Alasan Throw-in dalam Sepak Bola Pakai Tangan, Bukan Kaki

Syaiful Rachman

Kamis, 23 Desember 2021 | 21:05 WIB
Alasan Throw-in dalam Sepak Bola Pakai Tangan, Bukan Kaki
Ilustrasi bola dan papan perlengkapan pelatih. (Shutterstock)

Suara.com - Sepak bola memiliki beragam aturan, dan salah satunya adalah soal lemparan ke dalam atau "throw in". Lantas, mengapa lemparan ke dalam digunakan menggunakan tangan ketimbang kaki?

Lemparan ke dalam atau "throw in" merupakan sebuah hukuman yang ada di sepak bola, di mana hukuman ini diberikan kepada sebuah tim jika bola keluar dari garis lapangan.

Sebagaimana diketahui, "throw in" dewasa ini menjadi sebuah taktik dalam sepak bola itu sendiri. Seiring perkembangan zaman, lemparan ke dalam dianggap bisa menjadi senjata mematikan.

Sebagai contoh ada nama Rory Delap yang disebut sebagai raja lemparan ke dalam. Ia mahir melakukan "throw in" sehingga bisa mengancam gawang lawan.

Lemparan ke dalam pemain yang pernah membela Stoke City ini memiliki jarak lemparan hampir setara sepak pojok. Tak jarang hal tersebut menguntungkan timnya untuk mencetak gol.

Selain Delap, Indonesia juga punya sosok pelempar andal pada sosok Pratama Arhan. Lemparan ke dalam bek muda PSIS Semarang ini juga punya jarak lempar yang cukup jauh.

Lemparan ke dalam ini membuat pemain bertahan dan kiper lawan akan kesulitan untuk menghadang bola. Apalagi jika target lemparan ke dalam itu pemain dengan tubuh jangkung.

Maraknya taktik dalam sebuah lemparan ke dalam di sepak bola modern saat ini pun memunculkan pertanyaan. Mengapa lemparan ke dalam di sepak bola menggunakan tangan, alih-alih kaki seperti permainannya?

Untuk menjawabnya, perlu menilik kembali sejarah soal lemparan ke dalam atau "throw in" tersebut.

baca juga

Adaptasi Rugby dan Hasil dari Perbedaan Aturan

Semua aturan di sepak bola bermula pada tahun 1863 saat sepak bola dan Rugby berpisah. Berpisahnya kedua olahraga ini pun melahirkan regulasi baru untuk masing-masing cabang.

Meski banyak perbedaan aturan, nyatanya beberapa aturan masih terbilang mirip. Salah satunya soal lemparan ke dalam atau membuang bola kembali ke arena lapangan.

Sejarah soal lemparan ke dalam sendiri bermula dari Rugby pada tahun 1834. Aturan ini kemudian diadopsi oleh Football Association (FA) pada 1863.

Awalnya, aturan mengatakan bahwa bola boleh dilempar menggunakan tangan atau ditendang menggunakan kaki.

Pada awalnya pula, ada aturan mengenai lemparan ke dalam di mana bola lemparan ke dalam diambil oleh tim yang terakhir memegang bola.

Pada tahun 1867 muncul Aturan Sheffield atau Sheffield Rules yang mengatur tentang lemparan ke dalam secara spesifik.

Dalam Sheffield Rules, lemparan ke dalam diberikan tim lawan yang terakhir menyentuh bola. setahun kemudian, aturan ini diubah di mana lemparan ke dalam menjadi tendangan ke dalam dan bola bisa diarahkan ke berbagai arah.

Berdasarkan usulan Nottingham Forest pada 1873, FA lantas merevisi aturan lemparan ke dalam, di mana bola diberikan ke lawan dari tim terakhir yang menyentuh bola dan bola harus dilempar dalam posisi tegak lurus.

Lalu pada pertemuan FA di tahun 1875 dan 1876, klub yang menggunakan Sheffield Rules memaksa FA untuk melebur ke Sheffield Rules yang di mana lemparan ke dalam menggunakan kaki dan boleh diarahkan ke berbagai arah.

Hal ini memunculkan perdebatan panjang yang tak menemui titik terang. Hingga akhirnya pada 1877 Clydesdale FC mengusulkan sebuah kompromi di mana lemparan ke dalam dilakukan dengan tangan dan bukan ditendang, serta bisa diarahkan ke segala arah.

Alhasil, pada 1877 disepakati bahwa lemparan ke dalam dilakukan dengan cara dilempar menggunakan tangan dan bukan ditendang dengan kaki yang bertahan hingga saat ini.

Aturan dasar di tahun 1877 ini pun terus diperbarui. Salah satunya soal aturan bagaimana posisi melempar bola dan cara melemparkan bola.

Aturan ini terus berkembang seiring zaman. Salah satu aturan yang tertulis adalah bola hasil lemparan ke dalam yang langsung masuk ke gawang lawan tak dianggap sebagai sebuah gol.

Selain itu, lemparan ke dalam tak mengenal aturan offside. Pun dengan kiper dilarang untuk menyentuh bola dengan tangannya saat menerima lemparan ke dalam.

Aturan-aturan ini pun membuat sepak bola kian kaya taktik. Tak pelak, lemparan ke dalam kini tak hanya dipandang sebagai cara untuk melanjutkan permainan, namun juga dianggap sebagai bagian menciptakan peluang seperti yang dilakukan Rory Delap dan Pratama Arhan.

[Penulis: Zulfikar Pamungkas]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik

Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:30 WIB

Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026

Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:12 WIB

Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars

Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:52 WIB

Akademi Persib Bandung vs Putri Garut, Derbi Jawa Barat di Final HLS All-Stars U-18 2026!

Akademi Persib Bandung vs Putri Garut, Derbi Jawa Barat di Final HLS All-Stars U-18 2026!

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:25 WIB

Jelang Laga, Swiss Klaim Punya Cara Meredam Messi Cs Demi Lolos Semifinal

Jelang Laga, Swiss Klaim Punya Cara Meredam Messi Cs Demi Lolos Semifinal

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:30 WIB

Makin Canggih, Ini 4 Kelebihan dan Kekurangan Teknologi dalam Sepak Bola

Makin Canggih, Ini 4 Kelebihan dan Kekurangan Teknologi dalam Sepak Bola

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:50 WIB

Piala Dunia 2026: Jangan Biarkan Rivalitas Sepak Bola Merusak Pertemanan

Piala Dunia 2026: Jangan Biarkan Rivalitas Sepak Bola Merusak Pertemanan

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:10 WIB

Kecewa Pratama Arhan Pilih Persija, Perjanjian Tertulis dengan PSIS Semarang Diungkit

Kecewa Pratama Arhan Pilih Persija, Perjanjian Tertulis dengan PSIS Semarang Diungkit

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:52 WIB

Kenapa Pesepak Bola Sering Muntahkan Minuman di Lapangan? Begini Penjelasan Pakar

Kenapa Pesepak Bola Sering Muntahkan Minuman di Lapangan? Begini Penjelasan Pakar

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:51 WIB

Kisah Andres Escobar dan Dosa Fanatisme yang Masih Menghantui Sepak Bola

Kisah Andres Escobar dan Dosa Fanatisme yang Masih Menghantui Sepak Bola

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:25 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×