5 Kekurangan Shin Tae-yong Jarang Diketahui Publik, Padahal Fatal Buat Masa Depan Timnas Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 07 Januari 2025 | 16:30 WIB
5 Kekurangan Shin Tae-yong Jarang Diketahui Publik, Padahal Fatal Buat Masa Depan Timnas Indonesia
Shin Tae-yong masih mendapat kritikan keras soal taktik-taktik yang diterapkannya. (IG Shin Tae-yong)

Suara.com - Berikut lima kekurangan Shin Tae-yong selama melatih Timnas Indonesia sehingga membuatnya dipecat dari kursi kepelatihan.

PSSI melalui Ketua Umum-nya, Erick Thohir, mengambil keputusan besar untuk melengserkan Shin Tae-yong dari jabatannya sebagai pelatih kepala.

Keputusan itu disampaikan oleh Erick Thohir saat mengadakan konferensi pers mengenai rencana baru perkembangan Timnas Indonesia, Senin (6/1) siang WIB.

"Pak Sumardji sudah ketemu Coach STY tadi pagi dan coach STY sudah menerima surat menyuratnya, nanti ada proses yang berikutnya mengenai hubungan kita yang sudah berakhir,”kata Erick Thohir.

(https://www.suara.com/bola/2025/01/06/122823/detik-detik-shin-tae-yong-dipecat-erick-thohir)

Saat ditanyai awak media, pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu membeberkan beberapa alasan di balik keputusan tersebut.

Erick Thohir menyoroti tiga aspek di balik keputusan itu, yakni strategi yang disepakati pemain, komunikasi, serta implementasi program untuk Timnas Indonesia.

Namun publik meyakini ada beberapa dosa yang dilakukan pelatih asal Korea Selatan itu hingga PSSI memecatnya sebelum kontraknya habis pada 2027 mendatang.

Lantas, apa saja dosa yang dilakukan Shin Tae-yong dan membuat dirinya dipecat dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia? Berikut ulasannya.

baca juga

1. Komunikasi/Bahasa

Shin Tae-yong masih mendapat kritikan keras soal taktik-taktik yang diterapkannya. (IG Shin Tae-yong)
Shin Tae-yong masih mendapat kritikan keras soal taktik-taktik yang diterapkannya. (IG Shin Tae-yong)

Masalah komunikasi atau masalah bahasa menjadi dosa Shin Tae-yong paling besar selama lima tahun melatih Timnas Indonesia.

Masalah ini kerap menjadi sorotan karena Shin Tae-yong menggunakan dua penerjemah, yakni penerjemah bahasa Indonesia dan penerjemah bahasa Inggris.

Karena masalah bahasa dan komunikasi ini, Shin Tae-yong dianggap tak maksimal dalam menyampaikan taktiknya, meski dirinya memiliki dua penerjemah.

2. Hasil Minor Kontra Bahrain dan China

Shin Tae-yong masih mendapat kritikan keras soal taktik-taktik yang diterapkannya. (IG Shin Tae-yong)
Shin Tae-yong masih mendapat kritikan keras soal taktik-taktik yang diterapkannya. (IG Shin Tae-yong)

Salah satu dosa Shin Tae-yong yang sulit dilupakan publik adalah mengenai hasil minor saat melawan Bahrain dan China pada Oktober 2024 di lanjutan grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sebelum dua pertandingan tersebut, Timnas Indonesia percaya diri bisa menang. Alih-alih menang, skuad Garuda justru ditahan imbang Bahrain lewat gol menit akhir.

Kemudian Shin Tae-yong pun makin dicecar karena bereksperimen di laga kontra China, sehingga Timnas Indonesia harus menelan kekalahan dengan skor 1-2.

3. Manajemen Pemain

Shin Tae-yong masih mendapat kritikan keras soal taktik-taktik yang diterapkannya. (IG Shin Tae-yong)
Shin Tae-yong masih mendapat kritikan keras soal taktik-taktik yang diterapkannya. (IG Shin Tae-yong)

Sebagai pelatih, Shin Tae-yong diwajibkan bisa memaksimalkan pemain yang dimilikinya. Hanya saja, belakangan eks pelatih Timnas Korea Selatan ini dianggap melakukan blunder dalam pemilihan pemain.

Sebagai contoh adalah masalah Eliano Reijnders, di mana PSSI yang mengebut proses naturalisasinya, justru tak dilirik dan diasingkan oleh Shin Tae-yong dalam beberapa laga terakhir.

Contoh lainnya ada pada masalah Elkan Baggott. Alih-alih merampungkan masalah itu, Shin Tae-yong justru mengabaikan bek berusia 22 tahun itu sejak Juni 2024.

4. Kegagalan di Piala AFF 2024

Shin Tae-yong masih mendapat kritikan keras soal taktik-taktik yang diterapkannya. (IG Shin Tae-yong)
Shin Tae-yong masih mendapat kritikan keras soal taktik-taktik yang diterapkannya. (IG Shin Tae-yong)

Banyak yang menilai kegagalan di Piala AFF 2024 tak bisa begitu saja dibebankan kepada Shin Tae-yong, karena skuad yang digunakan mayoritas adalah pemain U-22.

Namun, keputusan menggunakan pemain U-22 itu disebut-sebut merupakan kesepakatan antara PSSI dan Shin Tae-yong karena sebagai proyeksi untuk SEA Games 2025.

Masalah ini kian pelik dengan komentar Shin Tae-yong yang menyebut bahwa dirinya bisa menjadi juara andai bisa menurunkan pemain senior pasca disingkirkan oleh Filipina.

5. Masalah Taktik

Meski mampu mengangkat prestasi Timnas Indonesia, Shin Tae-yong masih mendapat kritikan keras soal taktik-taktik yang diterapkannya.

Salah satunya adalah permainan bertahan yang terus-menerus ditampilkan Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia.

Selain itu, Shin Tae-yong juga dianggap tak mampu membuat lini serang Timnas Indonesia menjadi tajam, kendati dirinya sudah mendatangkan pelatih striker.

(Felix Indra Jaya)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Shin Tae-yong Menangis

Shin Tae-yong Menangis

Bola | Selasa, 07 Januari 2025 | 13:30 WIB

Shin Tae-yong: Jujur, Gak Bisa...

Shin Tae-yong: Jujur, Gak Bisa...

Bola | Selasa, 07 Januari 2025 | 10:37 WIB

Marc Klok Hormati Shin Tae-yong Dipecat: Kami Punya Momen Tidak Baik

Marc Klok Hormati Shin Tae-yong Dipecat: Kami Punya Momen Tidak Baik

Bola | Selasa, 07 Januari 2025 | 10:06 WIB

Terkini

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Bekaci | Rabu, 16 September 2026 | 09:47 WIB

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:43 WIB

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:41 WIB

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:38 WIB

Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung

Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 09:35 WIB

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:33 WIB

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:32 WIB

Hari ke-9 Cari 5 Jurnalis, Tim SAR Ubah Strategi Sisir 8 Sektor Selat Sunda hingga Dekat Pesisir

Hari ke-9 Cari 5 Jurnalis, Tim SAR Ubah Strategi Sisir 8 Sektor Selat Sunda hingga Dekat Pesisir

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:30 WIB

×