Namun, hasil yang didapat jauh dari harapan. Hingga pekan ke-10 J1 League, Yokohama hanya mengumpulkan delapan poin dan terjerumus ke peringkat ke-18 klasemen sementara—zona degradasi ke J2 League.
Statistik menunjukkan performa yang mengecewakan: satu kemenangan, lima hasil imbang, dan lima kekalahan.
Kondisi ini jelas menjadi tekanan besar bagi manajemen yang akhirnya mengambil keputusan drastis menjelang pertandingan penting.
Pergantian pelatih ini terjadi hanya sembilan hari sebelum laga krusial di perempat final AFC Champions League Elite melawan Al-Nassr.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, pada 26 April 2025. Kehadiran Cristiano Ronaldo di skuad lawan tentu membuat pertandingan ini semakin menarik dan menantang.
Dalam kondisi tanpa pelatih utama, para pemain Yokohama F. Marinos, termasuk bek timnas Indonesia Sandy Walsh, harus beradaptasi cepat dengan taktik dan pendekatan baru yang dibawa Kisnorbo.
Performa Sandy Walsh: Pilar di Lini Belakang
Sandy Walsh menunjukkan performa solid sejak bergabung dengan Yokohama F. Marinos. Di bawah asuhan Steve Holland, pemain naturalisasi Indonesia ini telah tampil dalam lima laga J1 League.
Tak hanya itu, ia juga selalu menjadi starter dalam tiga pertandingan penting di AFC Champions League Elite.
Baca Juga: Sandy Walsh: Kita Tak Perlu Takut dengan Ambisi Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026
Dalam kompetisi Asia tersebut, Sandy berperan besar dalam tiga kemenangan meyakinkan timnya atas Shanghai Port, masing-masing dengan skor 2-0, 1-0, dan 4-1.