernah Sabet 3 Gelar dalam Semusim

Komentar