- Paul Van Himst adalah legenda sepak bola Belgia yang memulai karier internasionalnya sejak tahun 1960 saat berusia 17 tahun.
- Ia meraih delapan gelar liga bersama RSC Anderlecht serta mencetak 30 gol dalam 81 penampilan untuk tim nasional.
- Van Himst sukses membawa Belgia meraih medali perunggu Euro 1972 dan diakui UEFA sebagai pemain terbaik Belgia sepanjang masa.
Suara.com - Nama Paul Van Himst tak pernah absen dalam perdebatan soal pemain terbaik sepanjang masa Belgia. Ia bukan sekadar legenda, melainkan ikon yang membentuk identitas sepak bola negaranya jauh sebelum generasi emas modern lahir.
Dikenal sebagai penyerang elegan dengan teknik tinggi dan naluri gol mematikan, Van Himst menjadi simbol kejayaan awal sepak bola Belgia di kancah Eropa. Julukan 'The White Pele' menggambarkan betapa besar pengaruh dan kualitasnya di lapangan.
Van Himst menjalani debut internasional bersama Timnas Belgia pada tahun 1960 saat usianya baru 17 tahun. Sejak awal, ia sudah menunjukkan bakat luar biasa yang membuatnya cepat menjadi andalan.
Karier klubnya identik dengan RSC Anderlecht. Selama 16 tahun, ia mencetak gol dengan konsistensi tinggi, rata-rata lebih dari satu gol setiap dua pertandingan. Bersama Anderlecht, ia meraih delapan gelar liga dan empat Piala Belgia.
Di level individu, Van Himst empat kali menyabet penghargaan Pemain Terbaik Belgia. Ia juga mencetak 30 gol dari 81 caps, rekor yang bertahan lebih dari empat dekade sebelum akhirnya dilampaui oleh Romelu Lukaku.
Piala Dunia 1970
Van Himst tampil bersama Belgia di Piala Dunia FIFA 1970, meski timnya harus tersingkir di fase grup. Turnamen ini menjadi ujian besar dalam kariernya, termasuk kritik yang sempat ia terima.
Meski bukan di Piala Dunia, performanya di UEFA Euro 1972 menjadi titik pembuktian. Ia mencetak gol penting, termasuk saat menghadapi Italia, yang mengangkat kembali reputasinya setelah kegagalan 1970.

Dalam perebutan tempat ketiga Euro 1972, Van Himst mencetak gol saat Belgia menang 2-1 atas Hungaria, membawa pulang medali perunggu dan mengukuhkan statusnya sebagai pemimpin tim.
Warisan Van Himst
Warisan Van Himst tidak berhenti saat ia pensiun. Ia kemudian menjadi pelatih Timnas Belgia di Piala Dunia FIFA 1994 dan membawa tim mencapai babak 16 besar.
Pada tahun 2004, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik Belgia dalam 50 tahun terakhir versi UEFA, bukti nyata betapa besarnya pengaruhnya.

Lebih dari sekadar statistik, Van Himst adalah fondasi sejarah sepak bola Belgia. Ia adalah pemain “vintage” yang mendefinisikan gaya bermain negaranya, yang elegan, teknis, dan penuh kecerdasan.
Tanpa sosok seperti dirinya, mungkin Belgia tak akan memiliki pijakan kuat menuju era kejayaan modern.