Shin Tae-yong, Dalang di Balik Performa Agresif Timnas Indonesia di Piala AFF 2020

Syaiful Rachman

Senin, 27 Desember 2021 | 15:47 WIB
Shin Tae-yong, Dalang di Balik Performa Agresif Timnas Indonesia di Piala AFF 2020
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat memberikan arahan kepada anak asuhannya dalam latihan (dok. PSSI)

Suara.com - Ketika ditanya ESPN mengenai kritik penggemar tim lawan bahwa Timnas Indonesia terlalu agresif selama Piala AFF 2020, pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong menyatakan tak apa-apa bermain agresif, sepanjang tak menyakiti lawan. Dia malah menilai tim-tim Asia Tenggara kurang agresif.

"Saya tak beranggapan kami telah bermain terlalu agresif. Justru salah satu hal yang saya pelajari dari sepak bola Asia Tenggara saat pertama kali saya menangani Indonesia adalah para pemain kurang begitu agresif," kata Shin.

"Pendekatan fisik adalah hal yang mesti kami ambil, jadi saya sama sekali tak memasalahkannya."

Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. [dok. PSSI]
Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. [dok. PSSI]

Tetapi sungguh karena bermain agresif itu pula pertandingan yang dimainkan Indonesia menjadi terasa lebih menyengat, lebih menghibur, dan memacu adrenalin.

Indonesia terlihat seperti menampilkan wajah khas sepak bola Korea yang ngotot, terus menekan, percaya diri, dan bermain dalam semangat team work yang kuat.

Sepanjang Piala AFF ini Asnawi Mangkualam cs bermain dalam semangat bertempur yang tinggi sampai tak ragu beradu fisik untuk merebut bola dan menjarah area lawan.

Sungguh intervensi karakter yang baik yang berasal dari kultur sepakbola yang puluhan tahun belakangan membuat Korea Selatan berbicara banyak di tingkat regional dan internasional.

Bermain penuh percaya diri pula yang mungkin paling menarik untuk dicermati. Aspek ini sering menjadi faktor pembeda saat dua tim bertanding. Dan Indonesia memiliki aspek itu saat ini yang bahkan nyaris merata.

Gambaran paling kuat untuk menerangkan adanya kepercayaan diri yang tinggi itu adalah kiper Nadeo Argawinata, terutama saat mementahkan tendangan penalti Faris Ramli dalam leg kedua semifinal melawan Singapura yang berkesudahan 4-2 Sabtu malam pekan lalu.

baca juga
Kiper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata [ANTARA]
Kiper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata [ANTARA]

Ketika Singapura tinggal sejengkal lagi mencapai final Piala AFF, sejak sebelum Faris mengambil ancang-ancang mengeksekusi penalti itu, Nadeo terlihat sama sekali tak tertekan, padahal saat itu dialah yang paling menentukan nasib Indonesia selanjutnya.

Boleh saja beranggapan Indonesia menang karena menghadapi tim yang tiga pemainnya terkena kartu merah. Tetapi itu tak menghilangkan fakta bahwa Indonesia memang bermain bagus dan menjadi pihak yang lebih bisa mengelola emosi dan tekanan.

Indonesia juga menjadi tim yang paling on fire yang terlihat dari 18 gol yang diciptakan sejauh ini yang terbanyak dibandingkan dengan tim mana pun dalam Piala AFF 2020 ini.

Tangan dingin Shin rupanya telah secara perlahan memberi identitas baru untuk sebuah tim yang kini akrab dalam predikat menekan, ngotot dan penuh percaya diri.

Predikat ini juga sering dimiliki tim-tim besar, termasuk Korea Selatan yang langganan putaran final Piala Dunia, bahkan pernah merasakan semifinal Piala Dunia 2002 dan 16 Besar Piala Dunia 2010.

Shin menjadi salah satu bagian dari wajah sepakbola modern negara itu, baik saat sebagai pemain maupun saat sebagai pelatih.

Selama 13 musim bermain, Shin mencetak 99 gol dan 68 assist dari total 401 pertandingan untuk Ilwha Chunma yang enam kali menjuarai Liga Korea.

Karier kepelatihannya tak kalah menarik. Akhir 2008, dia mengawalinya bersama Seongnam FC yang juga berujung sukses seperti saat dia berstatus pemain.

Setelah Piala Dunia Brazil 2014, dia mengisi sementara kursi pelatih timnas. Februari 2015 dia diserahi tugas mengasuh Korsel U-23 dan berhasil mengantarkan Laskar Taeguk mencapai perempat final sepakbola Olimpiade Rio 2016.

Prospek besar

Dua tahun kemudian pada 2017 Shin ditunjuk memimpin Korea Selatan yang di ambang gagal masuk putaran final Piala Dunia 2018 setelah negeri itu memecat pelatih asal Jerman yang juga mantan pemain kesohor, Uli Stielike.

Dua pertandingan sulit menanti Shin. Pertama, menjamu Iran yang tak bisa dikalahkan Korsel selama bertahun-tahun. Kedua, bertandang ke Uzbekistan yang di ambang mewujudkan mimpi lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Pelatih Timnas Indonesia senior yang baru Shin Tae-Yong menghadiri acara perkenalan ke media di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/12). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]
Pelatih Timnas Indonesia senior yang baru Shin Tae-Yong menghadiri acara perkenalan ke media di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/12). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]

Sungguh misi yang mustahil. Bukan saja karena dua lawannya itu, tetapi juga oleh kondisi skuad Korea yang saat itu menjemukan, tidak kreatif, dan kehilangan motivasi.

Ternyata Shin sukses membawa negaranya ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Di sana, pasukan Shin membantai juara bertahan Jerman 2-0, tapi kemudian kalah tipis dari Meksiko dan Swedia dalam dua laga fase grup berikutnya.

Shin berhasil membentuk kembali tim yang tadinya berantakan menjadi kekuatan padu yang diperhitungkan lawan. Ini resume menarik, termasuk bagi Indonesia yang merekrut dia akhir Desember 2019.

Sewaktu dia dikontrak Indonesia, timnas sudah lima kali kalah berturut-turut dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2020, Grup G Zona Asia, sehingga sudah pasti tak lolos.

Shin sempat membuat Indonesia memperoleh poin pertamanya ketika menahan seri Thailand 2-2 dalam kualifikasi yang dilanjutkan lagi setelah pandemi menghentikannya sepanjang 2020.

Memang kemudian kalah besar dari Vietnam dan Uni Emirat Arab pada Juni, ketika persiapan atlet seluruh dunia terganggu oleh pandemi, tetapi dalam Piala AFF, Indonesia menjadi tim yang berubah.

Malaysia yang dua kali mengalahkan Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2022, dihabisi 4-1 pekan lalu, sedangkan juara bertahan Vietnam yang juga dua kali mengalahkan Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia Qatar, ditahan seri 0-0 dalam laga fase grup Piala AFF 2020 lainnya.

Ini menjelaskan ada perkembangan besar dalam tim Indonesia di mana Shin menjadi bagian instrumental dalam perubahan ini.

Sudah lima kali Indonesia menjadi runner up Piala AFF yang tiga di antaranya karena dikalahkan Thailand yang menjadi lawan Indonesia dalam final Piala AFF kali ini.

Satu dari tiga kekalahan melawan Thailand pada edisi-edisi terdahulu terjadi karena adu penalti, sedangkan pada final 2016, Indonesia kalah agregat satu gol.

Thailand memang tim yang paling sulit dibobol selama Piala AFF 2020, tetapi Indonesia juga bukan lagi tim yang pernah mereka kalahkan dalam kualifikasi Piala Dunia 2022. Menumbangkan Malaysia dan menahan seri Vietnam adalah petunjuk grafik permainan skuad Garuda tengah meningkat.

Dalam soal teknik, sejak lama Indonesia sama sekali bukan tim yang tertinggal. Lima kali masuk final Piala AFF sebelumnya adalah buktinya.

Aspek teknik itu sekarang telah dilengkapi kepercayaan diri tinggi yang bisa sangat penting saat menghadapi Thailand dalam final nanti.

Ditambah waktu istirahat lebih panjang yang bisa membuat kondisi fisik lebih baik dan waktu lebih dari cukup untuk Shin dalam meramu taktik paling jitunya, prospek besar mengakhiri dahaga gelar selama 30 tahun sudah menanti Indonesia.

Terakhir kali Indonesia menjuarai turnamen besar adalah saat memenangkan medali emas sepakbola SEA Games 1991 di Filipina.

Kini waktunya timnas mengkapitalisasi grafik meningkat belakangan ini dengan trofi turnamen besar pertamanya dalam tiga dekade yang bisa meretas jalan sukses dalam turnamen-turnamen lain, termasuk SEA Games tahun depan di Vietnam. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:36 WIB

Shayne Pattynama Bingung Tak Kunjung Dimainkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Shayne Pattynama Bingung Tak Kunjung Dimainkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:30 WIB

SUGBK Masih Diragukan Dipakai Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Maret 2027

SUGBK Masih Diragukan Dipakai Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Maret 2027

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Terkini

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:57 WIB

Wardah Crystal Secret Melting Milk Cleanser untuk Kulit Apa? Ini Jawaban Sesuai Klaim

Wardah Crystal Secret Melting Milk Cleanser untuk Kulit Apa? Ini Jawaban Sesuai Klaim

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 18:56 WIB

Apakah Arti Mimpi Berulang Kali dengan Orang yang Sama? Ini Tafsir Primbon dan Psikologinya

Apakah Arti Mimpi Berulang Kali dengan Orang yang Sama? Ini Tafsir Primbon dan Psikologinya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 18:55 WIB

Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!

Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:54 WIB

Sinopsis Jumanji 3: Penutup Trilogi Era Dwayne Johnson, Tayang 25 Desember

Sinopsis Jumanji 3: Penutup Trilogi Era Dwayne Johnson, Tayang 25 Desember

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:53 WIB

Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram

Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram

Jatim | Minggu, 01 November 2026 | 18:44 WIB

Anggaran MBG Membengkak, Apakah Semua Anak Benar-Benar Membutuhkannya?

Anggaran MBG Membengkak, Apakah Semua Anak Benar-Benar Membutuhkannya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:40 WIB

Jalan Raya Terus Rusak, Pengiriman Barang di Atas 500 Km Disarankan Lewat Kereta Api

Jalan Raya Terus Rusak, Pengiriman Barang di Atas 500 Km Disarankan Lewat Kereta Api

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 18:40 WIB

Jelang Hadir di Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Ajudan Jokowi Ungkap Kondisi Ayah Gibran

Jelang Hadir di Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Ajudan Jokowi Ungkap Kondisi Ayah Gibran

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:30 WIB

Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek

Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek

Sumut | Minggu, 01 November 2026 | 18:25 WIB

×