Kesaksian di Balik Sepak Bola Gajah PSS vs PSIS, Disuruh Cetak Gol Bunuh Diri, Mau Nyerang Malah Dimarahi

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 27 Oktober 2022 | 12:55 WIB
Kesaksian di Balik Sepak Bola Gajah PSS vs PSIS, Disuruh Cetak Gol Bunuh Diri, Mau Nyerang Malah Dimarahi
Mantan Pemain PSS Sleman, Agus Setiawan (Channel Omah Balbalan)

Suara.com - Sepakbola gajah PSS Sleman vs PSIS Semarang pada 26 Oktober 2014 salah satu kisah paling kelam dunia sepakbola Indonesia. Semua pemain disuruh cetak gol bunuh diri dan bermain tak wajar di lapangan.

Sepak bola gajah itu terjadi dalam laga lanjutan Indonesia Super League atau yang juga disebut Liga Super Indonesia. Akibatnya ada pemain yang mendapatkan sanksi tidak boleh main bola di liga profesional seumur hidup, salah satunya mantan gelandang PSS Sleman Agus Setiawan.

Lelaki yang biasa disapa Awank itu menceritakan di balik peristiwa Sepakbola Gajah PSS Sleman vs PSIS Semarang itu. Cerita itu dia sampaikan dalam Channel Omah Balbalan.

Sepakbola gajah PSS Sleman vs PSIS Semarang 26 Oktober 2014 ini dilakukan karena PSIS Semarang tidak ingin Borneo FC di laga lanjutan Indonesia Super League atau yang juga disebut Liga Super Indonesia.

Al hasil PSIS Semarang dan PSS Sleman melakukan 5 gol bunuh diri dengan hasil akhir pertandingan 3-2 dengan kemenangan oleh PSS Sleman di Lapangan Sepakbola Stadion AAU Sleman Yogyakarta.

Dalam pertandingan itu, Awank cetak 2 gol bunuh diri.

Awank menceritakan sehari sebelum laga, seluruh pemain PSS Sleman sebenarnya tidak tahu sama sekali soal ada settingan atau rekayasa. Yang mereka tahu adalah harus menang melawan PSIS Semarang.

"Para pemain, nggak tahu dari awal akan ada pertandingan (harus direkayasa), katanya besok kita main, menang, semi final, lalu main di Senayan. (Apakah) di situ ada pengaturan atau ada hal yang semacam settingan, nggak ada. Saya saja nggak tahu," kata Awank.

Keanehan mulai muncul saat beberapa jam sebelum pertandingan. Saat breafing pagi setelah sarapan, Awank yang selama ini posisinya gelandang, tetiba ditempatkan di posisi bek.

"Waktu itu yang nawarin saya asisten pelatih," kata Awank.

Memang saat itu beberapa pemain PSS Sleman tengah cedera. Termasuk bek.

"Katanya nggak apa-apa. Ini kendalanya stoper cedera patah. Dengan alasan itu nggak ada stoper, saya sama Marwan. Dua-duanya gelandang (jadi bek). Saat itu nggak ada pikiran negatif," paparnya.

Kecurigaan belum ada dalam pikiran Awank. Sebagai pemain bola normal, dia hanya ingin terus bermain di Liga 1 Indonesia.

"Saya pikiran, siapa sih nggak mau main. Saya hanya siapkan sepatu. Jadi malam sebelumnya nggak ada pengaturan. Kita nyarinya menang, kan kalau di kandang, kalau menang kta dapat bonus," kata dia.

Sore harinya, pertandingan pun dimulai. Di sini lah muncul keanehan di babak pertama. Pemain PSS Sleman akan dimarahi oleh Manajer PSS Sleman kala itu, Suparjiono atau Panan Parji.

"Kita merasa sepakbola itu, kaya film Indosar, sinetron. Nyerang nggak boleh, lawan juga nggak nyerang, bahkan mereka nggak mau rebut bola."

"Pas kita pancing untuk mereka rebut bola, mereka nggak rebut. Mereka malah ngobrol, ada yang cuma pemanasan. Ini main bola apa," kata Awank dengan tertawa tipis.

Pada istrahat jeda babak pertama, arahan gol bunuh diri pun terucap dari Suparjiono.

Menurut Awank, Suparjiono menawari siapa yang berani untuk cetak gol bunuh diri.

Semua pemain pun merasa aneh dengan pertanyaan itu. Sebab sebelum pertandingan, pelatih mereka menyatakan bermain seperti biasa saja, namun pihak manajemen meminta jangan cetak gol untuk sementara waktu.

"Pelatih bilang, main seperti biasa, fight. Tapi di situ manajemen bilangnya, jangan cetak gol dulu. kita main biasa aja," kata dia.

"Semua di ruang ganti, semua pada diam. manajemen, pelatih, ada di situ. Tidak ada kata lain, ada instruksi khusus atau tidak, saya nggak tau.

"Setelah babak pertama selesai, manajanem bilang, siapa yang berani cetak gol bunuh diri? Itu dari Pak Parji. Kita semua diam. Nggak ada yang komen.

Awank tidak detil jelaskan alasan pemain harus cetak gol bunuh diri. Hanya saja dia mengatakan itu untuk menghindari lawan Borneo FC.

"Intinya jangan sampai ketemu Borneo FC kalau mau lolos. Kalau draw aja kita bertemu Borneo FC. Makanya harus kalah."

Awank sudah memprediksi semua pemain akan mendapat sanksi PSSI jika melakukan hak curang itu. Di sisi lain dia memikirkan kariernya di Sepak Bola yang sudah dibangun dengan keras.

Arahan cetak gol bunuh diri itu tidak digubris pemain. Semua pemain di ruang ganti diam.

"Saya sudah diingatkan sama tim Semarang (yang cedera), dia bilang "kalau ada apa-apa jangan ikut-ikutan," kata dia.

Dari nasihat itu, Awank sudah yakin jika pertandingan itu tidak normal.

Di pertandingan itu, Awank cetak gol bunuh diri 2 kali. Dia mengklaim itu tidak sengaja dilakukan. Niatnya bola ingin dioper ke kiper, tapi kiper tidak menangkap bola dan akhirnya bola masuk ke gawang.

"Nggak ada sengaja. Kan sudah pasti, pas gol pertama terjadi. Saya lihat dari pemain kita ada instruksi, kalau Riyono masuk, lempar topi, itu lah dia eksekusi," katanya.

Ada peristiwa lucu dan aneh. Saat ada percobaan gol bunuh diri dari PSS Sleman ke gawang sendiri, bola malah dihalaw oleh pemain PSIS Semarang.

"Bahkan percobaan gol pertama itu dihalangi pemain PSIS. Unik ini. Dihalangin Striker PSIS," jelasnya.

Situasi demikian membuat semua pemain frustasi. Bahkan saat Awank cetak gol bunuh diri, saat itu lah dia merasa kariernya sudah hancur.

"Waktu saya cetak gol bunuh diri, itu salah satu awal kehancuran karier saya. Saya cetak gol kedua, di dalam hati "hancur karier saya" padahal saat itu masa keemasan karier sepakbola. Saat itu mau sedih gimana, anak istri mau makan apa."

Disanksi PSSI

Awank dan seluruh manajemen PSS Slemen menjalani sidang komisi disiplin di kantor PSSI lama di kawasan Senayan, Jakarta selatan.

Dia sempat dijanjikan jaminan oleh Parji. Mulai dari pembayaran kompensisasi dan sisa gaji yang akan dicicil.

Namun janji itu tidak sepenuhnya dipenuhi, karena Parji tak lama meninggal dunia.

Sebelum kita berangkat ke Jakarta, kita kumpul sama Pak Parji. Saya dijanjikan, saya bisa main bola lagi. Tapi setelah Pak Parji nggak ada, saya kayak anak gajah kehilangan induknya. Yang lain udah nggak mau tahu, cuma Pak Parji yang usahakan. Bahkan pak parji pernah curhat, "saya hidup tapi nggak hidup". (Dia alami) tekanan batin," kata dia.

Ditambah, saat sidang komdis PSSI, para pemain PSS Sleman tidak diberikan waktu untuk membela diri. Di tambah kondisi sidang pun hanya sekadar mengkonfirmasi rekaman video pertandingan tersebut.

"Kita nggak dikasih ruang dan waktu menyampaikan apa yang terjadi di situ. Cuma "ini kenapa bisa kayak gitu, siapa yang suruh," kata dia.

Dalam situasi itu, pikiran Awank kalut dan hanya bisa diam.

"Saya bilang tidak ada unsur kesengajaan, dan itu murni tendangan ke teman dan dibiarkan sama teman. Tapi itu nggak digubris."

"Lalu ditanya siapa yang nyuruh, saya bilang tidak ada yang nyuruh, karena saya cuma tidak ada niat cetak gol bunuh diri. kan saya punya karier, masa cetak gol bunuh diri," jelas Awank.

Akhirnya Awank pun mendapat sanksi menyakitkan itu.

Putusan Komdis PSSI 2014

Pelaku gol bunuh diri pada pertandingan babak 8 Besar Divisi Utama antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang, dihukum larangan bermain sepakbola seumur hidup oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, serta denda sebesar masing-masing Rp100 juta.

Berdasarkan rapat Komdis di Kantor PSSI Senayan, Jakarta, Kamis (20/11/2014), pelaku gol bunuh diri yang mendapatkan sanksi tegas itu adalah Kumaedi dan Fadli Manan dari PSIS Semarang, serta Agus Setiawan dan Hermawan Putra dari PSS Sleman.

Hukuman juga diberikan kepada penjaga gawang PSIS, Adi Nugroho, serta Saptono yang merupakan seorang striker yang justru berdiri di gawang lawan untuk mencegah terjadinya gol ke gawang lawan. Dari PSS, penjaga gawang Riono juga mendapat sanksi yang sama.

Saat itu Ketua Komdis PSSI, Hinca Panjaitan.

Menurut Hinca, pada pertandingan ini, kedua tim ingin mengalah supaya terhindar berjumpa Pusamania Borneo FC dari grup yang lain. Kondisi ini membuat kedua tim tidak mencari kemenangan, namun justru sebaliknya ingin mendapatkan kekalahan.

Tidak hanya pemain yang terlibat dalam menciptakan gol bunuh diri, Komdis PSSI juga memberikan sanksi kepada pemain yang terlibat dalam pertandingan tersebut.

Sanksi lima tahun larangan bermain sepakbola dan denda masing-masing Rp50 juta diberikan Komdis kepada pemain PSS dan PSIS.

Dari PSIS Semarang, pemain yang mendapatkan sanksi ini masing-masing adalah Sunar Sulaiman, Anam Syahrul, Taufik Hidayat, Andik Rahmat, Elina Soka, Vidi Hasiolan, serta Frengky Mahendra. Sedangkan dari PSIS ada Marwan Muhammad, Satrio Aji, Wahyu Gunawan, Ridwan Awaludin, Anang, Agus Setiawan, Mudah Yulianto dan Moneiga Bagus.

Pemain cadangan pun tak luput dari sanksi. Sanksi yang diberikan Komdis PSSI untuk mereka adalah hukuman satu tahun dengan masa percobaan lima tahun, serta denda Rp50 juta.

Pemain PSIS yang mendapat sanksi tersebut adalah Ivo Andre Wibowo, Safrudin Tahar, Edyanto, Ahmad Noviandani dan Hari Yulianto.

Sedangkan pemain PSS adalah Rasmoyo, Adelmund, Waluyo, Saktiawan Sinaga, Guy Junior dan Gratheo Hadi Witama.

PSSI juga memberikan hukuman kepada pembantu umum dan masseur kedua tim, berupa larangan satu tahun dengan masa percobaan lima tahun, tanpa denda.

Pada sidang itu, Komdis PSSI juga mengeluarkan sanksi tegas kepada dua pemain asing dari PSIS Semarang, yaitu Ronald Fagundez dan Julio Alcorse, berupa larangan beraktivitas selama lima tahun dan denda Rp150 juta.

"Mereka pemain yang masuk cadangan. Pemain asing seharusnya menjadi panutan, tapi tidak patuh dan menutupi. Mereka dibayar mahal, tapi pura-pura tidak tahu. Mereka harus tinggalkan Indonesia," kata Hinca dengan tegas.

Seperti diberitakan sebelumnya, sanksi tegas tak hanya diberikan Komdis kepada pemain, tetapi juga kepada ofisial dan pelatih dari kedua tim. Sanksi yang diberikan mulai dari larangan aktivitas seumur hidup, lima tahun dan satu tahun, dengan masa percobaan lima tahun, plus denda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manajer PSS Sleman Ungkap Kondisi Pemain Jelang Lawan Persipura Jayapura

Manajer PSS Sleman Ungkap Kondisi Pemain Jelang Lawan Persipura Jayapura

Bola | Kamis, 19 Februari 2026 | 14:55 WIB

Persipura Jayapura Kembali Catatkan Rekor Penonton Terbanyak

Persipura Jayapura Kembali Catatkan Rekor Penonton Terbanyak

Bola | Senin, 16 Februari 2026 | 10:49 WIB

Jamu PSS Sleman, Kendal Tornado FC Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan

Jamu PSS Sleman, Kendal Tornado FC Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan

Bola | Senin, 05 Januari 2026 | 08:25 WIB

Resmi Berpisah dengan PSIM Yogyakarta, Rafinha: Perasaan Saya Campur Aduk

Resmi Berpisah dengan PSIM Yogyakarta, Rafinha: Perasaan Saya Campur Aduk

Bola | Senin, 29 Desember 2025 | 22:30 WIB

Kabar Duka, Pendiri PSS Sleman Sudarsono KH Meninggal Dunia

Kabar Duka, Pendiri PSS Sleman Sudarsono KH Meninggal Dunia

Bola | Kamis, 18 Desember 2025 | 14:08 WIB

Siapa Datu Nova Fatmawati? Bos Baru PSIS Semarang, Istri Bos Persela Lamongan

Siapa Datu Nova Fatmawati? Bos Baru PSIS Semarang, Istri Bos Persela Lamongan

Bola | Selasa, 18 November 2025 | 22:34 WIB

Erick Thohir Jadi Menpora, Bos PSIS Semarang: Ini Tanggung Jawab Berat

Erick Thohir Jadi Menpora, Bos PSIS Semarang: Ini Tanggung Jawab Berat

Bola | Rabu, 17 September 2025 | 23:46 WIB

5 Terpopuler: Sosok Agus Setiawan Trending, Isi Garasi Menag Jadi Sorotan

5 Terpopuler: Sosok Agus Setiawan Trending, Isi Garasi Menag Jadi Sorotan

Lifestyle | Kamis, 04 September 2025 | 19:12 WIB

Apa Perbedaan BEM UI Kuning dan Ungu? Agus Setiawan Trending di X

Apa Perbedaan BEM UI Kuning dan Ungu? Agus Setiawan Trending di X

Lifestyle | Kamis, 04 September 2025 | 15:02 WIB

Siapa Agus Setiawan? Ini Profil Ketua BEM UI yang Trending di X

Siapa Agus Setiawan? Ini Profil Ketua BEM UI yang Trending di X

Lifestyle | Rabu, 03 September 2025 | 20:17 WIB

Terkini

Skandal! Dean James Punya 2 Paspor? NAC Breda Desak KNVB Selidiki

Skandal! Dean James Punya 2 Paspor? NAC Breda Desak KNVB Selidiki

Bola | Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:30 WIB

Serius Go Global, Futsal Indonesia Bangun Koneksi di Spanyol

Serius Go Global, Futsal Indonesia Bangun Koneksi di Spanyol

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:36 WIB

Arahan FIFA, AFC Resmi Hentikan Bidding Tuan Rumah Piala Asia yang Diikuti Indonesia

Arahan FIFA, AFC Resmi Hentikan Bidding Tuan Rumah Piala Asia yang Diikuti Indonesia

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:31 WIB

FIFA Pastikan ASEAN Cup akan Digelar pada September-Oktober 2026

FIFA Pastikan ASEAN Cup akan Digelar pada September-Oktober 2026

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:26 WIB

Siapa Marco Giampaolo? Eks AC Milan yang Resmi Jadi Pelatih Emil Audero

Siapa Marco Giampaolo? Eks AC Milan yang Resmi Jadi Pelatih Emil Audero

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:30 WIB

FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global

FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:09 WIB

Profesionalisme Tingkat Tinggi: Kisah Hugo Ekitike Rela Lebaran di Pesawat Demi Liverpool

Profesionalisme Tingkat Tinggi: Kisah Hugo Ekitike Rela Lebaran di Pesawat Demi Liverpool

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:15 WIB

Pascal Struijk Pamer Tato Garuda Usai Asisten Timnas Indonesia Berkunjung ke Leeds, Kode Gabung?

Pascal Struijk Pamer Tato Garuda Usai Asisten Timnas Indonesia Berkunjung ke Leeds, Kode Gabung?

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:05 WIB

Satu Posisi Penting di Timnas Indonesia Era John Herdman Justru Masih Kosong

Satu Posisi Penting di Timnas Indonesia Era John Herdman Justru Masih Kosong

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:10 WIB

Rival Timnas Indonesia Pusing, Pelatih Bulgaria Kekurangan Pemain Jelang FIFA Series 2026

Rival Timnas Indonesia Pusing, Pelatih Bulgaria Kekurangan Pemain Jelang FIFA Series 2026

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:03 WIB