Suara.com - Timnas Indonesia akan menghadapi Jepang pada laga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat (15/11/2024). Garuda dinilai punya setidaknya dua keuntungan dalam usaha mencuri poin dari Samurai Biru.
Timnas Indonesia saat ini berada di posisi kelima dalam klasemen Grup C dengan koleksi tiga poin dari empat pertandingan.
Situasi itu membuat tim asuhan Shin Tae-yong menargetkan minimal meraup empat poin dalam dua laga Grup C pada November 2024 ini, demi menjaga asa minimal finis empat besar dan lolos ke putaran keempat.
Selain menghadapi Jepang, Garuda diketahui juga bakal menjamu Arab Saudi pada 19 November.
Di sisi lain, Jepang kokoh di puncak klasemen Grup C dengan 10 poin hasil dari tiga menang dan sekali imbang.
Meski di atas kertas bukan tandingan Jepang, Timnas Indonesia tetap memiliki peluang untuk setidaknya mencuri satu poin.
Apalagi, Timnas Indonesia dinilai punya setidaknya dua keuntungan jelang laga ini. Berikut ulasannya.
1. Faktor Cuaca
![Kondisi rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pasca tahap penanapan dalam proses revitalisasi, Senin (12/8/2024). [Dok. Instagram/@love_GBK]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/08/14/64243-kondisi-rumput-stadion-utama-gelora-bung-karno-sugbk-senayan-jakarta-senin-1282024.jpg)
Cuaca Jakarta yang sedang memasuki musim penghujan bisa menjadi keuntungan bagi Timnas Indonesia.
Sering terjadi perubahan cuaca dari panas terik ke hujan lebat, yang sudah biasa bagi pemain Indonesia, tetapi bisa menyulitkan pemain Jepang atau Arab Saudi yang kurang terbiasa dengan kondisi tersebut.
2. Kevin Diks Bergabung

Timnas Indonesia mendapatkan tambahan kekuatan di lini belakang dengan masuknya Kevin Diks, bek berusia 28 tahun dari FC Copenhagen.
Diks resmi menjadi warga negara Indonesia setelah menjalani sumpah di KBRI Copenhagen pada 8 November 2024.
Andai bisa tampil di laga kontra Jepang, Kevin Diks bakal memperkokoh lini belakang Garuda yang mengusung formasi 3-4-3.
Dia juga membawa pengalaman berkarier di Eropa, melengkapi nama-nama pemain keturunan Grade A yang sudah lebih dulu bergabung dengan Timnas Indonesia seperti Jay Idzes dan Mees Hilgers.