- Federico Valverde tiba di Uruguay pada 27 Mei 2026 untuk memperkuat tim nasional dalam turnamen Piala Dunia.
- Valverde memandang konflik dengan rekan setimnya di Real Madrid sebagai proses pendewasaan diri untuk menjadi kapten.
- Gelandang Real Madrid tersebut menyatakan kesiapan penuh untuk menempati posisi apa pun demi membantu Uruguay meraih gelar juara.
Suara.com - Gelandang Real Madrid, Federico Valverde, akhirnya angkat bicara mengenai konflik yang sempat terjadi dengan rekan setimnya, Aurélien Tchouameni.
Pemain asal Uruguay itu menilai insiden tersebut menjadi pelajaran penting dalam proses pendewasaan dirinya sebagai pemimpin di ruang ganti.
Valverde tiba di Uruguay pada Selasa (27/5/2026) untuk bergabung bersama tim nasional menjelang Piala Dunia 2026.
Valverde datang dengan motivasi tinggi dan mimpi besar membawa negaranya meraih gelar juara dunia.
“Saya selalu bermimpi mengangkat trofi itu. Itu impian terbesar sejak kecil, bermain untuk tim nasional dan memenangkan Piala Dunia,” ujar Valverde kepada media setibanya di bandara seperti dilansir dari Cardena Ser.
Meski penuh ambisi, pemain berusia 27 tahun itu meminta timnya tetap melangkah dengan tenang.
Menurutnya, Uruguay harus fokus menjalani turnamen langkah demi langkah.
Sebagai salah satu kapten di era kepelatihan Marcelo Bielsa, Valverde mengaku kini memikul tanggung jawab besar di dalam skuad.
![Xabi Alonso Diambang Pemecatan, Aurelien Tchouameni Pasang Badan [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/09/38873-aurelien-tchouameni.jpg)
Ia ingin membantu Uruguay mengulang pencapaian bersejarah saat finis di posisi keempat pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
“Kami tumbuh dengan kenangan itu dan ingin membuat Uruguay bangga lagi,” katanya.
Valverde juga menyinggung insiden panas bersama Tchouameni yang sempat memicu perhatian publik di internal Real Madrid.
Ia memastikan situasi tersebut justru membuat dirinya berkembang secara mental.
“Saya merasa sangat baik. Saya mendapat dukungan dari fans Real Madrid dan klub. Terkadang dalam sepak bola dan kehidupan, kita harus melewati rintangan kecil untuk belajar tumbuh dan menjadi dewasa,” ujar Valverde.
Ia bahkan percaya pengalaman itu akan membantunya menjadi pemimpin yang lebih baik di masa depan.
“Saya yakin ini akan membantu saya menjadi kapten yang lebih baik dalam beberapa tahun ke depan,” lanjutnya.