Ia beberapa kali melepaskan umpan jauh yang membuka alur serangan tim. Bahkan, ia sempat memiliki peluang emas yang digagalkan oleh kiper Timnas Indonesia, Reza Arya.
Namun demikian, ada pula catatan minus yang patut jadi evaluasi. Romeny tercatat kehilangan bola sebanyak empat kali sepanjang pertandingan.
Meski begitu, hal ini wajar mengingat ia masih dalam tahap adaptasi dengan gaya bermain tim barunya.
Pelatih Gary Rowett tampaknya tetap puas dengan kontribusi sang pemain.
Turnamen ini jelas menjadi ajang penting bagi Romeny untuk beradaptasi dengan sistem permainan Oxford United sebelum kompetisi sesungguhnya dimulai.
"Turnamen pramusim seperti ini bukan hanya tentang hasil akhir, tapi juga proses membangun chemistry antarpemain," ujar Rowett dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Romeny sendiri terlihat cukup aktif berkomunikasi dengan rekan-rekannya sepanjang pertandingan.
Ia juga beberapa kali memberi arahan saat set-piece atau transisi serangan, menunjukkan bahwa ia mulai memahami sistem permainan yang diinginkan pelatih.
Oxford United dijadwalkan akan bertemu Arema FC pada laga selanjutnya di Piala Presiden 2025.
Laga tersebut bisa menjadi momen pembuktian bagi Ole Romeny untuk mencetak gol perdananya, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai pemain penting dalam skuad The U’s.
Dengan status sebagai pemain naturalisasi dan sorotan besar dari publik Indonesia, performa Romeny tentu akan terus menjadi perhatian.
Meski belum mencetak gol, statistik menunjukkan bahwa kontribusinya terhadap alur permainan sudah mulai terasa.
Kini, tinggal menunggu waktu apakah striker kelahiran Belanda itu bisa mulai menunjukkan ketajamannya di laga-laga berikutnya.
Di sisi lain, kemenangan besar Oxford United atas Liga 1 All-Star memberikan sinyal bahwa mereka serius mempersiapkan diri untuk musim depan.
Mereka tampil disiplin dan efektif dalam memanfaatkan peluang, sesuatu yang perlu diwaspadai lawan-lawan mereka di turnamen ini.