Suara.com - Roman Abramovich menegaskan jika ia akan menjual Chelsea. Manajer The Blues Thomas Tuchel mengakui jika pergantian pemilik akan memengaruhi banyak hal di klub, namun hal itu tidak membuatnya khawatir.
“Saya tidak terlalu khawatir karena saya masih merasa istimewa dan di tempat yang baik dan saya berharap dan percaya untuk yang terbaik," kata Tuchel dikutip dari laman resmi klub, Kamis (3/3/2022).
“Ini berita besar, ini akan menjadi perubahan besar, tetapi saya juga tidak pernah takut akan perubahan dan akan fokus pada apa yang dapat saya capai bersama tim,” sambungnya.
![Manajer Chelsea, Thomas Tuchel, saat melakoni debut tenor kepelatihannya bersama The Blues dalam laga lanjutan Liga Inggris melawan Wolverhampton di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Rabu (27/1/2021) waktu setempat. [AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/29/11127-thomas-tuchel.jpg)
Roman Abramovich mengumumkan akan menjual Chelsea lewat pernyataan tertulis di situs resmi klub pada Kamis (3/3/2022).
Taipan asal Rusia itu menegaskan bahwa dia tidak meminta klub untuk "melunasi hutang" kepadanya dan hasil penjualan akan disumbangkan kepada korban perang.
Abramovich membeli Chelsea pada 2003 senilai 140 juta poundsterling. Usai akuisisi tersebut, dia mengatakan bahwa langkah itu tidak pernah tentang bisnis atau uang, tetapi tentang hasrat murni untuk sepak bola dan klub.
Seorang miliarder asal Swiss, Hansjorg Wyss mengatakan bahwa dia ditawari kesempatan untuk membeli Chelsea.
Wyss mengatakan Abramovich ingin cepat menjual Chelsea setelah aset-asetnya terancam disita pemerintah Inggris menyusul invasi Rusia ke Ukraina.
Menurut laporan BBC, Abramovich memasang banderol senilai 3 miliar poundsterling atau sekitar Rp57 triliun untuk Chelsea FC.