Suara.com - Nama Ronaldy Irfak mungkin tidak asing di kalangan pecinta sepak bola Papua, khususnya bagi mereka yang mengikuti kejayaan Persipura Jayapura di era 2000-an akhir.
Dahulu, Irfak adalah sosok di balik layar yang mengabadikan momen-momen penting skuad Mutiara Hitam melalui jepretan kameranya.
Namun kini, alih-alih berada di pinggir lapangan dengan kamera di tangan, Ronaldy Irfak justru tengah sibuk dengan berkas-berkas administrasi kependudukan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua.
Transformasi karier Ronaldy Irfak dari seorang fotografer olahraga menjadi pejabat publik merupakan sebuah perjalanan yang unik dan inspiratif.
Ia mengawali keterlibatannya bersama Persipura Jayapura sekitar tahun 2008, di era keemasan klub yang saat itu diasuh oleh pelatih legendaris Jacksen F. Tiago.
![Pertandingan antara Persipura Jayapura vs PSIS Semarang di pekan ke-16 BRI Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (11/12/2021). [Suara.com/Ronald Seger Praboowo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/12/11/23653-persipura-jayapura-vs-psis-semarang.jpg)
Menariknya, peran Ronaldy sebagai fotografer bukan ditujukan untuk kepentingan media atau publikasi seperti umumnya, melainkan murni untuk kebutuhan internal tim dalam melakukan analisis dan evaluasi teknis.
"Saya mulai bergabung dengan Persipura sekitar tahun 2008, waktu itu masih dilatih oleh Coach Jacksen Tiago. Saya satu-satunya fotografer tim," kenang Ronaldy, seperti dikutip dari ceposonline.
"Tapi bukan untuk media atau publikasi ya, foto-foto itu kami gunakan untuk evaluasi," lanjutnya.
Tugas Ronaldy saat itu menuntut kejelian dan kepekaan tinggi. Ia harus bisa membaca ritme permainan dan memotret di momen-momen krusial yang berkaitan langsung dengan taktik dan strategi tim.
Setiap jepretan memiliki makna penting, terutama bagi para pelatih yang menggunakan dokumentasi visual itu untuk menganalisis performa para pemain.
![Para pemain Persipura Jayapura. [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/29/86258-persipura-jayapura.jpg)
"Saya harus bisa membaca situasi, tahu kapan ambil gambar di sepertiga, seperempat, setengah lapangan. Setiap posisi bola dan pergerakan pemain penting untuk dievaluasi pelatih. Misalnya saat tim kebobolan, dari foto itu pelatih bisa melihat siapa pemain yang terlambat menutup ruang," jelasnya.
Meski berangkat dari latar belakang seni visual, Ronaldy tidak membatasi dirinya hanya di dunia fotografi.
Ia pernah menjalani profesi sebagai dosen kontrak selama satu tahun, serta bekerja di perusahaan swasta yang mengelola sistem informasi pada layanan Samsat.
Pengalaman-pengalaman ini memperkaya wawasan dan kemampuannya dalam bidang pelayanan publik dan sistem informasi.
Pada tahun 2010, Ronaldy memutuskan untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Langkah ini menjadi titik balik dalam perjalanan profesionalnya.