Hitung-hitungan Indonesia Kena Sanksi FIFA dan Gagal ke Piala Dunia 2026 Buntut Kericuhan di Liga 2

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 15 Februari 2025 | 08:14 WIB
Hitung-hitungan Indonesia Kena Sanksi FIFA dan Gagal ke Piala Dunia 2026 Buntut Kericuhan di Liga 2
Calvin Verdonk dan Pratama Arhan.Hitung-hitungan Timnas Indonesia kena sanksi dari FIFA dan gagal ke Piala Dunia 2026, imbas kericuhan yang terjadi di Liga 2 baru-baru ini. (pssi.org)

Suara.com - Hitung-hitungan Timnas Indonesia kena sanksi dari FIFA dan gagal ke Piala Dunia 2026, imbas kericuhan yang terjadi di Liga 2 baru-baru ini.

Sepak bola Indonesia seakan tak belajar dari kejadian pahit di masa lalu. Hal ini terlihat di gelaran Liga 2 saat Persipa Pati menghadapi Persipura Jayapura di Playoff degradasi, Kamis (13/2).

Di pertandingan tersebut, terjadi kericuhan besar setelah pertandingan, di mana suporter Persipa Pati masuk ke lapangan usai timnya kalah dengan skor 1-2 dari Persipura Jayapura.

Timnas Indonesia tertinggal 0-1 dari Iran lewat gol cepat di babak pertama di Piala Asia U-20.
Timnas Indonesia tertinggal 0-1 dari Iran lewat gol cepat di babak pertama di Piala Asia U-20.

Kericuhan ini terlihat setelah suporter tuan rumah masuk ke lapangan dan melakukan pengrusakan ke papan iklan hingga bench pemain maupun ofisial tim.

Tak hanya sekadar masuk ke lapangan, para suporter pun juga melakukan pelemparan terhadap pemain dan manajemen saat masuk ke ruang ganti.

Kericuhan di sepak bola ini nyatanya tak hanya terjadi di Liga 2 saja. Bahkan di Liga 3 atau Liga Nusantara, kericuhan juga tercipta di laga Persekabpas Pasuruan vs Tornado FC.

Kekalahan yang diterima tuan rumah Persekabpas dengan skor 1-2 dari Tornado FC membuat suporter tuan rumah menyerbu ke lapangan.

Dilansir dari akun Instagram @nusaliga, para suporter tampak melakukan pelemparan serta melakukan serangan ke kiper serta pemain Tornado FC.

Adanya kejadian-kejadian ini seakan mengingatkan akan Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu yang menelan ratusan korban jiwa.

baca juga

Tak ayal, kerusuhan-kerusuhan di sepak bola Indonesia ini bisa berimbas pada mimpi Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 dan bahkan berpotensi mendapat sanksi dari FIFA.

Timnas Indonesia Dibayangi Sanksi FIFA?

Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu menjadi duka mendalam bagi sepak bola Indonesia dan dunia.

Bahkan, FIFA memberi perhatian khusus terhadap tragedi ini.

Perhatian khusus yang diberikan oleh FIFA itu berupa pantauan langsung terhadap sepak bola Indonesia.

Andai kerusuhan terjadi, sanksi dari induk sepak bola dunia itu bisa saja diberikan untuk Tanah Air.

Karenanya, PSSI sendiri menerapkan aturan larangan suporter tamu hadir di sebuah pertandingan yang telah bergulir sejak Liga 1 2023/2024 lalu.

“Jangan sampai terjadi kerusuhan. Ingat, peristiwa Kanjuruhan masih ada dalam catatan FIFA,” kata Erick Thohir.

“Kita beruntung hanya diberi sanksi yang ringan, sehingga tetap bisa menggelar pertandingan internasional, FIFA Matchday dan kompetisi,” lanjutnya.

Melihat adanya kerusuhan di Liga 2 antara Persipa Pati vs Persipura Jayapura dan Liga Nusantara antara Persekabpas Pasuruan vs Tornado FC, bisa saja sanksi FIFA pun menghampiri Indonesia.

FIFA sendiri dikenal menerapkan aturan ketat mengenai kericuhan dalam sepak bola. Salah satu yang pernah merasakan sanksi FIFA karena kericuhan adalah Myanmar.

Pada 2011, Myanmar mendapat sanksi larangan berpartisipasi di Kualifikasi Piala Dunia 2018 karena penonton melempar botol dan batu saat laga melawan Oman.

Berkaca dari kasus Myanmar itu di mana suporter ‘hanya’ melempar botol dan batu ke pemain, kericuhan di Liga 2 dan Liga Nusantara bisa saja menghadirkan sanksi untuk Timnas Indonesia.

Soal sanksi FIFA sendiri sejatinya bukan hal baru bagi Indonesia. Pada 2015 silam, PSSI pernah dibekukan oleh FIFA dan membuat Timnas Indonesia tak bisa bertanding di ajang internasional.

Meski tak asing dengan sanksi, tetap saja kericuhan di Liga 2 dan Liga Nusantara bisa saja memupuskan mimpi Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026.

Tentu saja hal ini akan amat merugikan. Apalagi Timnas Indonesia bisa dikatakan selangkah lagi untuk mewujudkan mimpinya tampil di panggung Piala Dunia 2026 melalui babak kualifikasi.

(Felix Indra Jaya)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Main Bikin Kesal, Ole Romeny Diamuk Fans Garuda: Terpaksa Bela Timnas Indonesia Yah...

Belum Main Bikin Kesal, Ole Romeny Diamuk Fans Garuda: Terpaksa Bela Timnas Indonesia Yah...

Bola | Sabtu, 15 Februari 2025 | 07:09 WIB

Siapa Guru Patrick Kluivert di Banten? Ternyata Pimpin Pendekar, Bukan Orang Sembangan di Tangerang Selatan

Siapa Guru Patrick Kluivert di Banten? Ternyata Pimpin Pendekar, Bukan Orang Sembangan di Tangerang Selatan

Bola | Kamis, 13 Februari 2025 | 16:33 WIB

Hitung-hitungan Ole Romeny Gusur Rafael Struick di Timnas Indonesia vs Australia dan Bahrain

Hitung-hitungan Ole Romeny Gusur Rafael Struick di Timnas Indonesia vs Australia dan Bahrain

Bola | Kamis, 13 Februari 2025 | 23:35 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×