Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyempatkan diri hadir dalam acara pelatihan atau persiapan penerapan Video Assistant Referee (VAR) untuk putaran kedua BRI Liga 1 2023/2024. Ia mengakui penggunaan VAR di Liga 1 menelan biaya miliaran rupiah.
Kegiatan VAR Education untuk sang pengadil lapangan itu diselenggarakan di Jakarta pada 5-7 Juli 2023.
Dalam agenda ini, diikuti 42 wasit yang terdiri dari 18 wasit yang akan bertugas di BRI Liga 1 2023/2024 dan 24 wasit yang nantinya akan bertugas di Liga 2.
"Kami ingin pastikan para wasit siap punya kemampuan dan juga konfiden. Karena itu, selain tadi sudah ada training menjelaskan, saya masuk kasih pandangan ke depan mengenai perwasitan kita harus lebih baik," ucap Erick usai acara, Jumat (7/7/2023).
![Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/07/05/54520-erick-thohir-pssi.jpg)
"Kenapa? Karena ini menjadi kunci. Kalau perwasitan kita tidak ada peningkatan, jalan pertandingan tidak maksimal," sambungnya.
"Tapi jangan juga terjebak persepsi seakan wasit kita semua curang, saya tidak setuju. Karena itu, kemarin Exco, saya sendiri menawarkan untuk ambil pimpinin Komite Wasit, tidak lain untuk menyemangati kami peduli kepada mereka (wasit), sehingga Ketua PSSI saja mau turun."
Erick menjelaskan targetnya ke depan adalah membuat wasit di Indonesia tak lagi di pandang sebelah mata. Segala upaya dilakukan agar para pengadil lapangan dipandang dengan bagus masyarakat.
Bahkan, PSSI sudah bekerjasama dengan Jepang untuk tingkatkan kualitas wasit. Menter BUMN itu menyebut biayanya sampai miliaran untuk tingkatkan kualitas wasit.
"Kami sudah pelajari akan study banding dengan Jepang ada struktur perwasitan yang harus diperbaiki secara menyeluruh dan biaya tidak murah. Itu miliar-miliaran," terang Erick Thohir.
"Itu tidak pernah kami di PSSI punya anggaran segini besar untuk perwasitan. Kami coba mencari dana lagi. Saya terima kasih kepada liga (Indonesia Baru) yang bisa mendorong ada percepatan var sehingga menjadi terobosa luar biasa," sambungnya.
Lebih lanjut, Erick meminta dukungan pemerintah agar VAR bisa ditetapkan secara menyeluruh. Salah satunya adalah renovasi stadion agar sesuai standar.
"Saya berharap pemerintah bisa membantu renovasi 16 stadion yang bisa untuk BRI Liga 1 dan sudah ada sistem VAR-nya nanti. Kalau stadion di SUGBK, I Wayan Dipta, Manahan sudah punya. Akan tetapi, yang lainnya harus dimaksimalkan. Akan kami dorong agar ada perbaikan," pungkasnya.