China Bereaksi Usai Timnas Indonesia Disanksi FIFA

Arief Apriadi, Adie Prasetyo Nugraha

Selasa, 13 Mei 2025 | 14:50 WIB
China Bereaksi Usai Timnas Indonesia Disanksi FIFA
China Bereaksi Usai Timnas Indonesia Disanksi FIFA. (the-afc.com)

Suara.com - Timnas China diharapkan bisa bereaksi lebih usai mendengar Timnas Indonesia disanksi FIFA dengan mengambil keuntungannya.

Hal ini seperti dibahas oleh media setempat, Sohu yang diharapkan tim nasional China bisa mengambil celah keuntungan.

Seperti diketahui, FIFA menjatuhi sanksi Indonesia berupa denda Rp400 juta.

Bukan cuma itu, yang menjadi kekhawatiran adalah sanksi lain dari FIFA yaitu pengurangan kapasitas penonton di laga kandang terdekat Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Nah, di laga terdekat Timnas Indonesia akan melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada 5 Juni 2025.

Nah, FIFA meminta kapasitas Stadion GBK dikurangi 15 persen sebagai sanksi akibat perilaku tidak terpuji suporter Garuda saat melawan Bahrain pada 25 Maret lalu.

Ini sebagai konsekuensi tindakan xenophobia suporter di mana tentu akan merugikan karena dukungan di Stadion GBK bakal berkurang.

Situasi ini menjadi sorotan Media China, Sohu yang menilai bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Potret skuad Timnas Indonesia saat menjamu Bahrain di SUGBK. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/Spt/pri.)
Potret skuad Timnas Indonesia saat menjamu Bahrain di SUGBK. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/Spt/pri.)

“Bagi Timnas China, ini adalah kesempatan langka," tulis Sohu dilansir, Selasa (13/5/2025).

baca juga

"Mereka harus memaksimalkannya untuk mencuri kemenangan tandang, agar bisa melampaui Indonesia dan menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya.”

Seperti diketahui, Timnas Indonesia dikenal sebagai tim yang jago kandang.

Di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia saja, baru Jepang yang mampu menundukkan tim asuhan Patrick Kluivert.

Dukungan Garuda Fans menjadi teror tersendiri bagi lawan-lawan yang bermain di Stadion GBK, di mana kurangnya kapasitas 15 persen bisa berpengaruh.

Sohu menganggap duel melawan Timnas Indonesia sangat penting sebagai penentuan nasib ke depan, sehingga situasi sanksi FIFA harus dimanfaatkan.

"Hanya kemenangan yang bisa menjaga harapan Timnas China untuk tetap bersaing di Kualifikasi Piala Dunia 2026,” tutupnya.

Timnas Indonesia punya kerugian lain di laga melawan China karena absennya dua pemain inti yaitu Maarten Paes dan Marselino Ferdinan.

Bukan cuma itu, sejumlah nama sedang mengalami cedera yaitu Kevin Diks.

Bagi Timnas Indonesia duel melawan China juga sangat penting buat menjaga asa lolos ke ronde keempat, di mana hasil kemenangan sangat penting didapat.

Sebab, di laga berikutnya skuad Garuda akan bersua dengan Jepang pada 10 Juni di mana laga ini bakal berat buat dimenangi oleh Timnas Indonesia.

Dengan berbagai kondisi yang tidak ideal, termasuk sanksi FIFA, absennya pemain kunci, dan tekanan jadwal, Timnas Indonesia harus menunjukkan mentalitas kuat saat menjamu China.

Pelatih Patrick Kluivert dituntut untuk memutar otak demi meracik strategi yang efektif, meskipun kekuatan tim tidak lengkap.

Namun demikian, bukan berarti Indonesia akan menyerah begitu saja dengan absennya sejumlah nama penting

Kluivert masih memiliki stok pemain berkualitas seperti Calvin Verdonk, Jay Idzes, Ole Romeny, hingga Shayne Pattynama yang bisa diandalkan untuk menahan gempuran China dan menciptakan peluang dari transisi cepat.

Dukungan suporter yang meski dibatasi tetap menjadi modal penting. Para pemain berharap atmosfer GBK tetap terasa menekan lawan, walau kapasitas stadion dipangkas.

Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) juga telah mengimbau suporter untuk tetap menunjukkan dukungan positif dan menjaga perilaku selama pertandingan.

Laga melawan China diprediksi berlangsung sengit dan penuh tekanan karena kedua tim sama-sama mengincar kemenangan demi menjaga peluang lolos ke ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Kekalahan bagi salah satu tim bisa sangat fatal, karena di fase ini poin sangat berharga dan persaingan semakin ketat.

Saat ini, Indonesia dan China berada dalam grup yang cukup seimbang, di mana setiap pertandingan bisa menjadi penentu akhir.

Dengan kondisi tersebut, laga Indonesia vs China di GBK pada 5 Juni mendatang dipastikan bukan sekadar pertandingan biasa.

Ini adalah pertaruhan harga diri, mental juara, dan langkah penting menuju mimpi tampil di Piala Dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Potret Denny Landzaat Nikahi Annemarie de Waal di Gereja Maluku

Potret Denny Landzaat Nikahi Annemarie de Waal di Gereja Maluku

Bola | Selasa, 13 Mei 2025 | 14:41 WIB

Marselino Ferdinan Dapat Tambahan Dukungan Jelang Timnas Indonesia vs China

Marselino Ferdinan Dapat Tambahan Dukungan Jelang Timnas Indonesia vs China

Bola | Selasa, 13 Mei 2025 | 14:36 WIB

Dianggap Malas, Media Korsel Samakan Patrick Kluivert dengan Jurgen Klinsmann

Dianggap Malas, Media Korsel Samakan Patrick Kluivert dengan Jurgen Klinsmann

Bola | Selasa, 13 Mei 2025 | 14:20 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:12 WIB

×