facebook

Jejak Karier Kurniawan Dwi Yulianto hingga Resmi Jadi Asisten Pelatih Como

Rully Fauzi
Jejak Karier Kurniawan Dwi Yulianto hingga Resmi Jadi Asisten Pelatih Como
Asisten pelatih Como, Kurniawan Dwi Yulianto. (@kurniawanqana)

Karier kepelatihan mantan striker Timnas Indonesia ini makin berkembang saja.

Suara.com - Mantan penyerang Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto saat ini tengah menyambut karier barunya yakni sebagai asisten pelatih tim kasta kedua Liga Italia (Serie B), Como 1907.

Pria yang akrab disapa Si Kurus ini sendiri telah ditunjuk sebagai asisten pelatih Como 1907 sejak awal tahun ini. Namun ia baru bisa datang baru-baru ini.

Hal ini diketahui dari unggahannya di akun Instagram pribadinya, di mana Kurniawan Dwi Yulianto mengunggah foto bersama legenda Chelsea, Dennis Wise.

Dennis Wise sendiri merupakan Direktur Teknik Como 1907. Keduanya akan bekerjasama untuk membawa tim berjuluk Il Lariani promosi ke Serie A atau kasta teratas Italia.

Baca Juga: Federasi Thailand Ungkap 3 Kelebihan Timnas Indonesia U-19 yang Jadi Lawan Tersulit di Piala AFF U-19 2022

Di musim 2021/2022 lalu, Como 1907 hanya mampu duduk di peringkat ke-13 di belakang Parma dengan koleksi 47 poin.

Kurniawan sendiri mengakui kesempatan untuk menjadi asisten pelatih Como 1907 merupakan kesempatan besar baginya.

Selain untuk memperdalam ilmu kepelatihan, ia berkesempatan mendapatkan lisensi kepelatihan UEFA Pro selama berada di Como 1907.

Menjalani karier sepak bola di negeri Pizza bukanlah hal yang baru bagi pria berusia berusia 45 tahun tersebut.

Diketahui, Kurniawan pernah mencicipi sepak bola Italia semasa masih aktif bermain, di mana ia tergabung kompetisi kelompok usia Liga Italia bernama Primavera.

Baca Juga: Shin Tae-yong Sibuk di Timnas Indonesia U-19, Kim Pan-gon Sudah Persiapkan Piala Asia 2023

Selama berada di Italia, Kurniawan mampu mencuri perhatian. Bahkan dirinya dikontrak oleh salah satu tim papan atas, yakni Sampdoria.

Di Sampdoria, Kurniawan mampu membuat sang pelatih, Sven-Goran Eriksson takjub dan mempercayainnya saat tur Asia pada 1994 bersama bintang seperti Roberto Mancini.

Tak hanya pernah berkiprah di Italia sebagai pemain, Kurniawan juga pernah bermain di Swiss bersama FC Luzerns sebelum akhirnya memilih pulang kembali ke Indonesia.

Usai gantung sepatu, Kurniawan pun terjun ke dunia kepelatihan di mana dirinya pertama kali menjadi pelatih di Chelsea Soccer School Indonesia.

Setelah itu, Kurniawan menjadi asisten pelatih di tim nasional, salah satunya saat membantu Timnas Indonesia U-23 meraih medali perak di SEA Games 2019.

Sedangkan karier kepelatihan penuh di kancah profesional didapatkan Kurniawan di Malaysia, saat dirinya ditunjuk sebagai pelatih Sabah FC pada Desember 2019.

Pada 2021, Kurniawan dipecat dan akhirnya menerima pinangan Como 1907 untuk menjadi asisten pelatih dari Giacomo Gattuso.

[Felix Indrajaya]

Komentar