alexametrics

Philippe Albert, Legenda Newcastle United yang Memilih Jadi Tukang Sayur

Syaiful Rachman
Philippe Albert, Legenda Newcastle United yang Memilih Jadi Tukang Sayur
Philippe Albert membela Newcastle United di Liga Premier tahun 1996. [AFP]

Phiippe Albert merupakan bek tangguh yang pernah dimiliki Newcastle United.

Suara.com - Legenda Newcastle United Philippe Albert memilih untuk meninggalkan dunia sepak bola setelah gantung sepatu.

Sebagaimana diketahui, banyak pesepak bola yang menggeluti dunia kepelatihan atau hal lain yang berhubungan dengan sepak bola usai memutuskan pensiun, tapi tidak dengan Philippe Albert.

Bergabung dengan Newcastle United sejak 1994, Phillipe Albert sebelumnya lebih sering bermain untuk beberapa klub di Liga Belgia.

Philippe Albert (belakang) membela Newcastle United di Liga Premier tahun 1996. [AFP]
Philippe Albert (belakang) membela Newcastle United di Liga Premier tahun 1996. [AFP]

Berposisi asli sebagai bek tengah, bukan berarti Philippe Albert tidak pernah mencetak gol. Bahkan, ia beberapa kali mencetak gol indah ke gawang lawan ketika berseragam The Magpies.

Baca Juga: Ditantang Malmo, Massimiliano Allegri: Juventus Harus Menang

Salah satu gol yang tidak terlupakan dari Albert adalah ketika ia mencetak gol ke gawang Manchester United menggunakan teknik chip dari luar kotak penalti.

Momen itu terjadi pada 20 Oktober 1996, saat The Magpies membantai klub berjuluk Setan Merah dengan skor telak 5-0.

Selama lima tahun Philippe Albert membela klub Kota Toon, sebelum gantung sepatu bersama klub masa mudanya, RSC Charleoi.

Meninggalkan sepak bola, Albert menjalani kehidupan yang benar-benar berbeda, yakni memilih profesi sebagai penjual sayur dan buah-buahan setelah pensiun.

Dilansir dari The Guardian, Albert memulai sebagai penjual sayur dan buah untuk sebuah perusahaan hingga 2012 silam.

Baca Juga: Prediksi Juventus Vs Malmo: Head to Head, Susunan Pemain dan Skor Pertandingan

Menariknya, hal itu bukan dilakukan Albert karena dirinya kesulitan uang alias bangkrut, melainkan ia hanya ingin merasakan kehidupan normal.

"Saya bisa menyiapkan produk untuk pelanggan. Saya melakukannya selama 11 tahun dan tidak menyentuh uang yang saya peroleh dari karier sepak bola saya," ucap Albert.

"Bangun di pagi hari, pulang terlambat dan itulah yang saya inginkan, kehidupan normal. Saya sangat bangga akan hal itu."

"Jika tidak, ketika Anda berhenti dari sepak bola, Anda tidak melakukan apa-apa. Anda tidak memiliki kehidupan," sambungnya.

Tak seperti para legenda sepak bola lainnya yang selalu membanggakan karier semasa aktif menjadi pemain, Albert justru sebaliknya.

Bagi Albert, masa lalu adalah masa lalu yang sudah ia lewati dan yang terpenting baginya adalah masa depan.

"Saya tak terlalu suka membicarakan soal karier sepak bola saya karena itu sudah jadi masa lalu," ujar Albert.

"Yang penting adalah masa depan, saya sangat beruntung bisa sukses di sepak bola dan itu membuat saya bangga pada diri sendiri," pungkasnya.

Namun pada akhirnya, kehidupan Albert juga tak bisa lepas dari sepak bola karena selain menjadi penjual sayur dan buah, ia juga menjadi seorang pundit di televisi.

[Penulis: Eko Isdiyanto]

Komentar