facebook

Pertandingan Piala Presiden Terlalu Malam dan Padat, APPI Galakkan Kampanye #SafetyForAll

Rully Fauzi | Adie Prasetyo Nugraha
Pertandingan Piala Presiden Terlalu Malam dan Padat, APPI Galakkan Kampanye #SafetyForAll
Ilustrasi pertandingan di Piala Presiden 2022. [PERSIB.co.id/Amandeep Rohimah]

Laga 'primetime' di Piala Presiden berlangsung pada pukul 20.30 malam.

Suara.com - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) kembali menyoroti jadwal pertandingan yang terlalu malam dan padat. Mereka pun menggalakkan kampanye #SafetyForAll dengan harapan adanya perubahan.

Kampanye yang digerakkan oleh APPI ini mewakili seluruh pesepakbola Tanah Air. Bukan tanpa alasan, ada beberapa aspek yang dianggap merugikan dari segala pihak.

Jam kick-off yang terlalu malam seperti di turnamen Piala Presiden 2022 pada pukul 20.30 WIB mengganggu jam istirahat pemain. Ini bisa mempengaruhi kesehatan dan penampilan pemain dalam sebuah pertandingan.

"Berdasarkan berbagai penelitian, pertandingan sepakbola yang dilangsungkan larut malam memiliki pengaruh yang nyata pada kuantitas tidur para pesepakbola di malam tersebut, baik secara obyektif maupun subyektif yang tentu berpengaruh pada performa bermain di lapangan," tulis APPI dalam keterangan resminya, Kamis (30/6/2022).

Baca Juga: Hadapi Persib di Perempatfinal Piala Presiden, Seto Nurdiantoro Nantikan Ketajaman PSS

"Selain jam kick-off, terlalu padatnya jadwal pertandingan pada suatu turnamen ataupun kompetisi akan sangat berpengaruh kondisi dan stamina mereka."

Waktu pertandingan tidak hanya berpengaruh untuk pemain melainkan juga suporter. Bagi penonton yang datang langsung ke stadion bisa meningkatkan risiko terjadinya kriminalitas.

"Sedangkan bagi para penonton yang menyaksikan dari layar kaca, pertandingan yang berakhir larut malam juga dirasa sangat berpengaruh, terutama bagi penonton yang masih berusia anak-anak, karena seperti yang kita ketahui, olahraga sepakbola merupakan permainan yang digemari oleh berbagai usia."

Selain itu, kondisi pandemi COVID-19 yang berangsur mereda membuat antusias penggemar sepakbola untuk datang langsung ke stadion menjadi luar biasa. Sementara kapasitas penonton di tribun masih harus dibatasi sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Oleh sebab itu, APPI berharap panitia penyelenggara pertandingan bisa memikirkan keselamatan dan kesehatan pemain. Untuk para pendukung juga diingatkan agar tidak memaksa hadir jika memang tidak punya tiket.

Baca Juga: Hadapi PSS Sleman, Robert Sebut Tiga Pemain Timnas Jadi Amunisi Baru Persib

"Terkait dengan hal-hal tersebut, APPI bersama seluruh pesepakbola di Indonesia menggerakan kampanye #SafetyForAll, sebuah kampanye yang menyuarakan keinginan bersama agar sepakbola Indonesia menjadi olahraga yang aman, nyaman, dengan memperhatikan dan melibatkan semua stakeholder-nya."

"Karena seperti yang kita telah ketahui, saling respek adalah kunci dalam olahraga dan adanya karena satu ego yang dipaksakan tentu dapat mengakibatkan duka bagi yang lain nya. Karena sejatinya sepakbola, adalah untuk semua."

Komentar