Suara.com - Penyerang naturalisasi Timnas Indonesia, Rafael Struick mengakui dirinya mendadak jadi 'superstar' di klubnya di Belanda, ADO Den Haag setelah kini jadi andalan lini depan skuad Garuda.
Setelah mencetak 2 caps bersama Timnas Indonesia senior, terutama setelah tampil di laga FIFA Matchday September lalu kontra Timnas Argentina, Rafael Struick kini jadi sosok populer di ruang ganti klub divisi dua Liga Belanda, ADO Den Haag.
Popularitas instan Struick di Indonesia berimbas ke Belanda. Saat pertama kali bergabung ke ADO Den Haag untuk menjalani masa pramusim menyambut kampanye 2023/2024, Struick menjadi sasaran candaan rekan-rekannya.
“Saat saya datang di hari pertama latihan, mereka (para pemain ADO Den Haag) secara tiba-tiba memanggil saya 'superstar'. Mereka terus melakukan itu, bahkan ketika berjalan berpapasan,” ungkap Struick seperti dikutip dari Omroep West, Selasa (8/8).
![Penyerang Timnas Indonesia, Rafael Struick tampil pada laga FIFA Matchday kontra Timnas Palestina di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Rabu (14/6/2023) malam. [dok. PSSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/06/14/51246-rafael-struick-timnas-indonesia.jpg)
Walau begitu, penyerang berusia 20 tahun itu masih agak lega karena bisa melenggang dengan tenang saat berada di Den Haag, karena relatif belum banyak masyarakat kota tersebut mengenali dirinya.
Bagi Struick, itu membuat dirinya lebih fokus.
“Kondisi anonimitas di Den Haag memberikan saya alasan untuk terus bekerja keras. Saya bisa menjadi diri sendiri. Bahkan saya lebih suka tidak dikenali dengan cepat di sini,” tukas Den Haag.
Setelah tampil reguler di masa pramusim, Struick kini fokus menatap laga pembuka ADO Den Haag di Eerste Divisie 2023/2024. ADO Den Haag yang tentunya ingin kembali promosi ke kasta tertinggi Liga Belanda, Eredivisie, akan tandang ke markas De Graafschap pada Sabtu (12/8) dini hari WIB.