Kenapa LIB Larang PSBS Biak Bermarkas di Bandung?

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Jum'at, 04 Juli 2025 | 13:36 WIB
Kenapa LIB Larang PSBS Biak Bermarkas di Bandung?
Pemain PSBS Biak. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 melarang PSBS Biak bermarkas di Bandung. Mereka menyarankan supaya memilih kandang di luar Jawa Barat. (ig PSBS Biak)

Suara.com - PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 melarang PSBS Biak bermarkas di Bandung. Mereka menyarankan supaya memilih kandang di luar Jawa Barat.

Hal ini seperti disampaikan oleh direktur PT LIB Ferry Paulus kepada awak media, Kamis (3/7/2025). Tak dijelaskan alasan detailnya, namun operator punya rencana perihal ini.

Sebelumnya, ramai diberitakan PSBS Biak akan memakai mes bekas Persib di Sidolig, Bandung. Sementara untuk venue pertandingan rencananya menggunakan Stadion Si Jalak Harupat.

Cuplikan pertandingan PSBS Biak vs Dewa United di putaran pertama BRI Liga 1 (ligaindonesiabaru.com)
Cuplikan pertandingan PSBS Biak vs Dewa United di putaran pertama BRI Liga 1 (ligaindonesiabaru.com)

Sampai dengan saat ini tim berjuluk Badai Pasifik tersebut tidak pernah tampil di Biak saat laga kandang dan memilih tampil di di Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali) dan Stadion Lukas Enembe Jayapura, Papua.

“Ya, tadi kami sudah panggil, jadi nomor satu dengan adanya stadion-stadion yang sudah rampung dalam proses renovasi masih ada dua klub yang tersisa, satu Dewa (United), dan satu lagi PSBS Biak,” kata Ferry Paulus.

“Dewa sendiri sudah menetapkan Banten International Stadium, nah PSBS Biak dalam pemberitaan katanya mau main di kandang Persib, ya kita larang di Persib," jelasnya.

Ferry menyarankan kepada PSBS Biak untuk bermarkas di luar Bandung, tapi tak disertai alasan jelasnnya.

PSBS Biak. (Instagram/psbsofficial)
PSBS Biak. (Instagram/psbsofficial)

“Kami panggil, kemudian ada kesimpangsiuran di dalam proses manajemen peralihan dan sebagainya, baru saja tadi pagi kami komunikasi, kami minta untuk cari tempat di luar Bandung,” jelas Ferry Paulus.

“Karenakan kami punya beberapa planning untuk, ya, intinya jangan di sana. Sarannya di Jawa selain di Bandung bisa di Bantul, Gresik, atau Lamongan. Kalau di Deltras itu akan dipakai untuk Timnas sebaiknya jangan di sana, tutupnya.

baca juga

Tanggapan manajemen Persib

Manajemen Persib Bandung buka suara mengenai PSBS Biak yang akan menggunakan Stadion Persib atau yang dikenal dengan sebutan Stadion Sidolig sebagai markas untuk musim 2025/2026.

Seperti diketahui, Persib dalam beberapa musim menggunakan Stadion Persib sebagai mes sekaligus tempat latihan.

Namun, untuk musim 2025/2026 PSBS Biak bakal menggunakan mes dan menjadi Stadion Persib sebagai tempat latihan guna tampil di kompetisi Liga 1.

Cuplikan aksi Ramadhan Sananta dalam duel PSBS Biak vs Persis Solo. (ligaindonesiabaru.com)
Cuplikan aksi Ramadhan Sananta dalam duel PSBS Biak vs Persis Solo. (ligaindonesiabaru.com)

VP Operations PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Andang Ruhiat, mengatakan manajemen Persib sudah fokus menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung untuk pusat kegiatan Persib.

Seperti diketahui, manajemen Persib Bandung resmi mengelola Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung dengan durasi waktu selama 30 tahun ke depan.

Persib juga saat ini sudah mulai menggunakan Lapangan Pendamping Stadion GBLA, sebagai tempat latihan untuk persiapan menghadapi musim 2025/2026.

"Pertama-tama, kami ingin menegaskan bahwa sejak awal musim kompetisi 2025/2026, Persib telah memutuskan untuk menjadikan Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai pusat kegiatan latihan tim utama," kata Andang.

Manajemen Persib juga sudah mempersiapkan beberapa fasilitas pendukung, di antaranya Lapangan Pendamping untuk tempat latihan skuad Maung Bandung.

Dengan demikian, tim besutan pelatih Bojan Hodak ini tidak perlu untuk berpindah-pindah tempat latihan seperti sebelumnya.

"Fasilitas ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan kualitas persiapan tim dan efisiensi operasional harian," ucapnya menambahkan," ungkapanya.

Selain itu, manajemen Persib juga sudah mempersiapkan lapangan lain sebagai opsi jika Lapangan Pendamping Stadion GBLA dalam fase perawatan.

"Kami juga telah menyiapkan opsi cadangan apabila lapangan pendamping GBLA memasuki masa perawatan atau tidak dapat digunakan," ujarnya.

"Dalam hal tersebut, Stadion Arcamanik, Bandung, akan menjadi lokasi alternatif yang telah kami koordinasikan sejak awal bersama pihak terkait," ucapnya.

Dengan demikian, manajemen Persib tidak mempermasalahkan jika PSBS menggunakan Stadion Sidolig sebagai mes sekaligus berlatih untuk musim 2025/2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Million Manhoef: Saya Berharap Masuk ke Tim Utama Timnas Belanda

Million Manhoef: Saya Berharap Masuk ke Tim Utama Timnas Belanda

Bola | Jum'at, 04 Juli 2025 | 11:03 WIB

BRAKKK! Pemain Keturunan Jawa Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil, Hampir Bela Timnas Indonesia

BRAKKK! Pemain Keturunan Jawa Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil, Hampir Bela Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 04 Juli 2025 | 10:27 WIB

Ada Pemain Keturunan Baru Selain Mauro Zijlstra Bisa Bela Timnas Indonesia di Ronde 4

Ada Pemain Keturunan Baru Selain Mauro Zijlstra Bisa Bela Timnas Indonesia di Ronde 4

Bola | Jum'at, 04 Juli 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×