Reuni Dua Rival Legendaris: Shin Tae-yong dan Park Hang-seo Kini Bersatu Perkuat Sepak Bola Korsel

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 11 April 2025 | 06:27 WIB
Reuni Dua Rival Legendaris: Shin Tae-yong dan Park Hang-seo Kini Bersatu Perkuat Sepak Bola Korsel
Park Hang-seo, mantan pelatih Timnas Vietnam yang dikaitkan dengan Persib. (Facebook.com/official.parkhangseo)

Suara.com - Jagat sepak bola Asia kembali diramaikan dengan kabar mengejutkan dari Korea Selatan. Dua nama besar yang sebelumnya dikenal sebagai rival panas di Asia Tenggara, Shin Tae-yong dan Park Hang-seo, kini justru dipersatukan dalam sebuah misi mulia: membenahi federasi sepak bola Korea Selatan atau Korea Football Association (KFA).

Penunjukan keduanya sebagai Wakil Presiden KFA sontak menjadi sorotan. Bukan hanya karena reputasi mereka yang telah mendunia, namun juga latar belakang persaingan sengit di kawasan ASEAN, khususnya saat memimpin tim nasional Indonesia dan Vietnam.

Dua Karakter Kuat di Kursi yang Sama

Dalam peran barunya, Shin Tae-yong dipercaya untuk menangani urusan internasional. Pengalaman bertahun-tahun sebagai pelatih Timnas Indonesia, termasuk di berbagai ajang internasional, menjadikan dirinya sosok tepat untuk menjalin hubungan global dan membangun citra KFA di kancah dunia.

Sementara itu, Park Hang-seo mendapat mandat untuk fokus pada aspek teknis, termasuk peningkatan performa tim nasional Korea Selatan. Keberhasilannya membawa Vietnam menjadi kekuatan baru di Asia Tenggara menjadi modal berharga bagi pengembangan sistem pembinaan dan strategi permainan di negeri Ginseng.

Meski ditempatkan di jalur yang berbeda, keduanya mengemban peran strategis dengan satu tujuan: mengangkat kembali martabat sepak bola Korea Selatan di level Asia dan dunia.

Dari Sahabat Jadi Musuh, Kini Bersatu Kembali

Cerita Shin dan Park tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang yang dimulai sejak dekade 1990-an. Pada masa itu, keduanya menjalin hubungan layaknya guru dan murid. Park yang telah memulai karier kepelatihan menjadi panutan bagi Shin, yang saat itu masih aktif bermain. Momen-momen kebersamaan mereka sempat terekam dalam berbagai dokumentasi dan publikasi di media Korea.

Namun, semua berubah ketika keduanya menapaki karier baru di Asia Tenggara. Park lebih dahulu menangani Vietnam pada 2017, dan dua tahun berselang Shin ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Kedua negara yang memiliki rivalitas sepak bola yang tinggi ini menjadi ajang benturan dua pelatih besar tersebut.

baca juga

Pertemuan mereka di berbagai kompetisi seperti SEA Games 2021 dan Piala AFF 2022 tak lepas dari ketegangan. Bahkan, gestur saling enggan berjabat tangan sempat viral dan memicu banyak spekulasi di kalangan media serta penggemar. Hubungan mereka yang dulu akrab, perlahan berubah menjadi kompetisi penuh gengsi.

Kembali ke Akar: Misi Nasional yang Menyatukan

Kini, lembaran baru pun dimulai. Rivalitas di ASEAN harus dikubur demi tanggung jawab baru di tanah kelahiran mereka. Shin dan Park bukan lagi dua kutub yang berseberangan, melainkan rekan sejajar dalam struktur KFA yang sedang mengupayakan reformasi menyeluruh dalam sepak bola nasional.

Kembalinya mereka ke Korea Selatan dalam peran strategis ini juga menjadi simbol transformasi profesionalisme. Mereka menunjukkan bahwa meski sempat terlibat konflik, kepentingan negara tetap di atas segalanya. Kerjasama ini pun diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi kemajuan sepak bola Korea di masa depan.

Langkah KFA menunjuk dua figur kuat sekaligus dalam posisi tinggi merupakan strategi berani. Publik sepak bola pun kini menanti, apakah kolaborasi dua mantan rival ini mampu menjadi awal dari era kejayaan baru bagi Timnas Korea Selatan. Yang pasti, sejarah telah mencatat—rivalitas tak selamanya abadi, terlebih ketika negara memanggil.

Pertemuan mereka di berbagai kompetisi seperti SEA Games 2021 dan Piala AFF 2022 tak lepas dari ketegangan. Bahkan, gestur saling enggan berjabat tangan sempat viral dan memicu banyak spekulasi di kalangan media serta penggemar. Hubungan mereka yang dulu akrab, perlahan berubah menjadi kompetisi penuh gengsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Larangan Suporter Away di Liga 1 Belum Tentu Dicabut, Kenapa?

Larangan Suporter Away di Liga 1 Belum Tentu Dicabut, Kenapa?

Bola | Rabu, 09 April 2025 | 17:30 WIB

Real Madrid Dendam Kesumat ke Arsenal, Sudah Sampai Ubun-ubun

Real Madrid Dendam Kesumat ke Arsenal, Sudah Sampai Ubun-ubun

Bola | Rabu, 09 April 2025 | 16:22 WIB

Shin Tae-yong: Setahun ke Depan Saya Tidak Akan Jadi Pelatih

Shin Tae-yong: Setahun ke Depan Saya Tidak Akan Jadi Pelatih

Bola | Rabu, 09 April 2025 | 16:16 WIB

Terkini

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Teriak Pajak Untuk Tukang Cukur dan Pijat, Hashim Ternyata Pernah Nunggak Pajak Rp2,4 T

Teriak Pajak Untuk Tukang Cukur dan Pijat, Hashim Ternyata Pernah Nunggak Pajak Rp2,4 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Monas dan Pengembangan Kereta Api di Bali

Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Monas dan Pengembangan Kereta Api di Bali

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta

Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta

Jatim | Kamis, 05 November 2026 | 21:43 WIB

Enam Laga Tanpa Menit Bermain, Nasib Elkan Baggott di Millwall Jadi Sorotan

Enam Laga Tanpa Menit Bermain, Nasib Elkan Baggott di Millwall Jadi Sorotan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:35 WIB

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:22 WIB

×