Menjaga Semangat Sportivitas di Indonesia Jelang Piala Dunia U-20 2023

Syaiful Rachman

Kamis, 30 Juni 2022 | 16:36 WIB
Menjaga Semangat Sportivitas di Indonesia Jelang Piala Dunia U-20 2023
Indonesia bersiap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2023 (ANTARA/Juns)

Suara.com - Hingga 30 Juni 2022 sudah sepuluh negara, termasuk tuan rumah Indonesia, memastikan diri lolos ke Piala Dunia U-20 2023 yang akan digelar mulai 20 Mei sampai 11 Juni tahun depan.

Dua zona sudah memastikan wakil-wakilnya bertarung di Jakarta, Surabaya, Bandung, Solo, Palembang dan Gianyar dalam turnamen 24 tim dari lima benua itu.

Kedua zona itu adalah UEFA atau Eropa, dan zona Amerika Tengah, Utara dan Karibia atau CONCACAF.

Eropa mengirimkan wakilnya dari hasil Piala Eropa U-19 2022 yang akan menuntaskan partai final 1 Juli esok di Slovakia.

Eropa sudah memastikan mengirimkan lima tim ke Piala Dunia U-20 di Indonesia itu yang terdiri dari empat semifinalis Piala Eropa U-19 dan satu tim hasil playoff antara dua peringkat ketiga terbaik dari dua grup turnamen ini.

Empat semifinalis itu adalah Prancis, Inggris, Italia, dan Israel, serta Slovakia sebagai pemenang playoff.

Sementara itu, CONCACAF mengirimkan empat semifinalis Piala CONCACAF U-20 2022, yakni Amerika Serikat, Honduras, Dominika, dan Guatemala.

Empat zona lainnya belum memastikan wakilnya, tapi Agustus nanti ada tambahan dua tim dari zona Oseania.

Sedangkan Asia, Afrika dan Amerika Latin baru bisa memastikan wakilnya dari hasil kompetisi U-20 di tiga kawasan ini pada 2023.

baca juga

Di luar Indonesia, Asia akan mengirimkan empat wakil. Afrika dan Amerika Latin juga empat tim. Ketiga zona sama-sama memberangkatkan empat semifinalis turnamen U-20 di ketiga wilayah itu.

Namun belum juga semua itu rampung, muncul kontroversi setelah Israel memastikan lolos ke Piala Dunia U-20 edisi Indonesia itu.

Sejumlah kalangan menolak tim Israel bertanding di Indonesia, sekalipun pemerintah dan PSSI sudah menegaskan Israel boleh bermain dalam Piala Dunia U-20 tahun depan itu.

Bahkan itu sudah ditegaskan sejak 2019 ketika Indonesia menyatakan semua negara yang lolos ke Piala Dunia U-20 2023 dipersilakan bermain dalam turnamen ini.

“FIFA sudah menyampaikan kepada kami, negara mana pun yang masuk Piala Dunia U-20 2023, harus bertanding di Indonesia. Pihak keamanan kita pasti akan memberikan rasa aman," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dalam laman PSSI awal pekan ini.

Israel adalah satu dari lima wakil sah Eropa untuk Piala Dunia U-20 di Indonesia itu. Mereka bahkan berpeluang menjuarai Piala Eropa U-19 2022 jika mengalahkan Inggris dalam final esok Jumat.

Israel masuk zona Eropa setelah lama terdepak dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

"Undangan" FIFA

Awalnya negeri yang secara geografis di Asia ini adalah anggota AFC sejak 1954 kendati ditentang banyak anggota AFC.

Saat kualifikasi Piala Dunia 1958 di mana Asia dan Afrika masih disatukan dalam kualifikasi Piala Dunia, sejumlah negara menolak bertanding melawan Israel.

Israel akhirnya memenangkan zona ini tanpa sekali pun bertanding.

FIFA lalu membuat playoff khusus yang mempertemukan Israel dengan salah satu runner up grup zona Eropa saat itu, yakni Wales, yang memupus peluang Israel ke putaran final Piala Dunia 1958.

Enam tahun kemudian Israel menjadi tuan rumah Piala Asia 1964, namun 11 dari 16 peserta mundur. Israel menjuarai turnamen ini setelah menang hari tiga pertandingan melawan India, Korea Selatan dan Hong Kong.

Setelah Israel menganeksasi Tepi Barat, Yerusalem, Dataran Tinggi Golan dan Sinai pada 1967, Asia semakin keras menolak Israel.

Puncaknya pada 1974 AFC mengeluarkan Israel setahun setelah Perang Yom Kippur pada 1973 antara Israel melawan Arab.

Setelah Kuwait dan Korea Utara menolak bertanding melawan Israel dalam Asian Games 1974, muncul mosi yang diprakarsai Kuwait yang membuat Israel terusir dari AFC.

Sejak itu Israel tak lagi masuk kualifikasi Asia. Awalnya masuk Eropa pada kualifikasi Piala Dunia 1982, kemudian masuk Oseania dalam dua Piala Dunia berikutnya.

Setelah menjadi anggota penuh UEFA pada 1994, Israel permanen masuk zona Eropa.

Tahun ini mereka mencapai final Piala Eropa U-19 setelah melewati perjalanan relatif panjang hampir satu tahun.

54 tim termasuk Israel mesti melewati dahulu babak kualifikasi sejak musim gugur 2021 sampai musim semi 2022 untuk menentukan delapan tim yang berhak masuk "putaran final" mulai 18 Juni sampai 1 Juli 2022 di Slovakia.

Terlihat dari sini, untuk sampai ke Piala Dunia U-20 2023, Israel dan empat tim Eropa lainnya melewati proses berliku dari kompetisi kawasan yang diotorisasi FIFA.

Akan ironis jika menganggap sepi perjalanan sepanjang ini, apalagi berkaitan dengan otoritas kawasan (UEFA). Bisa-bisa Indonesia disebut "menghina" proses kompetisi di Eropa.

Langkah itu juga bisa membuat FIFA terusik, karena sekalipun Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, yang punya hajat tetaplah FIFA. Badan sepak bola dunia ini yang berhak menentukan boleh tidaknya sebuah tim bertanding dalam Piala Dunia.

Intinya, semua yang datang ke Piala Dunia U-20 tahun depan itu adalah atas "undangan" FIFA lewat mekanisme kompetisi dalam zona masing-masing. Indonesia hanya "menyediakan tempat" yang tak bisa menentukan siapa yang boleh mengikuti turnamen ini.

Absurd

Jika Indonesia menolak Israel, maka itu sama dengan meminta mundur menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Dan ini tak mungkin terjadi. Opsi yang absurd.

Bukan saja alasannya tidak prinsipil dari kacamata sportivitas dan olahraga, tapi juga bisa menjadi bumerang yang membahayakan sepak bola Indonesia dan dunia olah raga secara keseluruhan.

Sebagian kalangan membandingkan situasi ini dengan keputusan badan-badan olahraga dunia dalam melarang Rusia dan Belarus mengikuti berbagai turnamen olahraga, termasuk sepak bola.

Tetapi menyamakan situasi Israel dan Rusia itu sama artinya meminta dunia mengungkit-ungkit kasus-kasus 'aneksasi' yang dilakukan negara-negara lainnya.

Itu akan menjadi sangat pelik dan melebar ke mana-mana, selain akan membuat alasan-alasan non olah raga menentukan kompetisi olahraga yang seharusnya tak boleh terjadi.

Dalam konteks larangan kepada Rusia dan Belarus, sebenarnya untuk kompetisi perseorangan, atlet-atlet kedua negara diperkenankan tampil dalam status netral, kecuali Wimbledon yang panitia penyelenggaranya tidak di bawah otoritas badan tenis dunia ATP dan WTA.

ATP dan WTA sendiri memvonis penyelenggara Wimbledon sebagai salah, sehingga memutuskan tak ada poin peringkat untuk mereka yang bertanding dalam Wimbledon tahun ini.

Walaupun demikian, kembali ke konteks Piala Dunia U-20, adalah hak setiap orang mengutarakan pendapat, termasuk menolak Israel bertanding di Indonesia. Perbedaan pendapat harus dihormati.

Dalam kaitan ini, mungkin pada akhirnya harus ada jalan tengah untuk semua ini.

Sebagian kalangan sudah menyinggung jalan tengah itu dengan menempatkan Israel dalam grup di tempat "netral" di Bali yang juga salah satu tempat pertandingan Piala Dunia U-20 2023.

Jika opsi ini dipilih, maka babak-babak penting seperti semifinal dan final semestinya digelar pula di Bali, sebagai antisipasi jika Israel masuk semifinal atau final. Semoga tak harus begini, seperti diharapkan Menpora Zainudin Amali yang ingin semua laga di mana pun berlangsung aman.

Tapi skenario itu masih jauh lebih baik ketimbang menolak wakil sah sebuah konfederasi sepak bola yang jika dilakukan bisa membuat konfederasi itu murka. Malapetaka besar jika konfederasi ini powerful dalam sistem sepak bola global. Bisa-bisa, sanksi dan boikot menjadi pilihan mereka.

Melarang secara sepihak tim lain juga berisiko merusak proyek-proyek olahraga internasional Indonesia lainnya, termasuk upaya menjadi tuan rumah Olimpiade 2036 yang sudah disinggung Menpora.

Ini karena mengecualikan tim lain atas pertimbangan non olahraga bisa membuat kemampuan Indonesia menjadi tuan rumah kompetisi-kompetisi besar olah raga dipertanyakan, termasuk Olimpiade 2036 yang melibatkan semua negara di dunia.

[Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham hingga Januari 2027

BRI Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham hingga Januari 2027

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Hari Museum Indonesia 2026, Revitalisasi 200 Cagar Budaya Jadi Mercusuar Era Prabowo

Hari Museum Indonesia 2026, Revitalisasi 200 Cagar Budaya Jadi Mercusuar Era Prabowo

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!

Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Pesan Prabowo di Hari Santri Nasional: Sejarah Kemerdekaan Bangsa Lahir dari Pesantren

Pesan Prabowo di Hari Santri Nasional: Sejarah Kemerdekaan Bangsa Lahir dari Pesantren

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Naturalisasi Taisei Marukawa Selangkah Lagi Beres, Vietnam Mulai Ketar-ketir

Naturalisasi Taisei Marukawa Selangkah Lagi Beres, Vietnam Mulai Ketar-ketir

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:24 WIB

Setelah Netflix, Pemprov DKI Gandeng Asosiasi Film Amerika Serikat Demi Kota Sinema

Setelah Netflix, Pemprov DKI Gandeng Asosiasi Film Amerika Serikat Demi Kota Sinema

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Unilever Soroti Peran Media Lokal, Pesan Perusahaan Harus Lebih Membumi

Unilever Soroti Peran Media Lokal, Pesan Perusahaan Harus Lebih Membumi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Danantara Aji Mumpung, Aktif Serok Saham di Kala Pasar Modal RI Ambruk

Danantara Aji Mumpung, Aktif Serok Saham di Kala Pasar Modal RI Ambruk

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Investor Ramai-ramai Desak MSCI Jelaskan Ancaman Kucilkan Indonesia

Investor Ramai-ramai Desak MSCI Jelaskan Ancaman Kucilkan Indonesia

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Forum Bisnis Paten Indonesia 2026, Hubungkan Industri dengan Solusi Teknologi

Forum Bisnis Paten Indonesia 2026, Hubungkan Industri dengan Solusi Teknologi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Terkini

Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Kembali Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Kembali Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Jakarta | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Krisis Pendangkalan Sungai Kapuas, Pemerintah Akali Jalur Distribusi BBM di Kalbar

Krisis Pendangkalan Sungai Kapuas, Pemerintah Akali Jalur Distribusi BBM di Kalbar

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun

Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun

Jawa Tengah | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:46 WIB

Optimistis Tumbuh Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Optimistis Tumbuh Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Jogja | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Digeruduk Massa, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Janji Temui Pemerintah Pusat

Digeruduk Massa, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Janji Temui Pemerintah Pusat

Kaltim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:40 WIB

OJK Ketemu 336 Investor Global usai Pengumuman MSCI, Ini yang Dibahas

OJK Ketemu 336 Investor Global usai Pengumuman MSCI, Ini yang Dibahas

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Babak Baru Skandal Makan Minum DPRD Jember: Giliran Eks Sekwan Dijebloskan ke Penjara

Babak Baru Skandal Makan Minum DPRD Jember: Giliran Eks Sekwan Dijebloskan ke Penjara

Jatim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Tragedi Tengah Malam di Mesuji: Tepergok Curi Getah Karet, Pria 45 Tahun Tewas Diamuk Warga

Tragedi Tengah Malam di Mesuji: Tepergok Curi Getah Karet, Pria 45 Tahun Tewas Diamuk Warga

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:17 WIB

RUU Migas Hampir Rampung, Tinggal Tunggu Masa Reses DPR Berakhir

RUU Migas Hampir Rampung, Tinggal Tunggu Masa Reses DPR Berakhir

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:14 WIB

Bukan Sekadar Dongeng, Ini Alasan Buku Pangeran Cilik Wajib Kamu Baca Ulang Saat Dewasa

Bukan Sekadar Dongeng, Ini Alasan Buku Pangeran Cilik Wajib Kamu Baca Ulang Saat Dewasa

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:05 WIB

×