3 Kerugian Timnas Indonesia jika Patrick Kluivert Pilih Emil Audero Dibanding Maarten Paes

Arief Apriadi | Suara.com

Selasa, 25 Maret 2025 | 12:15 WIB
3 Kerugian Timnas Indonesia jika Patrick Kluivert Pilih Emil Audero Dibanding Maarten Paes
Timnas Indonesia berpeluang mendapatkan manfaat signifikan jika pelatih Patrick Kluivert memutuskan untuk memainkan Emil Audero sebagai penjaga gawang utama menggantikan Maarten Paes dalam pertandingan melawan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Selasa (25/3/2025). [Dok. IG Emil Audero]

Suara.com - Patrick Kluivert, sebagai pelatih Timnas Indonesia, dihadapkan pada dilema besar jika memilih Emil Audero sebagai kiper utama menggantikan Maarten Paes untuk laga kontra Bahrain.

Juru taktik asal Belanda itu mengisyaratkan membuka peluang untuk melakukan rotasi di pos kiper setelah Maarten Paes kebobolan lima gol saat Garuda takluk 1-5 dari Australia pada Kamis (20/3/2025).

Meski tidak bisa serta merta menyalahkan pemain, lini belakang Timnas Indonesia saat dibantai Australia dalam laga ketujuh Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia itu dinilai relatif buruk.

Situasi itu membuka pembahasan apakah Maarten Paes harus ditepikan lebih dulu untuk memberikan kesempatan kepada Emil Audero, kiper keturunan Italia yang baru dinaturalisasi pada 8 Februari lalu.

Namun, meskipun Emil memiliki pengalaman di Serie A bersama Inter Milan, Juventus hingga Como, keputusan memainkannya dalam waktu dekat dianggap bisa membawa dampak negatif bagi keseimbangan tim.

Berikut tiga faktor utama yang membuat langkah ini berisiko:

1. Kurangnya Peran Pemimpin di Lini Belakang

Timnas Indonesia berpeluang mendapatkan manfaat signifikan jika pelatih Patrick Kluivert memutuskan untuk memainkan Emil Audero sebagai penjaga gawang utama menggantikan Maarten Paes dalam pertandingan melawan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Selasa (25/3/2025). [Dok. IG Emil Audero]
Timnas Indonesia berpeluang mendapatkan manfaat signifikan jika pelatih Patrick Kluivert memutuskan untuk memainkan Emil Audero sebagai penjaga gawang utama menggantikan Maarten Paes dalam pertandingan melawan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Selasa (25/3/2025). [Dok. IG Emil Audero]

Salah satu aspek penting dalam tim nasional adalah kepemimpinan di lini pertahanan.

Maarten Paes telah lebih dulu beradaptasi dengan skuat dan memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap rekan-rekannya.

Jika Emil Audero langsung dimainkan sebagai kiper utama, ia mungkin belum bisa mengambil peran sebagai pemimpin di lini belakang.

Sebagai pemain baru, Emil masih harus menyesuaikan diri dengan gaya bermain Timnas Indonesia serta karakteristik para bek di depannya.

Sementara itu, Paes sudah memiliki chemistry dengan rekan-rekannya, yang membuat komunikasi di lini belakang lebih terorganisir.

Kurangnya sosok pemimpin yang bisa memberikan arahan kepada bek-bek seperti Jordi Amat atau Elkan Baggott bisa menjadi kelemahan yang dimanfaatkan lawan.

Pengalaman Emil di level klub memang lebih mentereng, tapi di level tim nasional, peran kepemimpinan tidak hanya soal skill individu.

Kiper harus bisa menjadi komando pertahanan, mengatur posisi bek, dan memberi instruksi selama pertandingan.

Dengan statusnya sebagai pendatang baru, Emil butuh waktu sebelum bisa mengambil peran ini.

2. Beda Tipikal Permainan Bisa Mengganggu Momentum

Perbedaan gaya bermain antara Emil Audero dan Maarten Paes juga bisa menjadi faktor yang merugikan Timnas Indonesia.

Paes dikenal sebagai kiper yang lebih aktif dalam membangun serangan dari belakang dan memiliki refleks yang solid dalam duel satu lawan satu.

Sementara itu, Emil cenderung lebih konservatif dan mengandalkan positioning serta pengalaman dalam membaca permainan.

Jika Kluivert mengganti Paes dengan Emil, ada kemungkinan ritme permainan Indonesia akan terganggu.

Bek-bek yang sudah terbiasa dengan cara bermain Paes mungkin membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pendekatan baru yang dibawa Emil.

Ini bisa membuat transisi serangan dan pertahanan menjadi kurang mulus.

Selain itu, momentum yang sudah dibangun bersama Paes bisa hilang jika perubahan dilakukan terlalu cepat. Peran kiper dalam membangun serangan dari belakang sangat krusial, terutama dalam skema permainan modern.

Jika Emil kurang nyaman dengan pendekatan yang diterapkan Kluivert, maka tim bisa kehilangan efektivitas dalam membangun serangan dari lini belakang.

3. Komunikasi Antar Lini Belakang Mungkin Kurang Solid

Salah satu tantangan terbesar dalam memainkan Emil Audero adalah kemungkinan kurang solidnya komunikasi antar lini belakang.

Seorang kiper tidak hanya bertugas menepis bola, tetapi juga harus aktif memberikan instruksi kepada para bek.

Jika komunikasi tidak berjalan dengan baik, kesalahan dalam organisasi pertahanan bisa terjadi dan berujung pada kebobolan yang tidak perlu.

Maarten Paes sudah memahami karakteristik para pemain bertahan Indonesia dan memiliki chemistry yang lebih baik dengan mereka.

Ia sudah terbiasa berkomunikasi dengan Jordi Amat, Elkan Baggott, dan Rizky Ridho, sehingga koordinasi di lini belakang lebih terjaga.

Sebaliknya, Emil Audero mungkin membutuhkan waktu untuk memahami pola komunikasi yang efektif dengan para bek Timnas Indonesia.

Selain itu, kendala bahasa juga bisa menjadi faktor yang memengaruhi komunikasi di lapangan.

Paes sudah mulai memahami bahasa Indonesia dan beradaptasi dengan rekan-rekannya, sementara Emil masih harus melewati proses tersebut.

Dalam pertandingan level tinggi, komunikasi yang kurang baik bisa berakibat fatal, terutama saat menghadapi tekanan dari lawan.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diminta Mundur, Patrick Kluivert Soroti Suporter Timnas Indonesia

Diminta Mundur, Patrick Kluivert Soroti Suporter Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 25 Maret 2025 | 11:58 WIB

Marselino Ferdinan: Chemistry Tak Bisa Dibangun 2-3 Hari

Marselino Ferdinan: Chemistry Tak Bisa Dibangun 2-3 Hari

Bola | Selasa, 25 Maret 2025 | 11:38 WIB

Kumpulan Optimisme Para Pemain Timnas Indonesia Jelang Lawan Bahrain, Menang Harga Mati!

Kumpulan Optimisme Para Pemain Timnas Indonesia Jelang Lawan Bahrain, Menang Harga Mati!

Bola | Selasa, 25 Maret 2025 | 11:32 WIB

Media Vietnam: Patrick Kluivert Kepedean

Media Vietnam: Patrick Kluivert Kepedean

Bola | Selasa, 25 Maret 2025 | 11:23 WIB

3 Pemain Bahrain Paling Berbahaya Selain Mohamed Marhoon

3 Pemain Bahrain Paling Berbahaya Selain Mohamed Marhoon

Bola | Selasa, 25 Maret 2025 | 11:04 WIB

3 Hal yang Bisa Dipelajari Timnas Indonesia dari Pertemuan Pertama Kontra Bahrain

3 Hal yang Bisa Dipelajari Timnas Indonesia dari Pertemuan Pertama Kontra Bahrain

Bola | Selasa, 25 Maret 2025 | 10:46 WIB

Lawan Bahrain dengan Skuad Mewah, Timnas Indonesia Bakal Menang Mudah?

Lawan Bahrain dengan Skuad Mewah, Timnas Indonesia Bakal Menang Mudah?

Your Say | Selasa, 25 Maret 2025 | 09:52 WIB

4 Keuntungan Timnas Indonesia Andai Kluivert Mainkan Emil Audero Gantikan Maarten Paes

4 Keuntungan Timnas Indonesia Andai Kluivert Mainkan Emil Audero Gantikan Maarten Paes

Bola | Selasa, 25 Maret 2025 | 09:18 WIB

Terkini

Mikel Arteta Dipuji Ubah Mentalitas Arsenal Jadi Monster Eropa

Mikel Arteta Dipuji Ubah Mentalitas Arsenal Jadi Monster Eropa

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:17 WIB

Ogah Terpeleset di Laga Terakhir, Julio Cesar Minta Pemain Persib Bandung Lakukan Ini

Ogah Terpeleset di Laga Terakhir, Julio Cesar Minta Pemain Persib Bandung Lakukan Ini

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:52 WIB

Pujian Berbisa Luis Enrique: Sebut Mikel Arteta Masterpiece Modern Jelang Final Liga Champions

Pujian Berbisa Luis Enrique: Sebut Mikel Arteta Masterpiece Modern Jelang Final Liga Champions

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:41 WIB

Persipura Respons Sanksi Tanpa Penonton Semusim: Sepak Bola Tanpa Suporter Kehilangan Jiwa

Persipura Respons Sanksi Tanpa Penonton Semusim: Sepak Bola Tanpa Suporter Kehilangan Jiwa

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:37 WIB

Unai Emery, Nama 'Villa' dan Mantra Sakti di Liga Europa

Unai Emery, Nama 'Villa' dan Mantra Sakti di Liga Europa

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:27 WIB

Luis Enrique: Arsenal Terbaik di Dunia Jika Tanpa Bola

Luis Enrique: Arsenal Terbaik di Dunia Jika Tanpa Bola

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:18 WIB

Nasib Sial Neymar: Dipanggil Brasil ke Piala Dunia 2026, Eh Cedera Lagi!

Nasib Sial Neymar: Dipanggil Brasil ke Piala Dunia 2026, Eh Cedera Lagi!

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:09 WIB

Unai Emery 'Si Raja' Liga Europa, 5 Trofi dalam 6 Final!

Unai Emery 'Si Raja' Liga Europa, 5 Trofi dalam 6 Final!

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:00 WIB

5 Fakta Gila Aston Villa Juara Liga Europa, Akhiri Penantian 30 Tahun!

5 Fakta Gila Aston Villa Juara Liga Europa, Akhiri Penantian 30 Tahun!

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:51 WIB

Casemiro ke Inter Miami Segera Terjadi, Tapi Terjanggal Regulasi Discovery Rights dan Slot Non-DP

Casemiro ke Inter Miami Segera Terjadi, Tapi Terjanggal Regulasi Discovery Rights dan Slot Non-DP

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:46 WIB