Brentford vs Manchester United: Tekanan Besar di Pundak Erik ten Hag

Arief Apriadi | Suara.com

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 15:11 WIB
Brentford vs Manchester United: Tekanan Besar di Pundak Erik ten Hag
Manajer Manchester United Belanda Erik ten Hag berbicara kepada para pemainnya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Brighton and Hove Albion di Old Trafford di Manchester, Inggris, pada 7 Agustus 2022. Lindsey Parnaby / AFP

Suara.com - Manchester United akan memainkan laga pekan kedua Liga Inggris 2022/2023 dengan tekanan hebat di pundak. Tim asuhan Erik ten Hag wajib menang setelah mengawali kompetisi dengan hasil sangat buruk.

Manchester United bertandang ke markas Brentford dengan catatan kekalahan 1-2 dari Brighton & Hove Albion. Parahnya, kekalahan di laga pekan pertama itu terjadi di Old Trafford.

Hasil yang diraih Manchester United berbanding terbalik dengan rival-rivalnya. Manchester City, Arsenal, Tottenham Hotspur, Liverpool dan Chelsea telah mengawali musim baru Liga Inggris dengan baik.

Kalau musim lalu mereka mencukur Leeds United 5-1 di Old Trafford, maka di tempat yang sama pekan lalu malah menyerah 1-2 kepada Brighton.

Ekspektasi yang besar kepada pelatih Erik ten Hag, apalagi setelah melewati tur pramusim yang menawan yang salah satunya dengan mengalahkan Liverpool 4-0 di Thailand sebulan lalu, membuat pendukung Setan Merah mengira Brighton akan bertekuk lutut.

Tak banyak yang menyalahkan pemain dan apalagi ten Hag yang dinilai telah menghadirkan pola bermain yang jelas dalam skuad Setan Merah.

Manajer Manchester United Erik ten Hag saat pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Brighton and Hove Albion di Old Trafford di Manchester, Inggris, pada 7 Agustus 2022.Lindsey Parnaby / AFP
Manajer Manchester United Erik ten Hag saat pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Brighton and Hove Albion di Old Trafford di Manchester, Inggris, pada 7 Agustus 2022.Lindsey Parnaby / AFP

Kritik justru dialamatkan kepada keluarga Glazer yang memiliki klub ini. Keluarga ini kembali menjadi sasaran murka pendukung Setan Merah, khususnya akibat gerak lamban manajemen dalam mendukung ten Hag menghadirkan skuad tangguh di Old Trafford.

Keluarga ini dinilai tak serius merombak skuad ketika tim-tim enam besar Liga Inggris lainnya agresif berbelanja.

Arsenal sudah membeli lima pemain baru, termasuk Gabriel Jesus dan Oleksandr Zinchenko dari Manchester City, serta Marquinos dari Sao Paulo.

Chelsea mendatangkan enam muka baru, termasuk Marc Cucurella dari Brighton, Raheem Sterling dari Manchester City, dan Kalidou Koulibaly dari Napoli.

Tottenham juga memperkuat diri dengan menghadirkan enam wajah baru, termasuk Ivan Perisic dari Inter Milan, Richarlison dari Everton, dan Clemenet Lenglet dari Barcelona.

Pun demikian dengan dua penguasa liga musim lalu; Liverpool dan Manchester City.

Liverpool mendapatkan Calvin Ramsay dari Aberdeen, Darwin Nunes dari Benfica dan Fabio Carvalho dari Fulham, sedangkan City sudah diperkuat Erling Haaland dari Borussia Dortmund, Stefan Ortega dari Arminia Bielefeld, dan Kalvin Phillips dari Leeds United.

Manchester United juga sudah mendapatkan tiga pemain; Christian Eriksen, Tyrlell Malacia, dan Lisandro Martinez. Tetapi ini tak cukup. Jangan bandingkan dengan Liverpool dan City.

Dua klub teratas Liga Inggris itu tak memiliki masalah seberat yang menimpa United. Keduanya memiliki tim yang merata kekuatannya yang bisa saling melapis sehingga tim tetap mengerikan dalam kondisi apa pun.

Liverpool dan Manchester City tak memerlukan bedah luar dalam seperti seharusnya ditempuh United.

Adalah mantan pelatih Setan Merah, Ralf Rangnick, yang merekomendasikan reformasi mendasar di Old Trafford agar bisa mengalami lagi masa jaya seperti era Alex Ferguson.

Tapi manajemen United tak terlihat mengerahkan segalanya dan membuat terobosan dalam upaya mendapatkan target-target utama, khususnya Frenkie de Jong.

Memang dengan hanya memiliki tiket Liga Europa, United tak menarik bagi pemain-pemain bintang seperti de Jong. Cristiano Ronaldo saja ingin meninggalkan United karena alasan ini.

Tetapi banyak kalangan menilai gerakan manajemen Setan Merah kalah ambisius dibandingkan Erik ten Hag.

Sehari sebelum bertandang ke kandang Brentford Sabtu malam ini, Ten Hag ditanyai wartawan 'berapa lama mengembalikan kejayaan di Old Trafford?'.

Ten Hag yang mempersembahkan tiga trofi juara Liga Belanda kepada Ajax Amsterdam, tak memberikan kerangka waktu, namun secara implisit dia ingin secepatnya mengubah United seperti tim yang didambakan suporternya.

Ingin tim juara

Ten Hag berkata, "saya tak bisa meminta penggemar bersabar karena mereka ingin menyaksikan sebuah tim juara. Dan itulah alasannya saya ada di sini, saya harus menciptakan tim juara."

Terlihat sudah, ten Hag memang ambisius, terlihat pula dari cara dia mengubah United belakangan ini menjadi tim yang memiliki pakem yang jelas.

Sekalipun kalah dari Atletico Madrid dalam laga persahabatan bulan lalu dan dibungkam Brighton pekan lalu, tak bisa dipungkiri Ten Hag telah mengubah Manchester United menjadi tim yang lebih terencana dan terstruktur saat memainkan bola dan menyerang, bahkan perlahan tengah menjadi pola baku dan pakem.

Sayangnya United masih terlalu mengandalkan formasi tim yang musim lalu membuat mereka finis urutan keenam, termasuk mereka yang mengisi bagian vital dalam sepak bola modern; lapangan tengah.

Sektor inilah yang sering dibedah banyak orang. United dianggap tak memiliki jenderal lapangan tengah. United tak memiliki poros sekaliber Frenkie de Jong yang mati-matian berusaha didatangkan Erik ten Hag dari Barcelona.

Faktor besar di balik kekalahan United dari Birghton dan Atletico pun karena ketiadaan dirigen lapangan tengah ini. Mereka tak mendapatkan fungsi ini dari Scott McTominay dan Fred.

Kedua pemain ini sering tampil cemerlang. Tapi mereka juga kadang bermain di bawah standard.

Padahal dalam liga sekompetitif Liga Inggris, pemain yang konsisten bermain cemerlang di lapangan tengah adalah vital bagi tim.

Mantan jenderal lapangan tengah United, Roy Keane, sampai mengatakan sepanjang lapangan tengah diisi McTominay dan Freed, United tak akan pernah menjuarai apa-apa.

Brighton mungkin tahu soal ini, termasuk dengan belajar dari bagaimana Atletico mengalahkan United bulan lalu itu.

Sabtu malam nanti giliran Brentford yang mungkin mempelajari cara Brighton dan Altetico mengalahkan Manchester United.

Brentford sendiri sulit ditaklukkan di kandangnya. Musim lalu, mereka menjebol gawang Liverpool tiga kali untuk memaksa seri 3-3. Mereka juga memaksa City dan Chelsea menang 1-0 dengan susah payah.

Intinya, Brentford yang sejauh ini telah membeli delapan pemain baru termasuk Mikkel Damsgaard dari Sampdoria, tak akan lebih mudah dari Brighton.

Meski begitu, pilihan Ten Hag di Stadion Gtech Community di Brentford nanti hanya satu, yakni menang.

Menang akan membuat tekanan mengendur kepada pemilik, walau tak akan membuat Ten Hag puas. Sebaliknya, kalah akan lebih buruk bagi citra keluarga Glazer.

Pendukung garis keras Setan Merah sampai bersumpah akan mengosongkan Old Trafford kala menjamu Liverpool pekan depan jika performa semakin buruk dan jika gerak di bursa transfer tetap selamban sekarang.

Saat bersamaan, usahawan kaya raya Inggris yang hampir mengakuisisi MU pada 1989, Michael Knighton, menyatakan akan menggandeng sebuah konsorsium untuk mengenyahkan keluarga Glazer dari Old Trafford.

Dinamika-dinamika seperti ini membuat pertandingan melawan Brentford menyajikan pertaruhan besar di dalam dan di luar stadion, terutama bagi pemilik United.

Ini sudah seperti laga final, terlebih bagi keluarga Glazer. Bagi ten Hag sendiri, laga ini bisa menjadi pengukuh formulanya.

Dengan atmosfer semenuntut ini, pertandingan Sabtu malam nanti itu akan berlangsung sengit, sejak menit pertama.

[Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Hits Bola: Deretan Pelatih Liga 1 yang Diprediksi Bisa Bernasib Seperti Robert Alberts

5 Hits Bola: Deretan Pelatih Liga 1 yang Diprediksi Bisa Bernasib Seperti Robert Alberts

Bola | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:38 WIB

Jadwal Liga Inggris Pekan Kedua

Jadwal Liga Inggris Pekan Kedua

| Sabtu, 13 Agustus 2022 | 08:31 WIB

Ingin Pinjam Justin Kluivert, Fulham Kontak AS Roma

Ingin Pinjam Justin Kluivert, Fulham Kontak AS Roma

Bola | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 00:27 WIB

Chelsea Siapkan Rp1,1 Triliun untuk Tebus Frenkie de Jong dari Barcelona

Chelsea Siapkan Rp1,1 Triliun untuk Tebus Frenkie de Jong dari Barcelona

Bola | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 17:19 WIB

Selangkah Lagi Adrien Rabiot Bakal Jadi Milik Manchester United

Selangkah Lagi Adrien Rabiot Bakal Jadi Milik Manchester United

Bola | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 16:01 WIB

Raheem Sterling: Chelsea Pilihan Terbaik untuk Saya

Raheem Sterling: Chelsea Pilihan Terbaik untuk Saya

Bola | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:37 WIB

Terkini

Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas

Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:16 WIB

Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol

Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:39 WIB

Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan

Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:29 WIB

Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang

Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:05 WIB

Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?

Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib

Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026

Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:11 WIB

Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu

Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:08 WIB

Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia

Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:50 WIB

Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati

Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:33 WIB