- Dewa United FC tersingkir dari AFC Challenge League setelah imbang 2-2 melawan Manila Digger FC pada leg kedua.
- Pertandingan di Kelapa Dua Stadium pada Kamis (12/3/2026) membuat Dewa United kalah agregat tipis 2-3 dari wakil Filipina.
- Pelatih Jan Olde Riekerink menyoroti cedera Alex Martins dan keunggulan fisik lawan sebagai faktor sulitnya babak pertama.
Suara.com - Langkah Dewa United FC di ajang AFC Challenge League harus terhenti secara dramatis pada babak perempat final.
Hasil imbang 2-2 saat menghadapi Manila Digger FC pada leg kedua membuat klub asal Banten tersebut gagal melaju ke semifinal.
Pertandingan yang berlangsung di Sport Center Kelapa Dua Stadium, Kamis (12/3/2026) malam, membuat Dewa United kalah agregat 2-3 dari wakil Filipina tersebut.
Usai laga, pelatih kepala Dewa United asal Belanda, Jan Olde Riekerink, tidak menutupi kekecewaannya saat memberikan keterangan dalam sesi konferensi pers.
“Tentu kami sangat kecewa. Enam hari lalu kami memainkan laga di Manila dan dari pertandingan itu kami bisa melakukan analisis dengan cukup baik. Mereka bermain dengan sembilan pemain asal Gambia sehingga identitas permainan mereka sangat jelas. Saya pernah bekerja selama dua tahun di Afrika, jadi saya cukup memahami karakter permainan seperti itu. Mereka mengandalkan kekuatan fisik serta permainan oportunis,” ujarnya.
Pelatih asal Belanda tersebut juga menilai situasi pertandingan pada babak pertama menjadi lebih sulit setelah salah satu pemain penting harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat cedera.
“Hal itu juga terlihat pada babak pertama. Kami sedikit tidak beruntung karena penyerang kami, Alex Martins, mengalami cedera. Saat itu kami tidak memiliki pemain lain yang benar-benar bisa menggantikan posisinya sehingga Vico Duarte harus mengisi peran tersebut. Menurut saya kami bermain lebih baik, tetapi mereka justru terlihat lebih berbahaya,” jelasnya.
Riekerink kemudian menyoroti gol pembuka lawan yang terjadi akibat miskomunikasi di lini pertahanan Dewa United. Ia juga mengakui timnya kesulitan menciptakan peluang berbahaya pada babak pertama.
“Kemudian karena sebuah miskomunikasi mereka berhasil mencetak gol pembuka. Sejujurnya, meskipun kami bermain lebih baik, kami tidak menciptakan banyak peluang. Terutama di fase akhir serangan, mereka bertahan dengan sangat baik. Mereka tim yang kuat secara fisik,” katanya.
Baca Juga: Dewa United Tumbang 0-1 dari Manila Digger di Filipina, Jan Olde Riekerink Yakin Bisa Bangkit
Memasuki babak kedua, Dewa United kembali kebobolan melalui situasi bola mati. Namun perubahan taktik yang dilakukan tim pelatih kemudian mampu meningkatkan intensitas serangan.
“Gol kedua berasal dari situasi tendangan bebas. Meski begitu, saya tetap percaya kepada tim. Kami sudah menyiapkan skenario jika harus mencetak gol. Pada momen itu kami memutuskan untuk bermain lebih oportunis,” lanjutnya.
Perubahan strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dewa United mampu menyamakan kedudukan melalui dua gol yang dicetak Damion Lowe.
“Setelah perubahan tersebut kami mulai menciptakan peluang dan berhasil mencetak dua gol. Di akhir pertandingan tentu saja sedikit faktor keberuntungan juga diperlukan karena bola beberapa kali jatuh di area yang tidak menentu. Situasinya seperti perjudian untuk mendapatkan bola kedua,” ucapnya.
“Mereka juga memiliki satu peluang bagus di akhir laga, tetapi jika sedikit lebih beruntung kami sebenarnya bisa mencetak gol ketiga dan menang 3-2. Namun pada akhirnya kami harus tersingkir dari kompetisi ini, dan tentu saja itu bukanlah tujuan kami,” tutupnya.