Thom Haye Buka-bukaan, Ulas Fakta Pahit di Balik Hancurnya Timnas Indonesia di Tangan Jepang

Arief Apriadi

Jum'at, 27 Juni 2025 | 18:07 WIB
Thom Haye Buka-bukaan, Ulas Fakta Pahit di Balik Hancurnya Timnas Indonesia di Tangan Jepang
Thom Haye Bongkar Fakta Pahit di Balik Hancurnya Timnas Indonesia di Tangan Jepang. [Dok. Kita Garuda]

Suara.com - Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Jepang dalam laga terakhir Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menyisakan luka mendalam.

Dalam laga yang digelar di Suita City Football Stadium, Osaka, pada Selasa (10/6/2025) malam WIB, Indonesia dipermalukan dengan skor mencolok 0-6.

Namun, lebih dari sekadar hasil di papan skor, gelandang timnas Thom Haye membongkar kenyataan pahit yang menjadi latar belakang kejatuhan Garuda.

Lewat siniar pribadinya, The Haye Way, pemain berusia 30 tahun ini tak menutup-nutupi bahwa perbedaan kualitas menjadi faktor utama di balik kehancuran timnas Indonesia.

Ia secara terbuka mengakui bahwa Jepang adalah lawan dengan level permainan yang belum sanggup disaingi oleh tim Merah Putih.

“Lalu kita masih akan melawan Jepang, tim berkualitas yang dengan mudah lolos ke Piala Dunia… tapi perbedaan (kualitas) terlalu besar,” ungkap Haye tanpa basa-basi.

Antara Gemerlap Liga Petani atau Popularitas Liga 1: Thom Haye Bakal Berlabuh ke Mana? [Instagram Thom Haye]
Antara Gemerlap Liga Petani atau Popularitas Liga 1: Thom Haye Bakal Berlabuh ke Mana? [Instagram Thom Haye]

Komentar Haye tersebut menjadi refleksi realistis atas kondisi Timnas Indonesia saat menghadapi tim papan atas Asia.

Jepang, yang rutin tampil di putaran final Piala Dunia sejak 1998, menunjukkan level permainan yang solid, presisi, dan disiplin sepanjang laga, bahkan ketika mereka telah unggul jauh dari Indonesia.

Kekalahan Terburuk Era Patrick Kluivert, Lebih Parah dari Era Shin Tae-yong

baca juga

Skor 0-6 dari Jepang bukan sekadar kekalahan biasa, melainkan menjadi yang terburuk sejak Indonesia ditangani pelatih Patrick Kluivert.

Bahkan jika dibandingkan dengan era Shin Tae-yong, hasil ini jauh lebih menyakitkan. Di Piala Asia 2023, Indonesia masih bisa mencetak gol dalam kekalahan 1-3 dari Jepang.

Lalu di pertemuan pertama Grup C, Garuda kalah 0-4. Kini, kekalahan 0-6 menjadi bukti bahwa pekerjaan rumah tim nasional semakin berat.

Dalam laga tersebut, Jepang mencetak gol melalui Daichi Kamada (menit 15 dan 45+6), Takefusa Kubo (19'), Ryoya Morishita (55'), Shuto Machino (58'), dan Mao Hosoya (80').

Tim asuhan Hajime Moriyasu benar-benar menunjukkan dominasi total atas Garuda, baik dalam penguasaan bola, efektivitas serangan, maupun kedalaman skuad.

Haye menambahkan bahwa Jepang unggul dalam segala aspek, mulai dari teknik individu, visi bermain, hingga kedalaman skuad yang merata.

Ia mengakui bahwa Indonesia memang ingin bermain baik dan menunjukkan kualitas, namun kenyataannya skuad Garuda masih belum cukup mampu untuk melawan tim dengan level seperti Jepang.

“Kami ingin menunjukkan kemampuan dan bermain bagus, tapi kami tidak cukup melakukannya,” lanjut Haye dalam nada realistis.

Ungkapan tersebut mencerminkan kejujuran dan evaluasi mendalam dari dalam tim, bukan hanya sekadar menyalahkan faktor eksternal atau keberuntungan.

Meski mengalami kekalahan memalukan, Timnas Indonesia tetap lolos ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Hal ini tak lepas dari kemenangan dramatis atas China di laga sebelumnya. Thom Haye pun tetap bersyukur atas pencapaian tersebut.

“Itu hasil yang bagus bisa lolos ke putaran empat kualifikasi,” ujarnya singkat.

Namun perjuangan belum usai. Di putaran keempat yang akan digelar mulai Oktober 2025, Indonesia akan menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Arab Saudi, Qatar, dan Irak.

Jika ingin bersaing dan tak kembali jadi bulan-bulanan, skuad Garuda perlu pembenahan besar-besaran, baik dari sisi taktik, fisik, maupun mental bertanding.

Kekalahan dari Jepang seharusnya tidak menjadi alasan untuk patah semangat, tapi dijadikan cermin untuk mempercepat perkembangan sepak bola nasional.

Evaluasi menyeluruh terhadap strategi, kualitas pemain, serta pembinaan jangka panjang harus segera dilakukan.

Jepang, sebagai lawan yang terlalu kuat, menjadi tolok ukur yang jelas tentang seberapa jauh Indonesia harus melangkah.

Perbedaan kualitas ini tidak bisa diatasi dengan solusi instan, melainkan melalui proses panjang dan konsisten.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Malaysia Ketakutan Lawan Timnas Indonesia U-23? Pelatih Nafuzi Zain Kasih Isyarat

Apakah Malaysia Ketakutan Lawan Timnas Indonesia U-23? Pelatih Nafuzi Zain Kasih Isyarat

Bola | Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:40 WIB

Iran Disanksi FIFA? Mungkinkah Posisinya Digantikan Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026?

Iran Disanksi FIFA? Mungkinkah Posisinya Digantikan Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026?

Bola | Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:27 WIB

Ivar Jenner Ikut Latihan Tim Senior FC Utrecht, Siapa Saingannya di Posisi Gelandang?

Ivar Jenner Ikut Latihan Tim Senior FC Utrecht, Siapa Saingannya di Posisi Gelandang?

Bola | Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:15 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×