Wajah Pemain Keturunan Timnas Indonesia saat Masih Muda, Siapa yang Banyak Berubah?

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 13 April 2025 | 10:09 WIB
Wajah Pemain Keturunan Timnas Indonesia saat Masih Muda, Siapa yang Banyak Berubah?
Melihat wajah para pemain keturunan di Timnas Indonesia saat masih berusia muda. Kira-kira, siapa yang banyak berubah?

Tak hanya Thom Haye saja yang menjaga kumis dan jambangnya sejak muda hingga kini membela Timnas Indonesia di usia yang sudah kepala tiga.

Sandy Walsh juga terlihat tak mengalami perubahan sejak usia muda, di mana saat usianya baru 20 tahun an, ia sudah berpenampilan dengan kumis dan jambangnya.

4. Kevin Diks

Kevin Diks menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia yang berkharisma. Tatapan tajam dan mimik wajah serius, membuatnya terlihat ‘sangar’ di mata kawan dan lawan.

Siapa sangka, penampilan ‘sangar’ Kevin Diks ini sudah terlihat sejak dirinya masih muda. Hal ini tak lepas dari gaya rambutnya, di mana ia memilih gaya rambut ‘cepak’ khas anggota militer.

5. Joey Pelupessy

Joey Pelupessy menjadi salah satu pemain keturunan anyar di Timnas Indonesia yang dinaturalisasi saat memasuki usia puncak sebagai pesepak bola.

Tampilannya yang ‘sangar’ nyatanya tak terlihat saat masih belia. Saat masih muda, Joey Pelupessy terlihat tampan dengan senyum khas dan rambut klimisnya.

Profil Sandy Walsh, Thom Haye, dan Maarten Paes

baca juga

Tim Nasional Indonesia semakin menunjukkan taringnya di kancah sepak bola Asia dengan diperkuat oleh sejumlah pemain berdarah campuran yang berkarier di Eropa. Tiga nama yang mencuri perhatian adalah Sandy Walsh, Thom Haye, dan Maarten Paes. Kehadiran mereka memberikan dimensi baru bagi skuad Garuda, baik dari segi kualitas teknik, pengalaman internasional, maupun mentalitas. Berikut adalah profil singkat mengenai ketiga pemain kunci ini:

Sandy Walsh: Pilar Kokoh di Lini Belakang

Lahir di Brussel, Belgia, pada 14 Maret 1995, Sandy Henny Walsh memiliki darah Indonesia dari kakek dan neneknya yang berasal dari Surabaya dan Purworejo. Berposisi utama sebagai bek kanan, pemain berusia 30 tahun ini memiliki pengalaman malang melintang di berbagai kompetisi Eropa. Ia pernah membela tim muda Belanda, namun memilih untuk membela Timnas Indonesia setelah proses naturalisasinya rampung pada tahun 2022.

Sebelum berlabuh di klub J1 League, Yokohama F. Marinos pada Februari 2025, Walsh telah bermain untuk klub-klub Belgia seperti Genk, Zulte Waregem, dan KV Mechelen. Pengalamannya bermain di liga-liga kompetitif Eropa menjadikannya pemain yang tangguh dan disiplin di lini pertahanan. Selain solid dalam bertahan, Walsh juga memiliki kemampuan menyerang yang baik, seringkali membantu tim dalam membangun serangan dari sisi sayap. Kehadirannya di Timnas Indonesia memberikan kestabilan dan pengalaman berharga, menjadikannya salah satu pemain kunci di skuad Garuda.

Thom Haye: Sang Profesor di Lini Tengah

Thom Jan Marinus Haye, lahir di Amsterdam, Belanda, pada 9 Februari 1995, mewarisi darah Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Solo dan neneknya dari Sulawesi Utara. Gelandang bertahan berusia 30 tahun ini dikenal dengan visi bermain yang cerdas, umpan-umpan akurat, dan kemampuan membaca permainan yang baik, hingga membuatnya dijuluki "The Professor" oleh para penggemar.

Karier Haye di Eropa cukup berwarna. Ia pernah membela AZ Alkmaar, Willem II, Lecce (Italia), ADO Den Haag, NAC Breda, dan SC Heerenveen sebelum akhirnya bergabung dengan Almere City di Eredivisie. Pengalamannya bermain di berbagai liga dengan gaya yang berbeda-beda memberikan fleksibilitas taktik bagi Timnas Indonesia. Kehadirannya di lini tengah memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan, serta kemampuan untuk mendikte tempo permainan. Naturalisasinya yang rampung pada Maret 2024 menjadi angin segar bagi lini tengah Garuda yang membutuhkan kreativitas dan ketenangan.

Maarten Paes: Benteng Terakhir di Bawah Mistar

Maarten Vincent Paes, lahir di Nijmegen, Belanda, pada 14 Mei 1998, memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya yang lahir di Pare, Kediri. Kiper berusia 26 tahun ini menunjukkan potensi besar sebagai penjaga gawang yang handal. Posturnya yang tinggi (192 cm) didukung dengan refleks yang cepat dan kemampuan membaca arah bola yang baik.

Paes memulai karier juniornya di Belanda bersama VV Union dan NEC Nijmegen, sebelum akhirnya menembus tim senior NEC. Pada tahun 2018, ia bergabung dengan FC Utrecht dan kemudian hijrah ke Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat untuk membela FC Dallas sejak tahun 2022. Meskipun pernah membela timnas muda Belanda, Paes akhirnya memilih untuk membela Timnas Indonesia. Proses naturalisasinya sempat mengalami kendala, namun akhirnya rampung pada tahun 2024. Kehadirannya di bawah mistar gawang memberikan rasa aman bagi lini belakang Garuda dan diharapkan mampu menjadi tembok kokoh dalam menghadapi serangan lawan di berbagai kompetisi mendatang.

(Felix Indra Jaya)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

STY ke Nova Arianto: Nggak Usah Ambil Lisensi A Pro, Belajar Sama Saya Saja

STY ke Nova Arianto: Nggak Usah Ambil Lisensi A Pro, Belajar Sama Saya Saja

Bola | Minggu, 13 April 2025 | 07:16 WIB

3 Bintang Liverpool Bakal Berhadapan dengan Sandy Walsh

3 Bintang Liverpool Bakal Berhadapan dengan Sandy Walsh

Bola | Minggu, 13 April 2025 | 05:51 WIB

Siapa Dessy Arfianto? Sosok Berkaos Timnas Indonesia di Balik Tuduhan Curang Drawing Liga 4

Siapa Dessy Arfianto? Sosok Berkaos Timnas Indonesia di Balik Tuduhan Curang Drawing Liga 4

Bola | Sabtu, 12 April 2025 | 17:09 WIB

Terkini

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:07 WIB

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:06 WIB

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

Jogja | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:51 WIB

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:35 WIB

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:28 WIB

×