Performa cemerlang Mees Hilgers sempat mengalami hambatan ketika ia mengalami cedera hamstring pada November 2024.
Cedera ini menjadi pukulan besar baginya, terutama karena ia tengah berada dalam kondisi fisik dan mental yang optimal.
Namun, Mees Hilgers menunjukkan ketangguhannya dengan tetap fokus pada pemulihan.
Alih-alih mengambil waktu libur, ia memilih tetap di Belanda untuk menjalani rehabilitasi intensif.

“Saya mengalami robekan otot hamstring, dan saya sebenarnya dalam kondisi yang sangat baik saat itu. Secara mental dan fisik, rasanya seperti pukulan di wajah," dikutip dari laman FIFA.
Menurutnya, setiap kejadian memiliki alasan, dan ia meyakini bahwa cedera tersebut adalah bagian dari perjalanan kariernya.
Dengan tekad kuat, Mees Hilgers berusaha kembali ke performa terbaiknya sesegera mungkin.
Perjalanan Menuju Pemain Bertahan Kelas Dunia
Sejak menembus tim utama FC Twente, Mees Hilgers banyak belajar dari para pemain senior, salah satunya Robin Propper.
Sosok ini menjadi mentor yang membantu Mees Hilgers memahami peran sebagai bek tengah yang cerdas dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Baginya, seorang bek tengah harus memiliki komunikasi yang baik dengan rekan setim serta mampu mengorganisasi pertahanan.
Dengan visi permainan yang luas dari lini belakang, Mees Hilgers menekankan pentingnya memberikan arahan kepada tim, terutama saat membela Timnas Indonesia.
![Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers berpotensi meninggalkan FC Twente dalam waktu dekat. [Dok. Ig/meeshilgerss]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/13/32382-mees-hilgers.jpg)
Masa Depan Bersama Timnas Indonesia
Dengan pengalaman berharga di kompetisi Eropa dan mentalitas yang semakin matang, Mees Hilgers siap menjadi pilar utama dalam perjuangan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026.
Dedikasinya dalam membangun karier di level tertinggi memberikan harapan besar bagi sepak bola Indonesia.
Sebagai pemain muda berbakat dengan semangat juang tinggi, Hilgers kini menjadi salah satu aset berharga bagi tim Garuda. Performanya terus dipantau tidak hanya oleh FIFA, tetapi juga oleh pencinta sepak bola yang menantikan kontribusinya di panggung internasional.
