Perjalanannya bersama Persib cukup apik usai Dzumafo mencetak 5 gol dari 16 laga. Alhasil, pada 2013 ia dipinjamkan ke Sriwijaya FC, di mana dirinya mampu mencetak 7 gol dari 16 laga.
Usai membela Sriwijaya FC di tahun 2013, Dzumafo hijrah ke Mitra Kukar pada 2014 dan mencetak 13 gol dari 23 laga. Setahun kemudian, dirinya bergabung Persegres Gresik dengan torehan 1 gol dari 3 laga.
Sempat vakum karena Indonesia terkena sanksi FIFA, Dzumafo akhirnya kembali ke PSPS pada 2017, di mana di periode keduanya ia tampil tajam dan mencetak 11 gol dari 15 laga.
Catatan itu membawa Dzumafo dipinang Bhayangkara FC dan tampil membela The Guardian selama tiga musim dengan torehan 21 gol dari 65 laga.
Sempat bergabung Dewa United pada 2021 di Liga 2, Dzumafo mencetak 4 gol dari 14 laga dan kembali ke Bhayangkara FC pada 2022 dengan torehan 2 gol dari 6 laga.
Setelahnya, Dzumafo bermain di kasta kedua dan ketiga Indonesia dengan bermain untuk FC Bekasi City, Persela Lamongan, dan kini bermain di Persiba Balikpapan.
Karena menghabiskan karier di Indonesia, Dzumafo kemudian memutuskan menjadi WNI dan diambil sumpahnya pada 2017 lalu.
Sayangnya, ia tak pernah dilirik oleh pelatih Timnas Indonesia, tak seperti rekan seprofesinya seperti Victor Igbonefo maupun Beto Goncalves.
(Felix Indra Jaya)